MEDIAINI.COM – Para pelaku bisnis harus memikirkan brand bisnis untuk mengembangkan usaha mereka. Dengan sederhana, brand engagement dapat diartikan sebagai interaksi yang terbentuk antara pelanggan dengan sebuah brand yang saling terikat. Interaksi ini tidak hanya berhenti di proses pembelian dan penggunaan produk. Interaksi yang diharapkan oleh pelaku bisnis adalah menerima kepercayaan dari konsumen kepada brand.
Pada dasarnya, brand engagement adalah ikatan emosional konsumen kepada suatu brand produk tertentu. Tidak ada standar tertentu dalam brand engagement karena setiap perusahaan memiliki indikator yang berbeda.
Brand engagement juga menjadi bentuk komunikasi atau interaksi dua arah antara sebuah brand dengan konsumennya. Kunci kesuksesan sebuah brand adalah interaksi. Semakin tinggi tingkat interaksi yang terjadi, maka semakin sukses pula brand engagement yang terbentuk.
Dikutip dari Involve terdapat 3 poin yang dapat membuat brand engagement sukses. Tiga poin tersebut ialah menarik perhatian, memulai percakapan, dan memuaskan pelanggan dengan janji yang diberikan oleh brand itu sendiri. Dengan brand engagement, akan menimbulkan tingkat loyalitas yang tinggi terhadap sebuah brand.
Level Brand Engagement
1. Menerima Konten
Level brand engagement yang pertama adalah menerima konten. Pada level ini, konsumen menerima konten yang dibuat oleh sebuah brand, bisa berupa foto, video, tulisan, atau audio.
Pada umumnya, konsumen menerima konten tersebut dari media sosial. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan mereka juga mengonsumsi konten melalui situs resmi brand. Semakin banyak dan semakin menarik konten yang diterima oleh konsumen, maka semakin besar pula kemungkinan para konsumen masuk ke tahap level brand engagement selanjutnya.
2. Menunjukkan Dukungan
Setelah menerima konten, konsumen berpotensi menunjukkan dukungannya yang lebih pada sebuah brand. Dukungan ini bisa berupa like, follow, ataupun subscribe. Jika para konsumen sudah menunjukkan dukungannya, semakin besar pula kemungkinan brand untuk lebih dekat dengan mereka atau para konsumen.
3. Berpartisipasi dalam Percakapan
Level brand engagement selanjutnya adalah berpartisipasi dalam percakapan. Pada media sosial, percakapan ini bisa konsumen lakukan dengan cara ikut serta dalam memberi komentar atau ulasan singkat, dengan membalas Instagram story, dan diskusi-diskusi lainnya yang diciptakan oleh sebuah brand. Level ini menunjukkan bahwa konsumen mulai memasuki brand bubble dan mengidentifikasikan brand.
4. Menyebarkan pada Orang Lain
Ketika konsumen sudah menunjukkan ketertarikan pada sebuah brand, mereka berpotensi untuk menyebarkan informasi baik tentang brand tersebut kepada orang lain.
Level ini menjadi tahap yang penting bagi suatu brand sebab suatu brand bisa memperluas cakupannya ke orang-orang yang dikenal tentang brand tersebut.
Ditambah lagi, brand akan dipandang sebagai sesuatu yang memiliki citra baik. Oleh karena itu, ada banyak potensi dimana orang-orang yang baru mengenal brand tersebut mulai menyukainya.
Biasanya, level ini ditunjukkan dengan konsumen yang membagikan konten yang berhubungan dengan brand kepada orang lain dalam bentuk share melalui chat, direct message, hingga Instagram story.
5. Hadir secara Fisik
Banyak brand memilih untuk melakukan brand activation dengan cara mengadakan sebuah acara. Kegiatan yang dilakukan bisa bermacam-macam, tergantung karakteristik dari brand itu sendiri.
Konsumen bisa dikatakan semakin tertarik dengan suatu produk ketika bersedia hadir secara fisik pada acara tersebut. Misalnya, mereka mengunjungi stand, bazaar, hingga kompetisi yang diselenggarakan untuk mengetahui brand tersebut sedang meluncurkan produk apa saja.
6. Membuat Konten dengan Brand
Level brand engagement yang berikutnya adalah lanjutan dari poin keempat, yaitu menyebarkan pada orang lain. Konsumen mungkin akan menyebarkan konten brand Anda melalui berbagai platform atau media sosial apa saja. Akan tetapi, lebih baik jika mereka membuat konten sendiri yang disertai dengan brand Anda.
Sebagai contoh, brand yang kamu bentuk bergerak di bidang food and beverage. Kemudian, banyak konsumen yang melakukan review brand tersebut secara sukarela di YouTube, Instagram, dan berbagai platform lainnya.
7. Membeli Produk atau Jasa
Untuk beberapa perusahaan, membeli suatu produk atau jasa merupakan tahap akhir dari sebuah brand engagement. Akan tetapi dalam beberapa kondisi, membeli produk atau jasa tidak sama dengan brand engagement yang sudah berhasil sebelumnya.
Ada berbagai alasan yang bisa membuat seseorang membeli produk atau jasa. Jika mereka membeli dengan alasan memang tertarik dengan produk atau jasa brand tersebut, hal ini bisa termasuk sebagai bagian dari brand engagement. Di sisi lain, ketika mereka hanya membeli produk atau jasa karena diskon atau promo, maka itu bukan didasari oleh brand engagement yang kuat, atau lebih tepatnya kurang tertarik. (Rusydi/Erni)

























