SEMARANG, MEDIAINI.COM — Di tengah minimnya ruang bagi anak-anak untuk tampil dalam dunia musik band, sebuah kabar menggembirakan datang dari Kota Semarang. Tahun 2025 menjadi momentum lahirnya Eskidro Band, grup musik yang digawangi oleh para siswa Sekolah Dasar dari SDN Lamperkidul 02 Semarang, yang hadir membawa semangat baru dalam perkembangan musik anak.
Selama beberapa tahun terakhir, regenerasi band anak di Semarang terbilang lesu. Kurangnya minat dan kesempatan tampil membuat sedikit sekali kelompok musik anak yang berkembang. Namun, kehadiran Eskidro Band menjadi angin segar bahwa kreativitas generasi muda masih terus hidup—menunggu diberi panggung untuk bersinar.
Kesempatan itu datang pada 28 Desember 2025, ketika Lady Rocker wilayah Jateng–DIY menggelar perayaan Hari Ibu bertajuk “Sebuah Konser dari Anak untuk Ibu Tercinta – Mother How Are You Today” di Tectona Cafe & Resto, Gajahmungkur, Semarang. Acara tersebut menghadirkan beragam musisi, dan salah satu yang paling mencuri perhatian adalah penampilan debut Eskidro Band.
Dengan formasi pemain muda — Hana (vokal), Bilqis (biola), Malika (bass), Arpeggio (keyboard), Sofia (keyboard), dan Yasser (drum) — mereka membawakan tiga lagu penuh rasa: Kasih Ibu, Bintang, dan Sahabat Selamanya. Aransemen lagu mengalun indah, memadukan energi anak-anak dengan profesionalitas yang membanggakan.
Penampilan mereka tidak hanya mendapat tepuk tangan meriah, tetapi juga pujian luar biasa dari Nobita Maia, Ketua Lady Rocker Jateng–DIY. Melalui unggahan Instagram, ia menuliskan kekagumannya atas aksi panggung para musisi cilik tersebut. “Sebagai band pembuka di hari Ibu, anak-anak ini sanggup bikin heboh para penonton… skill mereka I can’t say anything except Wow,” tulisnya bangga. Maia menyebut permainan mereka stabil, padu, dan menggemaskan, lengkap dengan kostum yang apik serta aransemen yang membuat bulu kuduk merinding.
Lebih dari sekadar penampilan, Eskidro Band menjadi bukti bahwa dunia seni bagi anak-anak masih memiliki ruang besar untuk berkembang. Kreativitas, keberanian untuk tampil, serta dukungan lingkungan mampu melahirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menginspirasi.
Para personel kecil ini mengajarkan bahwa bakat tidak mengenal usia—yang dibutuhkan adalah kesempatan. Dengan kemampuan bermain instrumen yang terlatih, chemistry panggung yang kuat, dan semangat percaya diri, mereka menunjukkan bahwa generasi muda mampu melangkah sejauh mungkin bila diberi ruang.
Dari sebuah sekolah dasar di Semarang, Eskidro Band menyalakan api semangat baru bagi perkembangan musik anak Indonesia. Perjalanan mereka masih panjang, namun debut ini telah menjadi babak awal penuh harapan. Semoga langkah ini dapat memotivasi anak-anak lainnya untuk berani bermimpi, berkarya, dan bersuara melalui musik.
Teruslah bermain, teruslah berkarya—masa depan musik Indonesia menunggu kalian.






















