SEMARANG, MEDIAINI.COM – Gaya hidup modern yang serba praktis ternyata membawa dampak serius bagi kesehatan masyarakat. Pola makan tinggi lemak, minim aktivitas fisik, serta tingginya tingkat stres menjadi faktor pemicu meningkatnya kasus batu empedu di Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan.
Melihat kondisi tersebut, Columbia Asia Hospital Semarang menghadirkan layanan teknologi ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography), sebuah metode diagnostik dan terapi saluran empedu serta pankreas tanpa harus melalui operasi bedah konvensional.
Berdasarkan data epidemiologi di Indonesia, prevalensi penyakit batu empedu diperkirakan mencapai 10 hingga 15 persen dari populasi dewasa. Menariknya, penyakit ini kini tidak hanya menyerang usia lanjut, namun juga mulai banyak ditemukan pada kelompok usia produktif. Bahkan, perempuan disebut memiliki risiko hingga tiga kali lebih tinggi mengalami gangguan batu empedu dibanding laki-laki.
Gejala awal seperti nyeri ulu hati, mual, hingga gangguan pencernaan kerap dianggap sebagai sakit maag biasa. Padahal, jika tidak segera ditangani, penyumbatan saluran empedu dapat menyebabkan komplikasi serius seperti infeksi berat (kolangitis) maupun peradangan pankreas (pankreatitis).
Dokter Spesialis Bedah Digestif Columbia Asia Hospital Semarang, Dr. dr. B. Parish Budiono menjelaskan, teknologi ERCP menjadi solusi modern yang memungkinkan pasien mendapatkan diagnosis sekaligus tindakan medis dalam satu prosedur.
“Banyak pasien yang terlambat ditangani karena takut menjalani operasi besar. Padahal, dengan teknologi ERCP, tindakan intervensi dapat dilakukan tanpa sayatan perut. Pasien bisa langsung mendapatkan penanganan seperti pengambilan batu empedu maupun pemasangan stent dalam satu prosedur,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Columbia Asia Hospital Semarang, dr. Herman Kristanto menegaskan bahwa kehadiran layanan ERCP merupakan bentuk komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang aman, efektif, dan nyaman bagi masyarakat.
“Kami memahami masyarakat menginginkan hasil pengobatan maksimal dengan risiko seminimal mungkin. ERCP menjadi jawaban bagi pasien yang membutuhkan penanganan efektif tanpa harus menjalani operasi besar,” ujarnya.
Dengan hadirnya teknologi ini, masyarakat Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang dan sekitarnya, kini memiliki akses terhadap layanan kesehatan berstandar internasional yang mengedepankan teknologi minimal invasif atau tanpa bedah.
Selain itu, pihak rumah sakit juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala gangguan pencernaan yang kerap dianggap sepele. Deteksi dini dan pemeriksaan medis yang tepat dinilai menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi serius akibat penyakit batu empedu.






















