MEDIAINI.COM – Bakpia menjadi oleh-oleh khas Yogyakarta. Camilan ini masih menawarkan keuntungan jika hendak dijadikan bisnis. Rasanya yang gurih, manis, dan empuk ini sangat khas, ditambah aneka isian dalam berbagai rasa.
Kue pia atau biasa disebut bakpia ini bisa menjadi teman minum teh, kopi, atau susu. Kue ini pun dari dulu hingga sekarang masih jadi favorit untuk oleh-oleh ketika ke bertandang ke Kota Gudeng. Bagaimana peluang bisnis bakpia?
Cara Memulai dan Analisa Modalnya
Keuntungan bisnis bakpia bisa sepanjang masa. Pasalnya, panganan ini jadi idaman wisatawan yang berlibur ke Jogja. Jika tertarik untuk mendulang untung dengan berjualan bakpia, berikut langkah-langkahnya.
Sebagai pengusaha, wajib harus mencari tahu dan menyiapkan bahan baku pembuatan bakpia. Carilah supplier yang menawarkan harga paling murah namun dengan bahan berkualitas. Bahan-bahan yang harus disiapkan antara lain adalah tepung terigu, gula pasir, mentega putih, margarin, garam, air, santan, pandan dan isiannya sesuai selera.
Belajarlah dari pengusaha bakpia yang telah sukses, mulai dari segi rasa, pelayanan, hingga inovasi yang dimunculkan. Siapkan modal usaha sesuai kebutuhan, untuk membeli bahan baku, peralatan, sewa tempat, hingga gaji untuk karyawan. Lalu pikirkan soal kemasan produk yang unik, menarik dan modern.
Sebelum memulai bisnis, rancanglah inovasi bakpia yang terbaik, enak, dan unik. Analisa estimasi biaya yang dibutuhkan, seperti harga jual dan laba yang bisa diambil. Jangan sungkan untuk menerima kritik dan saran.
Baca juga: Bakpia Tugu, Pioneer Bakpia Kukus yang Hits di Yogyakarta
Simulasi Modal, Omzet, dan Laba
Jika sudah merancang strategi bisnis dan cara memulainya, selanjutnya adalah menganalisa modal usahanya terlebih dulu. Apabila dalam sehari dapat menjual 50 box bakpia dengan harga rata-rata Rp 15 ribu, maka pendapatan per bulan mencapai Rp 22,5 juta. Untuk menghitung keuntungan per bulan yang didapatkan, kurangi total pendapatan dengan total biaya operasional.
Jika total biaya operasional mencapai Rp 15 juta, maka Rp 22,5 juta dikurangi dengan Rp 15 juta. Hasilnya, keuntungan yang didapatkan dalam sebulan yaitu Rp 7,5 juta. Sementara untuk menghitung lama balik modal atau BEP, hitung dengan membagi total investasi dengan keuntungan yang didapat. Jika total investasi sebesar Rp 10 juta maka Rp 10 juta dibagi dengan Rp 7,5 juta. Jadi kira-kira lama balik modalnya adalah 1 bulan lebih.
Sentuhan Inovasi Bakpia yang Bisa Dilakukan
Bakpia Obong
Jika dalam bahasa Jawa, obong artinya bakar. Namun Bakpia Obong bukan berarti bakpia bakar, tapi dikukus seperti pada umumnya. Bedanya, bakpia ini dipresentasikan dengan warna-warni sesuai rasanya. Kuning untuk keju, cokelat untuk double choco, hijau untuk choco pandan, ungu untuk taro, dan merah untuk red velvet. Rasanya premium bukan? Harga per boxnya Rp 30 ribu untuk semua varian menu. Lokasinya ada di Ruko Babarsari Kav. 8/9 tepatnya di Jl. Laskda Adi Sutjipto Km.7 Caturtunggal, Depok, Sleman.
Bakpiapia
Bakpia yang memiliki berbagai menu pilihan dengan rasa manis dan gurih, pedas, atau asin ini dibanderol mulai Rp 17 ribu untuk Paket Blasmix, Rp 22 ribu untuk Paket Single Mix, Rp 40 ribu per box untuk Single All Varian dengan pilihan rasa keju, kacang hijau, black beauty, dan cokelat, serta Rp 45 ribu per box untuk Blasteran All Varian dengan pilihan rasa pisang keju, abon, durian, cappucino, durian, tuna pedas, blueberry cheese, dan nanas. Memiliki 5 outlet yang terletak di berbagai penjuru Jogja, tokonya buka pukul 7 pagi hingga 10 malam.
Bakpia Princesscake
Jika biasanya bakpia berukuran mini dan cukup sekali makan, Bakpia Princesscake milik penyanyi Syahrini ini justru dibuat dengan ukuran besar yang bisa dimakan untuk beberapa orang. Per box, dibanderol seharga Rp 65 ribu dengan pilihan rasa keju, cokelat, durian, kacang merah, stroberi, dan tiramisu. Store Princesscake berada di Jl. A.M. Sangaji No. 86 Yogyakarta, dan outletnya ada di Stasiun Besar Tugu, Yogyakarta. (Gusti Bintang K.)
Sumber Foto Ilustrasi: Pinterest



























Discussion about this post