SEMARANG, MEDIAINI.COM – Tidak ada orang tua yang membesarkan anak dengan harapan melihatnya tumbuh dalam jerat narkoba. Setiap ayah dan ibu tentu memimpikan buah hatinya menjadi pribadi yang sehat, berprestasi, dan mampu mengangkat derajat keluarga. Namun, mimpi itu bisa runtuh hanya karena satu kesalahan: mencoba narkoba.
Di balik setiap kasus penyalahgunaan narkotika, selalu ada cerita yang menyisakan luka. Ada keluarga yang kehilangan kepercayaan, ada anak yang putus sekolah, ada masa depan yang terhenti sebelum sempat berkembang. Bahkan, tidak sedikit yang harus berakhir di balik jeruji besi atau kehilangan nyawa akibat barang haram tersebut.
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr. H. Agus Rohmat, S.I.K., S.H., M.Hum., mengingatkan bahwa ancaman narkoba kini semakin nyata dan menyasar siapa saja, terutama generasi muda. Peredaran narkoba tidak lagi dilakukan secara terang-terangan, tetapi memanfaatkan kemajuan teknologi melalui media sosial dan berbagai platform digital yang akrab dengan kehidupan remaja.
Menurutnya, para pelaku memanfaatkan rasa ingin tahu, tekanan pergaulan, hingga keinginan untuk dianggap keren sebagai pintu masuk untuk menjerat calon korban. Padahal, sekali seseorang terjebak, jalan untuk kembali tidak pernah mudah.
“Banyak yang awalnya hanya ingin mencoba karena rasa penasaran. Namun, dari satu kali mencoba itulah kehidupan mereka berubah. Narkoba tidak pernah memberikan masa depan, justru merampas semua impian yang telah dibangun,” pesan Agus Rohmat.
Ia menegaskan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya menjadi tugas aparat penegak hukum. Orang tua, guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga lingkungan tempat tinggal memiliki peran besar dalam menjaga anak-anak agar tidak terjerumus. Komunikasi yang hangat di dalam keluarga, perhatian terhadap perubahan perilaku anak, serta pendidikan karakter menjadi benteng pertama yang paling kuat.
Agus Rohmat percaya bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi luar biasa. Mereka adalah calon pemimpin, ilmuwan, tenaga kesehatan, pengusaha, atlet, hingga tokoh-tokoh yang akan menentukan arah bangsa di masa depan. Karena itu, jangan sampai masa depan tersebut direnggut oleh narkoba yang hanya menawarkan kesenangan sesaat, tetapi meninggalkan penderitaan berkepanjangan.
“Jangan pernah berpikir bahwa mencoba sekali tidak akan berdampak. Narkoba selalu datang membawa janji palsu. Yang diambil bukan hanya kesehatan, tetapi juga masa depan, keluarga, dan harapan,” ujarnya.
BNNP Jawa Tengah terus memperkuat upaya pencegahan melalui edukasi di sekolah, kampus, lingkungan masyarakat, hingga kolaborasi dengan berbagai instansi dan organisasi. Langkah ini diyakini menjadi investasi jangka panjang untuk membangun masyarakat yang tangguh menghadapi ancaman narkotika.
Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan zaman, Agus Rohmat mengajak seluruh masyarakat untuk tidak bersikap acuh. Bila menemukan indikasi penyalahgunaan maupun peredaran narkoba, masyarakat diminta berani melapor dan menjadi bagian dari solusi.
Sebab menyelamatkan satu anak dari narkoba bukan hanya menyelamatkan satu kehidupan. Di baliknya ada orang tua yang kembali tersenyum, ada keluarga yang tetap utuh, dan ada masa depan Indonesia yang tetap memiliki harapan.
Pesan itu sederhana, namun memiliki makna yang sangat dalam: jangan pernah memberi ruang bagi narkoba untuk masuk ke dalam hidup. Karena setiap generasi muda yang berhasil dijauhkan dari narkoba adalah kemenangan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa Indonesia.























