MEDIAINI.COM -Bisnis makanan mempunyai potensi yang amat menggiurkan, salah satunya bisnis ayam geprek. Karena makanan merupakan kebutuhan semua manusia dan bisnis ayam geprek sedang naik daun, kali ini Mediaini.com akan membahas tipsnya. Jika Anda ingin menjalankan bisnis ayam geprek yang sangat menjanjikan, simak beberapa tips berikut ini sebelum memulainya.
1. Pemilihan Lokasi Bisnis Ayam Geprek yang Strategis
Anda bisa melakukan survei dan menandai tempat yang tepat untuk membuka usaha bisnis ayam geprek. Biasanya, banyak sekali orang yang tidak memperhatikan faktor ini. Padahal, pemilihan lokasi dalam menjalankan sebuah bisnis usaha sangatlah perlu diperhatikan untuk menunjang keberhasilan produk yang ingin Anda jual.
Jadi, sebelum Anda menjalankan bisnis ayam geprek, usahakan melakukan survei atau riset terkait tempat yang akan dipakai untuk jualan. Jika pemilihan tempat kurang tepat, produk yang akan dijual akan mendapatkan peluang untung yang sangat kecil.
Kemudian, lokasi seperti apakah yang cocok untuk menjalankan bisnis ayam geprek? Usahakan survei tempat yang memungkinkan berdekatan dengan sekolahan, kampus, mall, ataupun pusat keramaian lainnya. Lalu, cari lokasi yang mudah diakses, seperti di jalan raya besar yang terlihat oleh pandangan orang yang sedang melewatinya. Hal ini akan menjadikan bisnis ayam geprek Anda meraih untung lebih, meski saat ini sudah banyak yang menyediakan layanan pesan antar makanan menggunakan aplikasi ojek online.
2. Pemilihan Supplier Ayam dan Bahan Lainnya
Usahakan mendapatkan supplier yang benar-benar sebagai produsen langsung atau produsen utama. Hal ini tentu akan membuat keuntungan Anda menjadi jauh lebih besar dibandingkan bekerja sama dengan supplier yang sudah berstatus tangan kedua, ketiga, dan seterusnya.
Jangan bergantung pada satu supplier karena memiliki satu supplier saja adalah kesalahan dalam berbisnis ayam geprek. Bagaimana ketika saat Anda ingin membutuhkan ayam potong dari supplier Anda, namun stock mereka sedang habis ataupun tidak ada, maka usaha yang Anda jalankan akan terhambat.
Tak hanya itu saja kelebihan dari memiliki jumlah supplier lebih dari satu. Anda juga dapat membandingkan harga antara supplier pertama dengan supplier yang kedua, atau ketiga.
Berikutnya adalah mempersiapkan bahan dan peralatan, seperti apa penyusunannya? Melakukan perhitungan sesuai kerangka biaya dengan budget yang anda ingin jadikan sebagai bisnis ayam geprek. Dengan begitu, dapat mengurangi beban menjalankan usaha bisnis tersebut.
Yang terakhir, pemilihan produk berkualitas juga sangat penting. Untuk Anda disarankan wajib memilih bahan dasar yang mempunyai nilai mutu yang tinggi. Misalnya, menyiapkan daging ayam dari supplier yang terpercaya, lalu menyiapkan bumbu-bumbu pilihan dan beberapa bahan lain untuk menu pendamping. Jadi, Anda juga perlu memasukkan kedalam rancangan biaya yang dikeluarkan saat bisnisnya berjalan.
3. Penyusunan Rencana Usaha dalam Bisnis Ayam Geprek
Rencana usaha bisa dibilang sebagai strategi berjualan yang harus dilakukan agar bisnis ayam geprek Anda laku terjual dan banyak disukai oleh masyarakat. Dengan rencana usaha yang harus Anda buat, nantinya akan digunakan untuk mengatur berjalannya usaha ayam geprek.
Biasanya, banyak orang-orang ketika memulai usaha mengabaikan hal seperti ini. Rencana usaha sangatlah penting jika dipersiapkan dengan matang. Rencana usaha yang matang akan membantu Anda dalam mencapai keberhasilan bisnis ayam geprek. Bagaimana bisa terjadi? Rancangan bisnis ayam geprek dapat mengantisipasi permasalahan dalam melakukan sebuah usaha dan solusi yang terkait saat menghadapi masalah.
4. Mempersiapkan Modal dan Strategi Promosi untuk Bisnis Ayam Geprek
Langkah final ialah menyiapkan modal yang akan dikeluarkan untuk bisnis ayam geprek anda. Modal usaha ayam geprek pasti bergantung pada masalah modal awal yang Anda miliki. Dengan begitu, untuk mempermudah perhitungan modal awal, dapat dirinci sebagai berikut.
peralatan masak dan makan: sekitar Rp3 juta
meja dan kursi: sekitar Rp. 3 juta
biaya promosi: sekitarRp1 juta
biaya sewa tempat: sekitar Rp5 juta
biaya operasional: sekitar Rp15 juta
biaya cadangan: sekitar Rp2 juta
Total biaya yang dikeluarkan sekitar Rp27 juta.
Namun demikian, Anda jangan terpaku pada rincian biaya di atas. Biaya bisa Anda sesuaikan dengan kemampuan kantong yang akan Anda keluarkan. Seperti misalnya, sudah ada lahan atau tempat sendiri, maka seharusnya Anda tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk biaya sewa tempat bisnis ayam geprek.
Untuk strategi promosinya, Anda dapat menggunakan sosial media. Mengapa media sosial? Karena saat ini media sosial sangat disarankan untuk dijadikan media berpromosi. Pengambilan foto atau video yang tepat dan pemilihan caption yang menarik akan meningkatkan ketertarikan masyarakat terhadap bisnis ayam geprek Anda. Apalagi, ketika akun media sosial Anda memiliki banyak followers, tentunya akan memudahkan Anda dalam menginformasikan iklan bisnsi ayam geprek Anda. (Nashih/Erni)
Sumber gambar: ilustrasi Pixabay


























