Pilah Pilih Bisnis Cuci Sepatu, Waralaba Mana yang Paling Potensial?

Share artikel ini

MEDIAINI.COM – Maraknya tren koleksi sepatu branded berbanding lurus dengan meningkatnya bisnis cuci sepatu. Hal ini lantaran sepatu branded memiliki perawatan yang khusus, yang tak semua orang bisa menanganinya. Alhasil, banyak orang yang akhirnya berlari ke gerai-gerai cuci sepatu.

Tak mengherankan jika bisnis cuci sepatu kian menjamur. Prospek bisnis yang semakin cerah jadi alasan banyak pelaku bisnis tertarik untuk terjun, baik memilih konsep cuci sepatu rumahan atau cuci sepatu franchise. Semua saling berlomba menawarkan kualitas terbaiknya.

Rekomendasi Waralaba Cuci Sepatu

Bagi pemula, memilih bisnis waralaba adalah langkah yang aman. Sebab, pelaku bisnis hanya perlu menjalankan konsep dan SOP yang telah disusun oleh si pemilik waralaba. Tak perlu lagi repot-repot memikirkan logo brand, konsep, dan lain-lain.

Waralaba cuci sepatu sendiri sudah menjamur. Ada banyak brand yang siap dipinang. Manakah yang terbaik? Berikut hasil penelusuran dari Mediaini.com:

Soc Clean

 

View this post on Instagram

 

A post shared by SOC.CLEAN® (@soc.clean) on

Soc Clean merupakan bisnis cuci sepatu yang berdiri sejak tahun 2015. Dimulai di Solo, kini Soc Clean telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Laju usaha yang berjalan dengan baik membuat Soc Clean mulai menawarkan paket waralaba setahun setelahnya.

Sistem waralaba yang dijalankan adalah jual beli putus. Beberapa keunggulannya adalah bahan baku diproduksi oleh Soc Clean sendiri sehingga kualitas terjaga. Kemudian, pelaku bisnis akan mendapatkan training dan sistem kerja karyawan. Proyeksi BEP bisa tercapai 6 hingga 11 bulan saja. Adapun untuk harga waralaba mulai dari Rp35 juta.

The Clean Bar

 

View this post on Instagram

 

A post shared by THE CLEAN-BAR (central) (@cleanbar) on

Berdiri sejak tahun 2014, The Clean Bar merupakan salah satu pionir cuci sepatu di Solo. Dengan konsep “Make it simple”, bisnis ini banyak disukai oleh masyarakat. Salah satu alasannya adalah karena cuci sepatu di The Clean Bar hanya berlangsung 25-30 menit saja.

Hingga saat ini The Clean Bar telah melebarkan sayap ke Surabaya, Bandung, Jakarta, Jogja, Manado, Banjarmasin dan berbagai kota lainnya. The Clean Bar membuka waralaba dengan harga Rp85 juta hingga Rp90 juta, tergantung bentuk booth. The Clean Bar cocok bagi yang ingin memiliki bisnis di mall. Modal tersebut sudah mendapatkan booth, training, pendampingan usaha, seragam, materi promo, SOP, mesin kasir, hingga TV LCD 21 inch untuk display promo.

Kendati demikian, The Clean Bar juga menawarkan paket waralaba tanpa booth seharga Rp50 juta. Di paket ini, mitra bisa mendesain booth sesukanya. Namun material, environment, dan branding tetap dari the Clean Bar. BEP dapat tercapai dalam kurun waktu 4 bulan.

Love Shoes and Bag

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Love_shoes (@love_shoesandbag) on

Love Shoes and Bag berlokasi di Bekasi. Ini merupakan usaha cuci sepatu sekaligus cuci tas yang berdiri sejak tahun 2016. Paket kemitraan yang ditawarkan Love Shoes and Bag cenderung terjangkau. Hanya dengan Rp7,5 juta saja, pelaku bisnis sudah bisa menjadi mitra.

