SEMARANG, MEDIAINI.COM – Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meresmikan Rumah Sakit (RS) Samsoe Hidajat di Jalan RE Martadinata, Arteri Utara, Senin 10 Juni 2024.
Dengan peresmian RS Samsoe Hidajat ini menambah fasilitas kesehatan di Kota Semarang, bahkan RS ini menjadi rumah sakit ke-16 di Ibukota Jawa Tengah.
“Alhamdulillah, hari ini peresmian RS swasta Samsoe Hidajat tipe C. RS ini merupakan RS ke-16 di Semarang. Kapasitas 103 tempat tidur, akan memberikan manfaat untuk masyarakat, khususnya di wilayah Semarang Barat. Ini bisa cover sampai Tugu bahkan Semarang Utara,” papar Mbak Ita, sapaannya, usai Grand Opening RS Samsoe Hidajat Semarang.
Dia berharap, rumah sakit ini bisa membantu pemerintah dalam penanganan stunting dan dapat meningkatkan harapan hidup lansia. Seperti diketahui, saat ini harapan hidup lansia berada di angka 77,9 dengan berkolaborasi bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas.
Menurutnya, keberadaan rumah sakit di wilayah Semarang Barat saat ini sudah cukup banyak. Sehingga ia berharap penambahan fasilitas kesehatan selanjutnya merambah ke wilayah Semarang Utara dan Tembalang.
“(Dalam waktu dekat) ada investasi Rumah Sakit di Srondol. Siloam Lippo Group akan kembali aktif setelah terdampak Pandemi. Saya menyampaikan kalau ada lagi, kami mohon investor bisa investasi di wilayah Semarang Utara dan Tembalang,” jelasnya.
Direktur Utama RS Samsoe Hidajat, Retnoningsih mengatakan, ada 103 tempat tidur dengan 160 tenaga kesehatan dan non nakes di Rumah Sakit ini.
RS Samsoe Hidajat mengusung chronic degenerative disease management dengan pendeketan patient-centered care dan value based care untuk mencegah angka komplikasi.
Rumah sakit tipe C ini berkomitmen menjadi rumah sakit unggul yang memberikan layanan kesehatan bermutu dan terjangkau.
“Setiap RS pasti ada layanan tersendiri. Yang penting, kami bsa terjangkau bagi masyarakat karena belum tentu masyarakat tercover BPJS,” ujarnya.
Setelah Grand Opening ini, pihaknya juga bersiap untuk bisa lolos akreditasi agar pasien dengan jaminan kesehatan BPJS bisa terlayani di RS Samsoe Hidajat. “BPJS konsentrasi kami. Setelah dibuka, ada pasien, lolos akreditasi, bisa tergabung,” ujarnya.
Adapun layanan kesehatan di RS Samsoe Hidajat meliputi layanan gawat darurat, rawat inap, kamar bedah, perawatan intensif, dan rawat jalan.
Owner RS Samsoe Hidajat, Leonard Hidajat mengatakan, berdirinya RS ini tidak lepas dari kakeknya, Samsoe Hidajat, yang berkeinginan membangun rumah sakit.
Namun, hal itu belum dapat terealisasi hingga meninggal dunia pada 2014. Tepat 10 tahun kepergian kakeknya, pihaknya membangun RS yang bernama Samsoe Hidajat di tanah seluas 12 hektar ini. Nantinya, seluruh kompleks ini akan menjadi superblock health care.
“Kami tambah jumlah bed, tambah gedung komersial area, gedung klinik untuk spesialis, Kami akan kerjasama dengan cancer center. Layanan kecantikan juga jangka panjangnya,” jelasnya.





















