SEMARANG, MEDIAINI.COM – Univeritas Ivet Semarang menggelar International Visiting Professors, dengan mengundang lima profesor dari lima perguruan tinggi internasional.
Kegiatan yang diikuti ribuan peserta baik dari dosen, staf, mahasiswa dan khalayak umum tersebut, digelar secara daring dan luring tersebut, bertempat di Sportorium Universitas Ivet pada Selasa (12/7/2022) lalu.
Adapun nama – nama narasumber dari 5 negara tersebut yakni Prof. Elchin Gasimov (President of Moscow City University Samara Rusia); Ass Prof. Ir. Dr. Nik Nazri bin Nik Ghazali (Mechanical Enginering Faculty of Engineering, University Malaya, Malaysia), Dr. Sanchita Saha (principal, UG Affiliated Courses Coordinator-Global Outreach, EIIL, Kolkata, India), Youssef Baqil (Researcher in Public Law and Political Science Hassan First University, Marocco) dan Prof. Dr. Sukree Langputeh, Ph.D (Eputy Rector for International Relation and Alumni, Fatono University, Thailand).
Dalam kegiatan tersebut juga menghadirkan Walikota Semarang Hendrar Prihadi dan Kepala LLDIKTI Wilayah VI Bhimo Widyo Andoko sebagai pembicara.
“International Visiting Professors nama dari kegiatan tersebut bermaksud untuk menyerap ilmu dari beberapa Ilmuan luar negeri, dan berdiskusi untuk menjalin kerjasama international antara Universitas Ivet dengan professor dari lima perguruan tinggi tersebut,” papar Rektor Universitas Ivet, Prof Rustono, disela kegiatan.
Dipaparkan, bahwa Universitas Ivet memiliki komitmen yang kuat untuk menjadi kampus yang unggul, inovatif, dan berkontribusi dalam menciptakan technopreneurs yang berorientasi internasional sebagaimana tertuang dalam visi universitas.
“Acara ini merupakan bukti bahwa kami hadir untuk menyaksikan tonggak sejarah Universitas Ivet menjadi kampus yang berorientasi internasional kehadiran para guru besar dari berbagai negara ini menunjukkan komitmen kuat Universitas Ivet berdiri sejajar dengan perguruan tinggi besar dunia,” tandasnya.
Rektor Universitas Ivet tersebut juga menambahkan bahwa dengan hadirnya para professor dari berbagai perguruan tinggi luar negeri ini menjadi jalinan kerjasama yang baik.
“Pada acara hari ini kita akan belajar tentang bagaimana kerjasama internasional terjalin khususnya di bidang pendidikan. Seperti kita ketahui, kemitraan internasional lintas negara telah menjadi tren di era saat ini. Bahkan kerjasama ini menjadi alat untuk bersaing antar perguruan tinggi. Serupa dengan topik hari ini, saya berharap kita akan mendapatkan inspirasi dalam kerjasama pendidikan interdisipliner internasional dalam acara ini,” tandasnya. (Arixc Ardana)






















