Untuk yang Jago Melukis, Ini Cara Mudah Dapatkan Uang dari Corat-coret

Share artikel ini

MEDIAINI.COM – Hobi melukis bisa jadi potensi bisnis. Ada banyak peluang bisnis dari hobi melukis yang bisa menggendutkan pundi-pundi. Tergantung bagaimana berkreasi dalam mengelola bisnis dari hobi itu sendiri.

Modal Awal Hobi Melukis

Sebuah bisnis pasti membutuhkan modal dan persiapan. Untuk memulai bisnis lukis, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Di fase awal, paling tidak seorang pelukis harus memiliki kuas. Harga kuas sendiri berkisar 50-80 ribu rupaih per set. Sedangkan media lukisnya bisa menggunakan kanvas dengan rentang harga antara 13-50 ribu rupiah per satuan. Atau bisa juga menggunakan sketchbook dengan harga 50-150 ribu rupiah.

Bahan untuk melukis sendiri mempunyai beberapa varian. Misalnya cat air yang bisa didapat seharga 120 – 150 ribu rupiah per 12 warna. Atau cat minyak dengan harga 50 – 150 ribu rupiah per 12 warna. Jika ditotal, modal awal yang perlu dipersiapkan minimal 400 – 600 ribu rupiah.

Tips Memulai Bisnis

Jika alat dan bahan sudah tersedia, maka langkah selanjutnya adalah membuat karya. Setelahnya, tentu saja mempromosikan bisnis agar diketahui banyak orang. Mulailah dengan memposting karya lewat akun sosial media. Selain jadi lapak promosi, sosial media bisa juga dijadikan tempat Anda bertransaksi dengan konsumen.

Promosi mouth to mouth juga salah satu yang efektif. Minta bantuan ke rekan-rekan terdekat untuk mempromosikan bisnis yang sedang dijalankan. Terakhir, bisa juga dengan mengikuti pameran seni agar karya bisa lebih dikenal lagi di kalangan luas.

Ide Bisnis

Jika hobi corat-coret, Anda bisa menjajal profesi ilustrator. Biasanya seorang ilustrator akan diberi project untuk menggambar cover sebuah buku, sampul album musik, poster, dan lain sebagainya. Meski bekerja sesuai intuisi dan skill masing-masing, namun ilustrator bekerja sesuai pesanan konsumen. Jadi konsep gambar, isi cerita hingga nuansa warna, sesuai dengan koridor dari konsumen.

Profesi kedua yang bisa ditekuni adalah sketsa wajah. Jangan mentok menggambar wajah artis terkenal saja. Bisniskan saja dengan membuka jasa menggambar sketsa wajah ke teman-teman terdekat dan keluarga.

Ketiga, adalah desain interior. Sekarang ini hotel, kafe, restoran semakin memperhatikan desain tempat yang menarik. Salah satunya adalah dengan menyewa desain interior untuk memberikan sentuhan pada sisi estetika ruangan. Peluang bisnis ini bisa diambil jika menyukai dunia desain interior.

Keempat adalah menggambar komik. Saat ini dunia komik terus berkembang masuk ke ranah digital. Banyak perusahaan sedang mencari freelance untuk orang yang bisa menggambar komik.

Kelima, adalah melukis tas dan sepatu.Peluang usaha kreatif ini memiliki harga jual di pasaran yang cukup tinggi. Sebab sepatu lukis adalah produk handmade, bernilai eksklusif.

Baca juga : Menyulap Hobi Kreatif Jadi Peluang Bisnis yang Menguntungkan

Pelaku Industri Kreatif

Prospek bisnis melukis di Indonesia terus tumbuh pesat termasuk di kota Semarang. Salah satunya adalah bisnis sepatu lukis De Widji Lukis yang lahir di tahun 2015. Founder De Widji Lukis, Wiwik, mengatakan potensi bisnis sepatu lukis ini sangat besar. “Produk saya kan ada bermacam-macam, ada tas lukis, baju lukis. Sepatu lukis ini termasuk yang banyak peminatnya.” Kata Wiwik saat dihubungi Mediaini.com melalui sambungan telepon.

Saat ini selain mengandalkan jualan online, produknya juga dipasarkan di tempat wisata Dusun Semilir Bawen. “Salah satu yang membuatnya menarik adalah sepatu ini bisa custom gambar sesuai keinginan klien, jadi sepatu terkesan limited edition,” tambahnya.

Wiwik mematok sepatunya seharga Rp 180 ribu untuk ukuran dewasa dan Rp 130 ribu untuk anak-anak. De Widji Lukis sangat mengandalkan promosi di media sosial, lewat Instagram, Facebook, Sampai Whatsapps. Produk sepatu dari De Widji juga pernah lolos kurasi dari Kotamadya dan bisa melakukan pameran di galeri di Kota Lama.

Sementara itu, ER’D Painting Art, berfokus di tas lukis. Erny Yudha, pemilik ER’D Painting Art, menyediakan tas lukis dengan banyak varian bahan. Mulai dari kulit sintetis sampai kain blacu dan goni. “Untuk range harganya sendiri mulai dari Rp 125 – 500 ribu,” kata Erny

Erny melakukan promosi lewat sosial media dan mengikuti pameran-pameran. Erny juga bergabung dalam komunitas Woman Painter Community (Wopanco), tempat ia bisa menimba kabar seni dan lukisan paling update. “Seperti sekarang, yang sedang tren dan paling laku saat ini adalah masker lukis,” tambahnya.

Bisnis masker lukis cukup membantu bisnisnya bertahan di kala pandemi. Selama 3 bulan terakhir ini, hampir setiap hari dirinya kebanjiran order masker lukis. Erny menyadari dinamika perubahan selera di masyarakat berlangsung dengan cepat. “Dulu yang laku adalah tas, lalu pindah ke mukena, sekarang masker,” katanya

Menurutnya, salah satu kunci bisnisnya bertahan adalah terus berinovasi dan menciptakan hal baru yang berbeda dari lainnya. (Chelsea Venda).