JAKARTA, MEDIAINI.COM – Perusahaan kedai kopi lokal, Kopi Kenangan sedang menjadi perbincangan netizen pada Rabu (3/3). Hal ini terjadi karena adanya kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami seorang warganet bernama Dinda Shafay lewat akun TikTok yang sedang viral.
Terlepas dari permasalahan yang tengah dihadapi tersebut, sepak terjang startup kuliner Kopi Kenangan dalam industri menarik dikupas lebih dalam. Terlebih, di masa pandemi ini banyak perusahaan di bidang food and beverage (F&B) mengaku tutup dan mem-PHK karyawannya. Melemahnya daya beli dan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali mempengaruhi konsumen untuk berkunjung ke kedai kopi.
Kopi Kenangan 2021 Bertahan Hadapi Pandemi
Pendiri sekaligus CEO Kopi Kenangan, Edward Tirtanata mengakui permintaan konsumen pada gerai yang terkonsentrasi di pusat bisnis dan pusat belanja melemah. Jam operasional pusat belanja dibatasi, kemudian melakukan aktivitas work from home (WFH).”Penurunan permintaan di pusat bisnis dan pusat belanja memang cukup terasa,” ungkap Edward Tirtanata, belum lama ini.
Meski tidak dipungkiri adanya penurunan selama pamdemi, Kopi Kenangan menyiasati dengan berekspansi menambahkan dengan membuka gerai di wilayah residensial. Terbukti, permintaan di kawasan ini cukup bergairah. Akibat pandemi korona, masyarakat saat ini lebih banyak beraktivitas di rumah, termasuk WFH dan belajar online.
Sampai saat ini Kopi Kenangan telah memiliki sekitar 430 gerai. Edward mengatakan, sampai tutup tahun 2021 nanti, Kopi Kenangan ingin menambah jumlah gerainya hingga mencapai sekitar 850 gerai.
Rencana penambahan gerai berdasar pada prospek jangka panjang dan pemilihan lokasinya juga dilakukan secara hati-hati berdasarkan kajian pasar yang cermat. Soal pendanaan, Edward mengungkap tidak ada masalah dan belum ada rencana menghimpun pendanaan baru. Sebab, ekuitas mereka masih cukup tebal.
Capaian Kopi Kenangan
Dari informasi yang diperoleh pada Mei 2020, Kopi Kenangan mengumumkan telah berhasil menghimpun pendanaan Seri B senilai US$ 109 juta yang dipimpin oleh investornya, Sequoia Capital. Adapun investor baru pada pendanaan ini termasuk B Capital, Horizons Ventures, Verlinvest, Kunlun, Sofina. Tak ketinggalan, investor pendanaan awal Kopi Kenangan yang kembali ikut serta dalam pendanaan seri B adalah Alpha JWC.
Kopi Kenangan berencana menggunakan dana segar itu untuk memperkuat posisinya di Indonesia, mulai dari menambah gerai, meluncurkan produk baru, hingga berinvestasi dalam teknologi.
Selain menyajikan kopi, Kopi Kenangan juga menyediakan sejumlah produk minuman lainnya seperti teh tarik, milo hingga Thai Tea. Mereka juga mulai memperluas produk dengan menyediakan aneka roti.
Ekspansi Kopi Kenangan tidak berhenti sampai di sini. Mereka ingin menjajal pasar regional dengan target awal membuka gerai di Malaysia dan Thailand. “Saat ini kami sedang menunggu momentum untuk masuk, sambil melihat perkembangan penanggulangan pandemi korona di mancanegara,” jelas Edward.
Untuk mendukung agenda ekspansi ke depan, Kopi Kenangan bahkan menghidupkan kembali rencana go public di Bursa Efek Indonesia. Kopi Kenangan mengharapkan initial public offering (IPO) di bursa saham bisa terwujud pada tahun 2023 mendatang.
Edward belum bisa membeberkan target dana IPO beserta porsi saham yang ditawarkan kepada investor publik. Saat ini, Kopi Kenangan sedang melakukan sejumlah persiapan, termasuk dari sisi tata kelola dan rencana bisnis yang bisa memperkuat pertumbuhan.(Ken)
Sumber Gambar : ilustrasi Pixabay























Discussion about this post