MEDIAINI.COM – Video seorang ibu yang curhat tentang sulitnya mendampingi belajar online anaknya, viral di media sosial. Fenomena soal susahnya menemani anak belajar online memang berhembus kencang selama pandemi.
Sekolah atau belajar online membuat peran orang tua mendapat porsi yang lebih banyak dibanding sebelumnya. Hal ini membuat beberapa orang tua merasa kerepotan, baik itu soal waktu, tenaga, dan pikiran. Pasalnya, tak sedikit anak yang kesulitan belajar melalui daring. Anak cenderung tidak paham dengan materi pelajaran dan cepat bosan.
Di tengah kerepotan tersebut, bimbingan belajar kini mulai dilirik sebagai solusi baru. Bimbingan belajar dianggap bisa membantu anak untuk bisa lebih memahami materi belajar secara lebih mendalam.
Bimbel Konvensional atau Online
Bimbingan belajar telah menjadi andalan orang tua sejak lama, terutama untuk membantu anaknya dalam memahami materi pelajaran. Bimbel juga jadi pilihan favorit ketika para buah hati menjelang kenaikan ke jenjang berikutnya. Sebabnya, untuk masuk ke sekolah favorit ataupun universitas favorit dibutuhkan perjuangan ekstra. Di sinilah peran bimbel mulai terlihat. Bimbel akan membuat skema belajar yang cocok bagi kebutuhan siswa.
Kini bimbingan belajar memiliki dua tipe, bimbel konvensional dan bimbel online. Bimbel konvensional adalah bimbingan belajar yang masih bertatap muka secara langsung. Bimbel konvensional masih eksis hingga hari ini, sebab interaksi belajar yang dilakukan secara langsung bisa membuat fokus siswa menjadi lebih baik. Alhasil, materi pelajaran bisa lebih dipahami dengan mudah.
Biaya bimbel konvensional bervariasi tergantung kepada jenjang pendidikan, namun umumnya berkisar Rp2 juta hingga Rp25 juta. Dengan biaya tersebut, peserta bimbel akan mendapat ruang kelas yang nyaman, modul, tryout, dan evaluasi belajar anak.
Kemudian, tipe bimbel kedua adalah bimbel online. Di bimbel ini peserta tak perlu mendatangi tempat bimbel, cukup belajar dari gawai masing-masing secara mandiri. Proses belajarnya, peserta akan melihat tayangan video yang berisi konten pelajaran.
Meski tanpa interaksi secara langsung, peserta bimbel bisa melakukan tanya jawab seputar materi yang belum dimengerti menggunakan fitur chat. Keunggulan dari bimbel online, saat melaksanakan tryout, hasil akan langsung keluar sehingga akan mempercepat proses evaluasi peserta didik.
Selain itu, bimbel online juga lebih terjangkau dibanding mengikuti bimbel konvensional. Perbedaan harga dari bimbel online bisa sampai 50 persen. Hal ini karena bimbel ini tak memerlukan fasilitas fisik seperti ruang kelas, listrik, dan sebagianya.
Baca juga : Deretan Tempat Les Calistung untuk Anak Usia Dini, Mana yang Terbaik?
Plus Minus Belajar Online
Sejalan dengan berlakunya sistem sekolah online lantaran wabah, bertumbuhan pula kelas-kelas bimbel online. Banyak orang yang tadinya ragu dengan bimbel online, kini mulai percaya.
Berdasar penelusuran Mediaini.com di ranah daring, ada banyak plus minus yang dimiliki sistem belajar online ini. Psikolog anak dan remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, mengungkap beberapa keunggulan belajar online.
Menurutnya, anak-anak menjadi lebih mandiri dalam proses belajar. Secara tidak langsung tanggung jawab anak terhadap tugas yang harus ia kerjakan menjadi terbentuk. Terlebih, belajar online memaksa anak-anak untuk mengerti teknologi lebih cepat dari sebelumnya.
Selain itu, jam belajar anak juga menjadi fleksibel. Anak-anak tidak lagi terpaku pada jam masuk sekolah dan jam selesai sekolah. Alhasil, waktu bermain anak dan berinteraksi dengan orang tua menjadi lebih banyak.
Namun, di saat yang sama, belajar online juga memiliki kekurangan. Interaksi yang dilakukan oleh anak hanya terbatas kepada orang tua dan keluarga saja. Interaksi anak kepada teman sebaya yang biasa dilakukan di sekolah menjadi berkurang drastis.
Belajar online juga mau tak mau membuat anak jadi lebih sering memegang gawai. Di sini, orang tua perlu memberi batasan durasi penggunaan gawai. Bukan tidak mungkin, jika terlalu sering menggunakan gawai, akan ada efek negatif yang timbul. (Chelsea Venda)



























Discussion about this post