MEDIAINI.COM – Clothing brand yang popular dengan jargon parodi dan jawara plesetan ini memang masih jadi favorit anak muda. Ya, Kamengski adalah clothing brand yang didirikan oleh Sulaiman Said sejak 2008.
Bertahan hingga 12 tahun, perjalanan brand ini tentu bukan perkara yang mudah. Terutama jika melihat kreativitas para tim Kamengski yang terus menelurkan ide-ide segar dalam penciptaan karya.
Dalam berbagai kesempatan baik menjadi pembicara dan narasumber di berbagai media, Said mengisahkan perjalanannya membangun brand yang terkenal jahil dalam mencetak kata-kata. Menurut Said, semua berawal dari keinginannya mendapatkan pemasukan untuk menyelesaikan studi di Desain Grafis Institute Kesenian Jakarta.
Tidak disangka, respons terhadap karyanya diapresiasi dengan baik sehingga terus menambah produksinya. Hingga akhirnya bendera Kamengski pun berkibar dan berjaya hingga hari ini sebagai salah satu clothing brand yang diidolakan anak milenial.
Tanggap hadapi pandemi
Terutama saat pandemi melanda, tak kehilangan akal, Kamengski pun terlibat dalam proyek kolaboratif bersama studio Satu Collective dengan “Bid This Mess”. Awalnya, Kamengski memiliki agenda “Bless This Mess” yang memamerkan 60 desain cruiser board hasil karya artisan dan illustrator lokal.
Namun prihatin saat hadapi pandemi maka diubah menjadi program lelang 10 karya papan dan hasilnya didonasikan sepenuhnya membantu tenaga medis dan non medis yang berjuang untuk COVID-19 lewat situs donasi kitabisa.com.
Bagi penggemar clothing brand ini, memburu koleksi Kamengski menjadi kebanggaan. Proyek kolaborasi dengan band-band kondang Tanah Air sudah sejak lama mereka lakukan.Sebut saja band The Adams, Superglad, Rumah Sakit dan Black Teeth.
Belum lagi desain-desain baru yang selalu mencetak gelak tawa saat membacanya. Ide-idenya memang selalu memancing untuk berkomentar dan penasaran untuk bisa segera memilikinya.
Baca Juga : Seluk Beluk Kolaborasi Brand, Makin Dikenal atau Tenggelam?
Maksimalkan konten sosmed
Salah satu strategi promosi yang dilakukan oleh brand ini adalah memaksimalkan konten sosial media Instagram. Saat ini tercatat akun @kamengski memiliki pengikut hingga 176ribu, sementara akun khusus katalog produknya dengan nama @kamengski_stuff juga memiliki pengikut lebih besar yaitu 286ribu.
Desain-desain yang diproduksi dipamerkan secara rutin oleh brand yang memiliki logo “in fun we trust”. Menariknya, jika melihat semua konten yang dipamerkan memang tidak melulu menawarkan produknya saja. Konten lain pun diunggah tetapi masih memiliki benang merah yang sama yaitu desain parodi.
Kesuksesan Kamengski bertahan melewati waktu membuktikan bahwa brand lokal yang digarap dengan penuh komitmen dan konsisten bisa tetap eksis. Berkaitan dengan konten yang dipamerkan di sosial media, Said meyakini bahwa setiap brand pasti memiliki keunikan.
Nah, yang akan membedakan Kamengski sebagai produk adalah kontennya. Sehingga jika konten yang digarap kuat maka membuat perbedaan muncul. Hasilnya, membuat perhatian dan ketertarikan untuk memiliki atau membelinya. (Swieta Ingred Hapsari)


























Discussion about this post