MEDIAINI.COM – Pernahkah kamu membeli suatu produk, lalu mendapat pelayanan yang kurang baik?
Itu berarti, brand experience atau pengalaman brand produk terkait belum maksimal.
Memangnya, apa hubungannya kualitas layanan dengan pengalaman ini?
Bukankah memberi layanan terbaik sering dianggap gimmick belaka?
Kita mulai pembahasan dari definisi.
Mengutip artikel yang terbit di Journal of
Marketing, pengalaman merek merupakan sensasi, perasaan, pikiran, dan respons perilaku.
Respons-respons ini dipicu oleh identitas atau desain dari brand. contohnya adalah kemasan, cara dan gaya komunikasi, hingga lingkungan.
Definisi ini juga sejalan dengan apa yang disampaikan Widen.
Mereka menambahkan, pengalaman ini muncul atas hasil interaksi lewat berbagai saluran atau media.
Kata Rock Content, brand experience erat kaitannya dengan memperkuat hubungan di antara pelanggan dan brand.
Brand experience dapat dirasakan secara langsung maupun secara tidak langsung saat konsumen melihat iklan atau juga saat pemasar mengkomunikasikan produk melalui website.
Terdapat 4 indikator dari brand experience
1. Sensorik; menciptakan pengalaman melalui penglihatan, suara, sentuhan, bau dan rasa.
Biasanya hal ini digunakan dengan cara video promosi yang menjajikan ,mulai dari pemeran atau cinematography yang memanjakan mata ketika kita menonton nya.
2. Afeksi; pendekatan perasaan dengan mempengaruhi suasana hati, perasaan dan emosi.
Afeksi ini bisa kita temui ketika suatu produk dalam bentuk jasa ,misal Ojek Online yang menawarkan kenyamanan ,cepat dalam penjemputan ,helm yang safety dan pengemudi mengemudi dengan nyaman.
Hal tersebut akan membuat konsumen akan memakai produk tersebut lagi dan lagi bahkan bisa menyebarkan ke kerabat dekatnya secara otomatis.
3. Perilaku; menciptakan pengalaman secara fisik, pola perilaku, gaya hidup.
Mendapatkan experience yang bisa dirasakan secara langsung memang sangat sulit tapi itu merupakan tantangan bagi perusahan untuk membuat brand yang mempunyai hal tersebut.
4. Intelektual; menciptakan pengalaman yang mendorong konsumen terlibat dalam pemikiran seksama keberadaan suatu brand.
Kita bisa mendapatkan dan merasa relate dengan apa yang disuguhkan oleh suatu brand merupakan brand experience sangat luar biasa.
Nah, sekarang, kenapa pengalaman merek harus diperhitungkan?
Mengapa tidak menciptakan interaksi yang seadanya saja atau bisa dibilang alakadarnya saja?
Ternyata, pengalaman ini mampu meningkatkan brand loyalty hingga brand image.
Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang terbit di Asian Journal of Management Sciences & Education.
Bukan hanya itu saja, lho. Mengutip artikel yang terbit di Journal of Retailing and Consumer Services, brand experience mampu meningkatkan customer willingness–to–pay (WTP).
Melansir Harvard Business School, WTP merupakan harga maksimal seorang pelanggan mau membeli produkmu.
Jika harga produk lebih dari itu, pelanggan tak ingin tertarik membelinya.
Sudah terbayangkan bagaimana pentingnya brand experience untuk menambahkan keuantungan dan kemajuan dalam bisnis yang akan di jalankan nantinya.
Kita juga punya tips nih bagaimana cara memaksimalkan strategi dalam menjalankan brand experience ini.
Berikut tips nya:
1. Miliki Tujuan Merek
Coba kamu lihat perusahaan sepatu Nike.
Dia bukan hanya menjual sepatu saja, melainkan juga punya tujuan merek.
Perusahaan ini memotret dirinya sebagai pemasok ambisi dan tujuan-tujuan yang berkaitan dengan olahraga.
Tujuan merek seperti inilah yang bisa meningkatkan brand experience.
Ia membedakanmu dengan merek-merek lain yang serupa serta mempunyai ciri khas tersendiri.
2. Manfaatkan Teknik Storytelling
Bagaimana merekmu dibangun? Apa ada “misi” di baliknya?
Jangan-jangan, malah ada pengalaman unik dari konsumen brand-mu?
Cerita-cerita ini bisa meningkatkan pengalaman merek.
Kamu bisa membagikannya lewat media sosial, blog, hingga video juga kalau kalian mempunyai effort lebih bisa kalian buatkan film pendek dan di share melalu kanal youtube.
Supaya tersalurkan dengan baik apa pesan yang kalian ingin sampaikan.
3. Konsisten
Desain seperti apa yang digunakan oleh brand-mu?
Apa nama font-nya?
Apakah semua itu sudah konsisten?
Ternyata, identitas merek ini bisa membentuk brand experience.
Kamu wajib membuatnya konsisten.
Sadar atau tidak, pengalaman customer bisa meningkat karena konsistensi ini, lho.
Semisal brand sepatu Compas ,mereka selalu menjual barang dengan stok limit dan dengan harga yang lumayan bersaing.
Selain itu , mereka juga membuat kualitas serta bahan yang terjamin ,ini menandakan kualitas yang tetap dan system yang tetap walau ada pembaharuan sedikit tapi tetap menjaga ke konsistensiannya.
4. Prioritaskan Pengalaman
Penjualan memang harus mencapai target.
Biar bagaimanapun, keuangan perusahaan wajib bersifat sehat.
Dengan begitu, bisnis bisa terus berjalan.
Akan tetapi, kamu tak boleh lupa dengan pengalaman para pembeli.
Sebab, apa yang terjadi sebelum, saat, dan setelah penjualan, adalah bagian yang diingat oleh customer.
Siapa tahu, setelah membeli produkmu, mereka kembali lagi untuk jadi langganan.
Lebih jauh lagi, bisa saja mereka memberikan testimoni positif.
Testimoni ini bisa mendatangkan lebih banyak customer, lho.
Oleh karena itu, selalu perhatikan pengalaman seorang pembeli.
Saat ia baru datang ke toko atau website-mu, bagaimana kamu menyambutnya?
Dan bagaimana kamu melayani dan memanjakan customer dengan baik itu juga bisa jadi point plus dalam brand experience nantinya.
Begitulah tips dan sedikit ulasan mengenai brand experience yang bisa kawan-kawan ambil inti sarinya dan terapkan bagaimana cara meluaskan peluang produk kalian menjadi besar.

























