MEDIAINI.COM –Offline advertising merupakan satu dari sebagian model advertising. Dalam bisnis saat ini, saat semua serba digital, online advertising sangat banyak digunakan oleh perusahaan kecil maupun perusahaan besar. Selain online advertising lebih murah, jangkauannya pun sangat luas. Tidak heran hingga saat ini hampir semua pelaku bisnis menggunakan metode ini.
Lalu, bagaimana dengan offline advertising? Apakah metode iklan tersebut saat ini masih banyak digunakan? Ya, tentu saja. Strategi dengan offline advertising dianggap masih signifikan dalam meningkatakan penjualan di kalangan para pelanggan. Mengapa demikian? Karena dengan offline advertising, brand akan terlihat lebih meyakinkan bagi para calon pelanggan.
Offline advertising dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti membuat spanduk untuk dipasang di dekat toko, membagikan brosur, beriklan menggunakan baliho, dan sebagainya. Iklan melalui radio atau televisi juga dianggap sebagai offline advertising.
Keuntungan dalam melakukan advertising jenis ini ialah branding dari produk atau bisnis Anda menjadi lebih kuat. Hal ini terjadi karena sales dapat memberikan sebuah gambaran secara langsung. Advertising secara offline juga memilki potensi mendapatkan pelanggan dari berbagai latar belakang dan usia.
Strategi Offline Advertising
Dalam melakukan iklan secara offline perlu adanya strategi yang harus disusun terlebih dahulu. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini merupakan beberapa strategi dari offline advertising yang dapat Anda lakukan untuk memajukan bisnis yang Anda bangun.
1. Penggunaan Papan Reklame
Pada saat ini, papan reklame masih banyak digunakan, baik oleh start-up maupun perusahaan besar lainnya. Penggunaan papan reklame perlu mengeluarkan biaya yang lebih mahal. Papan reklame tetap digunakan karena letaknya berada di pinggir jalan strategis. Iklan di papan reklame sering kali menampilkan visual dan minim teks. Letaknya di pinggir jalan tidak memungkinkan pengguna jalan membaca iklan dengan teks yang panjang. Penggunaan teks pada papan reklame biasanya hanya berfokus pada brand atau merek, dan juga nama dari produk atau jasa yang diiklankan.
2. Membagikan Kartu Nama
Strategi offline marketing satu ini tergolong lebih murah dari segi biaya. Menjalankan strategi ini pun juga cukup mudah. Pihak perusahaan Anda hanya perlu membagikan kartu nama ke beberapa klien dan konsumen mereka. Strategi offline advertising ini masih sering digunakan karena sangat efektif, terutama dalam mengenalkan diri perusahaan. Selain itu, strategi iklan secara offline ini juga bisa menjadi salah satu alat penghubung antara perusahaan dengan pelanggannya.
3. Iklan Televisi
Di Indonesia, televisi adalah media yang bisa diakses semua kalangan. Dari kalangan menengah ke atas hingga menengah ke bawah. Bisa dipastikan kalau mereka semua pasti bisa mengakses televisi. Nah, oleh sebab itu, tidak heran jika beriklan di televisi menjadi salah satu strategi pemasaran offline yang masih dipakai hingga kini.
Strategi iklan di televisi ini juga menjadi salah satu cara dalam memperluas jangkauan bisnis Anda. Namun demikian, untuk melakukan iklan ini harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal, mulai dari biaya produksi hingga biaya yang harus dikeluarkan untuk membayar stasiun televisi. Penayangan iklan pada televisi juga memiliki jam-jam tertentu yang terbatas.
4. Menjadi Sponsor
Menjadi sponsor dari sebuah acara juga dapat Anda lakukan sebagai strategi offline advertising. Strategi ini cukup sering dilakukan karena bersifat saling menguntungkan. Pengiklanan dengan strategi ini menguntungkan pihak penyelenggara acara dan perushaan atau bisnis yang berperan sebagai sponsorship.
Penyelenggara acara mendapatkan keuntungan berupa dana tunjangan, sedangkan pihak perusahaan mendapatkan keuntungan berupa promosi. Ketika pihak penyelenggara dan perusahaan setuju dan sepakat untuk bekerja sama, maka ada perjanjian yang harus dilakukan oleh kedua belah pihak. Contoh perjanjian tersebut berupa penampilan logo perusahaan pada panggung atau venue pada tempat yang digunakan sebagai acara oleh penyelenggara acara. Strategi ini cukup signifikan dalam meningkatkan profit dari perusahaan.
5. Membagikan Brosur
Membagikan brosur merupakan strategi yang cukup berisiko tinggi. Biaya untuk membuat brosur yang akan dibagikan terbilang mahal. Selain itu, brosur itu sendiri memiliki ketahanan yang lemah, seperti mudah rusak, risiko hilang, dan lain sebagainya. Strategi offline advertising ini akan sangat cocok dilakukan bersamaan dengan strategi iklan offline sebelumnya, yaitu dengan membagikan brosur pada acara-acara tertentu.
Brosur juga diharapkan memuat informasi yang jelas, singkat, dan menarik. Pasalnya, para calon pelanggan akan bosan atau tidak tertarik dengan brosur yang memuat terlalu banyak teks. Desain dari brosur yang akan dibagikan juga sangat memengaruhi efektivitas brosur dalam penyampaian pesan dari brand Anda.
Uraian di atas adalah beberapa strategi offline advertising yang dapat Anda pilih untuk dilakukan dalam memperkenalkan bisnis dan memperkuat brand. Walaupun pada saat ini adalah era digital, masih banyak masyarkat yang tidak melulu terikat pada internet. Masih banyak masyarkat yang menggunakan media online dan offline secara berimbang. Jadi, Anda tidak perlu ragu untuk menggunakan strategi offline advertising. Selamat mencoba! (Rusydi/Elsa)

