Nantinya pelaku bisnis akan mendapatkan booth standar, kursi, sikat khusus, microfiber, hair dryer, parfum cairan pembersih, banner dan baskom. Mitra juga akan mendapatkan training dan pendampingan selama dua hari. Salah satu daya tariknya adalah omzet rata-rata per harinya bisa mencapai Rp1 juta.

Pineleaf

 

View this post on Instagram

 

A post shared by PINELEAF CLEANER (@pineleaf) on

Pineleaf termasuk usaha cuci sepatu yang cukup terkenal di Indonesia. Saat ini sudah ada 284 outlet yang tersebar di berbagai daerah. Bahkan tiga di antaranya berada di luar negeri, yakni di Malaysia. Kesuksesan ini membuktikan bahwa Pineleaf adalah partner bisnis yang sudah teruji kualitasnya.

Harga waralaba yang ditawarkan pun terjangkau, dengan Rp5,5 juta saja pelaku sudah bisa membeli paket Indoor. Paket ini tidak termasuk booth, namun sudah mendapatkan alat dan bahan baku bisnis, training SOP dan manajemen, pendampingan, dan sertifikat resmi. Di Pineleaf keuntungan seratus persen milik mitra, tidak ada royalti ataupun bagi hasil.

Selain itu ada pula paket Indoor Premium seharga Rp9,5 juta dengan tambahan dua kali jumlah alat dan bahan baku. Lalu ada pula paket buka di mall yang sudah termasuk tenan sebesar Rp36 juta.

Shoebible

 

View this post on Instagram

 

A post shared by SHOEBIBLE (@shoe_bible) on

Gerai cuci sepatu asal Jakarta ini mulai berdiri sejak tahun 2014. Antusiasme yang besar membuat Shoebible membuka paket waralaba bagi mitra yang ingin bergabung. Ada dua paket yang ditawarkan, paket eksklusif Rp45 juta untuk wilayah Jakarta dan Rp60 juta untuk luar Jakarta.

Di paket ini mitra akan mendapatkan mesin cuci sepatu, mesin hot steamer, bahan baku dan alat pembersih. Selain itu, mitra juga mendapat seragam khusus, paket promosi seperti banner dan kartu nama, serta Ipad.

Sedangkan untuk paket reguler dihargai Rp15 juta untuk wilayah Jakarta dan Rp20 juta untuk luar Jakarta. Di paket ini mitra tak harus membuat gerai. Fungsinya sebagai tempat titipan jasa cuci sepatu dari pusat.

Plus Minus Waralaba

Sistem waralaba membuat pelaku bisnis bisa langsung terjun tanpa perlu memikirkan banyak hal, seperti manajemen bisnis. Sebab dengan memilih waralaba, pelaku bisnis hanya tinggal menjalankan sistem manajemen yang sudah ada sebelumnya.

Pelaku bisnis pun diuntungkan karena brand sudah lebih dulu dikenal. Semakin terkenal sebuah brand, semakin tinggi kepercayaan masyarakat terhadap jasa pelayanan yang ada.

Kemudian, sistem finansial dan pemasaran juga sudah terjamin. Dalam artian, sistem tersebut sudah terbukti berhasil di tempat lain. Jadi kemungkinan untuk gagal atau mengalami kerugian menjadi lebih kecil.

Kendati demikian, pelaku bisnis tak bisa leluasa mengatur bisnisnya. Sebab, semua perubahan mesti mendapat persetujuan dari pusat. Terlebih, ada beberapa aturan ketat seperti pasokan bahan baku yang harus membeli dari pusat. Pelaku bisnis tak bisa memilih pemasok dari luar yang memiliki harga lebih murah.

Sistem waralaba terkadang seperti dua mata pisau. Ketika satu waralaba di kota tertentu bermasalah, ada kemungkinan kepercayaan masyarakat akan menurun. Bukan hanya di waralaba di kota tersebut, tetapi waralaba di semua kota. Sebab, masing-masing waralaba membawa bendera yang sama. (Chelsea Venda).

Baca juga : Bisnis Cuci Sepatu Makin Diminati, Yuk Cek Modal dan Kiat Suksesnya