JAKARTA, MEDIAINI.COM – Pemerintah mengeluarkan larangan mudik lebaran 2021 resmi berlaku dari 6 hingga 17 Mei 2021untuk mencegah penyebaran kasus positif Covid-19. Namun meski sudah dilarang, masih saja ada sekelompok masyarakat yang nekat melakukan aktifitas mudik dengan berbagai alasan.
Selain gelombang mudik, keinginan pergi liburan ke tempat wisata saat lebaran juga besar. Di hari kedua Lebaran, wisatawan yang mengunjungi Taman Impian Jaya Ancol mencapai 39 ribu orang. Kondisi tersebut membuat pihak manajemen Ancol memutuskan untuk tutup.
Lonjakan Pengunjung di Tempat Wisata
Situasi ini membuat kawasan Ancol menjadi perbincangan hangat di jagat maya. Bahkan, banyak yang membandingkan keramaian di Ancol seperti ritual agama di Sungai Gangga, India yang memicu ‘tsunami’ kasus di negeri Bollywood beberapa waktu lalu.
Beberapa waktu lalu, India memang merayakan festival mandi massal di Sungai Gangga atau kerap disebut Festival Kumbh Mela. Ribuan orang setidaknya mengikuti pagelaran tersebut tanpa menerapkan protokol kesehatan.
Kekhawatiran pemerintah akan lonjakan penularan Covid-19 saat lebaran pun terbukti. Dilansir dari data Satgas Covid-19, hingga Sabtu (15/5) ada tambahan 2.385 kasus baru yang terinfeksi corona di Indonesia. Sehingga total menjadi 1.736.670 kasus positif Corona. Penambahan kasus baru corona di Indonesia masih tinggi.
Sementara itu, jumlah yang sembuh dari kasus Corona bertambah 4.181 orang sehingga menjadi sebanyak 1.597.067 orang. Sedangkan jumlah orang yang meninggal akibat virus Corona di Indonesia bertambah 144 orang menjadi sebanyak 47.967 orang.
Adanya fakta tersebut, pemerintah mengingatkan masyarakat memiliki tanggung jawab yang tinggi dan kolektif untuk mematuhi protokol kesehatan. Karena untuk menekan wabah Corona, dimulai dari meminimalisir angka penularan.
Untuk itu, pemerintah selalu menekankan pentingnya perilaku 5M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas.
Deretan Negara Tetangga yang Pilih Lockdown
Malaysia
Setelah terjadi badai tsunami di India, menyusul negara Malaysia mengumumkan kebijakan lockdown yang berlaku 12 Mei hingga Juni 2021. Lockdown tersebut dilakukan setelah Negeri Jiran itu menghadapi gelombang tiga peningkatan kasus Covid-19
Perdana Menteri Muhyiddin Yassin dalam pernyataannya Senin (10/5) malam mengatakan, lockdown merupakan langkah untuk mengekang peningkatan kasus. Datangnya perayaan Idulfitri juga membuat kekhawatiran kenaikan infeksi.
Singapura
Singapura kembali melakukan lockdown karena peningkatan kasus Covid-19. Kebijakan tersebut membuat negara, yang sebelumnya relatif sukses mengendalikan pandemi, kembali mundur ke situasi tahun lalu saat Covid-19 mulai menyebar. Lockdown diberlakukan selama 4 pekan mulai 16 Mei – 13 Juni 2021.
Ada beberapa peraturan dari kebijakan yang diberlakukan, diantaranya membatasi pertemuan dari sebelumnya diperbolehkan maksimal lima orang menjadi dua orang. Selain itu, tempat makan atau restoran hanya boleh menjalani “take away” atau pengiriman, dan juga anjuran untuk bekerja di rumah.
Taiwan
Taiwan memutuskan untuk menaikkan tingkat kewaspadaan Covid-19 di Taipei dan New Taipei pada Sabtu waktu setempat, setelah ditemukan 180 kasus penularan lokal di negara tersebut. Dilansir dari Reuters, pemerintah Taiwan memutuskan untuk melarang pertemuan dan menutup banyak tempat umum selama dua pekan mendatang, seperti mengutip Reuters, Minggu (16/5).
Aturan ini sejatinya tidak membuat kantor, sekolah, atau restoran tutup. Namun, aturan ini akan membuat tempat hiburan tutup dan membatasi pertemuan keluarga hanya untuk lima orang di dalam ruangan dan 10 orang di luar ruangan. Untuk pertama kalinya, warga Taiwan harus mengenakan masker di luar ruangan.(Ken)
Sumber Gambar : ilustrasi Pixabay























Discussion about this post