MEDIAINI.COM – Olahan lobster banyak disukai, dari dulu hingga sekarang. Mengonsumsi lobster punya sensasi mirip makan kepiting. Harganya pun mirip. Dua jenis boga bahari ini dijual cukup mahal. Kenapa sih?
5 Alasan Kenapa Lobster Harganya Mahal
Budidaya Sulit
Lobster termasuk hewan Crustacean yang butuh waktu lama untuk berkembang, butuh banyak makan, dan rentan penyakit.
Biaya Pengiriman Mahal
Lobster harus tetap dingin, lembab, dan punya cukup oksigen untuk tetap hidup saat pengiriman. Maka pengirimannya butuh biaya yang mahal.
Susah Diolah
Mngeluarkan daging dari cangkang lobster itu perlu effort. Memasaknya pun terbilang ribet, karena dagingnya mudah mengeras dan alot jika cara memasaknya keliru.
Jalur Distribusinya Panjang
Berpindah dari tangan ke tangan sampai disajikan di meja restoran. Mulai dari nelayan, pedagang, perusahaan pengolah, restoran, hingga pembeli terakhir.
Punya Rasa Lezat dan Tergolong Makanan Mewah
Terbilang cukup mahal, namun lobster menyuguhkan cita rasa yang lezat dan mewah ketika disantap.
Baca juga: 7 Ide Olahan Lobster untuk Bisnis Kuliner
5 Rekomendasi Resto Lobster Terenak di Jakarta
1. Cut The Crab
Berada di kawasan Senopati, Jakarta, resto ini menyediakan berbagai olahan kepiting premium dan lobster yang ramah kantong. Lobsternya dimasak dengan bumbu bersama sayur seperti jagung, brokoli, wortel dan jamur. Porsinya besar dan cocok disantap bersama-sama.
2. Lovester Shack
Berlokasi di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, restoran seafood ini buka dari pagi. Menu favoritnya adalah Grilled Spicy Lobster yang beratnya 500 gram. Dagingnya juicy dan punya banyak ragam saus termasuk sambal matah.
3. The Green Door Kitchen
Dengan menyuguhkan menu favoritnya yaitu Seafood Spaghetti, menu ini dimasak dengan saus anggur putih. Paduan yang unik dan menghasilkan rasa yang berbeda. Daging lobsternya pun punya tekstur tebal dan segar. Restoran ini letaknya ada di kawasan Kelapa Gading.
4. Nishimura
Disajikan ala Jepang, salah satu menunya yang bernama Sashimi Sugamatori ini menggunakan lobster segar pilihan. Tanpa bumbu, dagingnya terasa sangat lezat dan rasa manis alaminya pun cukup mendominasi. Dagingnya pun dijamin tidak amis.
5. Miting Lobster (Rumah Genjing)
Berada di kawasan Cempaka Putih, resto yang punya slogan “Lobster Murah Apalagi Kepiting” ini juga punya menu seafood yang lain dan ramah kantong. Ditambah beragam saus yang bisa dipadukan dengan level kepedasan 1,2, dan 3 untuk beberapa menu seafood.
Bagian Tubuh Losbter yang Bisa Dimakan
Tidak semua bagian tubuh lobster bisa dimakan. Beberapa di antara bagian tubuh lobster yang bisa dimakan adalah ekor, dengan melepaskan dulu dari tubuhnya. Daging bagian ekor bisa diambil dengan sendok atau garpu.
Bagian capit juga bisa dimakan karena dagingnya bertekstur halus dan lembut. Buku-buku jari dan batang tubuh daging punya daging yang mirip kepiting Karang. Lalu bagian tomalley atau jaringan pencernaan lobster yang warnanya hijau tebal seperti pasta. Rasanya kuat dan sering dijadikan saus pada crackers.
Bagian tubuh losbster betina yang punya telur disebut karang. Karang ini bisa berwarna merah saat dimasak. Dapat dimakan, namun biasanya digunakan sebagai hiasan pada masakan lobster. (Gusti Bintang K.)



























Discussion about this post