JAKARTA, MEDIAINI.COM – Pengibaran bendera setengah tiang oleh TNI Angkatan Laut akan berlangsung selama tujuh hari. Hal ini dilakukan untuk menghormati 53 prajurit KRI Nanggala 402 yang telah gugur. Sesaat usai Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan kapal selam dinyatakan tenggelam di perairan utara Bali dan seluruh awak kapal KRI Nanggala 402 meninggal dunia, Minggu (25/4).
Kapal Selam TNI Angkatan Laut, KRI Nanggala 402 dinyatakan hilang kontak pada posisi 95 KM dari utara Bali sejak Rabu (21/4) pukul 04.30 waktu setempat. Sebanyak 53 ABK ikut dalam kapal selam tersebut. Kapal terakhir melakukan kontak ketika hendak menyelam untuk menembakkan torpedo saat latihan pukul 04.25 WITA.
Hadi menjelaskan kemudi vertikal belakang, jangkar, bagian luar badan tekan, dan baju keselamatan awak kapal telah ditemukan. Hal ini juga menjadi bukti bahwa KRI Nanggala-402 tenggelam dan seluruh awaknya yang berjumlah 53 orang meninggal dunia.
Dari hasil temuan tim pencarian, KRI Nanggala-402 terbelah menjadi tiga bagian. Dengan kata lain, ada bagian yang terlepas dari badan utama kapal. Terbelahnya kapal diketahui berdasarkan pantauan KRI Rigel. Kapal tersebut berhasil mendapatkan kontak bawah air di sekitar posisi pertama tenggelamnya KRI Nanggala 402. Lalu, ROV Singapura mendapatkan kontak visual KRI Nanggala 402 pada 09.04 WITA.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan KRI Nanggala 402 ditemukan di kedalaman 838 meter.
TNI AL Kibarkan Bendera Setengah Tiang Selama Tujuh Hari
Untuk menghormati 53 prajurit Hiu Kencana yang gugur saat menggelar latihan di Perairan bagian utara Bali, TNI Angkatan Laut mengibarkan bendera setengah tiang. Pengibaran bendera setengah tiang sebagai tanda berkabung itu dilakukan selama tujuh hari ke depan.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut Laksmana Pertama Julius Widjojono telah mengonfirmasi penghormatan untuk 53 prajurit KRI Nanggala 402 dilakukan mulai Senin (26/4) pukul 08.00 WIB. Sebagai tanda bakti dan penghormatan maka TNI AL kibarkan bendera setengah tiang.
Instruksi pengibaran bendera setengah tiang termuat dalam formulir berita Mabes TNI AL dengan nomor registrasi K-250421/4.3. Surat ditujukan kepada semua pimpinan komando utama (kotama), Gubernur Akademi Angkatan Laut (AAL), Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI AL (Danseskoal), dan Komando Pusat Penerbangan TNI AL (Danspuspenerbal).
Ungkapan Duka Susi Pudjiastuti untuk Prajurit KRI Nanggala 402
Duka mendalam juga dirasakan Presiden Jokowi atas gugurnya 53 prajurit kapal selam KRI Nanggala 402 yang tenggelam di perairan utara Bali. Presiden mengucapkan belasungkawa juga berharap, keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti turut mengungkapkan rasa duka mendalamnya. “Inna lillahi wainnailaihi rojiun. Duka yg mendalam atas gugurnya 53 Putera-putera bangsa terbaik/prajurit TNI AL KRI Nanggala 402. Semoga husnul khatimah dan mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan .. Amin YRA,” tulis Susi di akun Twitternya, @susipudjistuti, Minggu (25/4).
Susi juga memposting foto-foto dirinya dengan Kolonel Laut (P) Harry Setiawan, Komandan Satuan Kapal Selam (Dansatsel) Komando Armada (Koarmada) II yang merupakan salah satu korban tenggelamnya KRI Nanggala 402.(Ken)






















Discussion about this post