MEDIAINI.COM – Budidaya daun mint masih menarik dan jadi pilihan untuk dicoba. Ada beberapa khasiat daun mint untuk kesehatan. Khasiat yang pertama adalah dapat mengatasi gangguan pencernaan. Daun mint akan membantu merangsang enzim pencernaan. Gangguan pencernaan pun teratasi.
Khasiat yang kedua adalah dengan meredakan sindrom iritasi usus besar. Ada pun sindrom iritasi usus besar merupakan gangguan umum pada sistem pencernaan. Inilah yang membuat Anda mengalami sakit perut, sembelit, diare, perut kembung, bahkan gangguan pencernaan. Anda akan menjadi lebih sehat.
Khasiat yang ketiga adalah dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Pasalnya, daun mint mengandung fosfor, kalsium, dan vitamin seperti C, D, E, bahkan A. Selanjutnya, daun mint juga dapat meningkatkan fungsi otak. Pasalnya, daun mint memiliki bau yang khas dan mudah dikenali oleh otak.
Khasiat yang kelima adalah dapat menurunkan berat badan. Adapun cara yang ditempuh adalah sehat. Daun mint mampu meningkatkan fungsi pencernaan dan meningkatkan metabolisme. Inilah yang dapat menurunkan berat badan secara sehat. Untuk itu daun mint akan mengolahnya menjadi teh.
Cara Memulai Bisnis Budidaya Daun Mint
Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk memulai bisnis budidaya daunt mint beradasarkan penelusuran Mediaini dari berbagai sumber.
1. Pilih Bibit
Langkah pertama dalam memulai bisnis budidaya daun mint dengan memilih bibitnya terlebih dahulu. Ada baiknya memilih bibit daun mint dengan kesempatan subur dan panen lebih besar. Dengan demikian, Anda terhindar dari gagal panen.
2. Persiapan Bibit
Lalu, di langkah kedua dalam memulai bisnis budidaya daun mint adalah dengan mempersiapkan bibit. Anda dapat membeli bibit tanaman mint dari toko pertanian. Anda juga dapat memperbanyak bibit sendiri tentunya membaca panduan dulu.
3. Peralatan
Di langkah ketiga dalam memulai bisnis budidaya daun mint adalah dengan menyiapkan peralatannya. Anda dapat menyiapkan media tanaman seperti polybag dalam jumlah yang bermacam-macam hingga peralatan seperti cangkul.
4. Penanaman
Selanjutnya di langkah keempat dalam memulai bisnis budidaya daun mint adalah memasuki masa penanaman. Anda perlu menyiapkan media pot, mengkombinasi pupuk kandang serta tanah, hingga memasukkan media tanam seperti pot.
5. Penyiraman
Di langkah kelima dalam memulai bisnis budidaya daun mint adalah dengan melakukan penyiraman. Adapun proses penyiraman daun mint tidak harus sering. Anda cukup menyiramnya satu kali dalam satu hari.
6. Pemupukan
Di langkah keenam dalam memulai bisnis budidaya daun mint adalah dengan pemupukan. Anda dapat mengginakan pupuk organic ataupun anorganik. Anda juga dapat menggunakan pupuk kandang dengan dosis 30 ton/ ha.
7. Penyiangan
Di langkah ketujuh dalam memulai bisnis budidaya daun mint adalah melakukan penyiangan. Ada pun proses penyiangan ini dapat dilaksanakannya sebanyak satu kali dalam satu minggu. Anda juga dapat melakukannya jika gulma telah nampak.
8. Penyulaman
Lalu, di langkah kedelapan dalam memulai bisnis budidaya daun mint adalah dengan melakukan penyulaman. Lakukan penyiraman secara teratur. Lakukan penyulaman saat Anda mendapati tumbuhan yang tidak berkembang hingga mati.
9. Pengendalian Hama
Langkah kesembilan dalam memulai bisnis budidaya daun mint adalah dengan melakukan pengendalian hama. Ada pun hama yang sering menyerang daun mint adalah ulat pemakan hingga serta tungau merah..
Tips Merawat Daun Mint
Dalam merawat daun mint, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Adapun tempat ideal dalam menanam daun mint adalah tempat yang lembab. Anda dapat menanamnya di sepanjang tepi sungai.
Ada juga yang harus Anda perhatikan untuk tanaman mint yang ditanam di luar ruangan. Anda dapat menggunakan mulsa ringan untuk perawatan. Dengan demikian, kondisi kelembaban tanah akan terjaga dan daun pun bersih.
Soal sinar matahari juga menjadi perhatian khusus. Tanaman mint sendiri akan tumbuh di bawah sinar matahari penuh apabila Anda rajin menyiramnya. Namun, tanaman mint akan bisa bertahan dalam kondisi yang cukup teduh.
Hal lain yang harus Anda perhatikan adalah kondisi tanah. Ada oun tanaman mint dapat beradaptasi dengan sebagian besar jenis tanah. Namun, tanaman ini akan lebih subur bila ditanam di tanah yang subur dengan pH sedikit asam hingga netral. (Tri Puspitasari)


























