Mengenal Sejarah Cat Kuku dan Brand Kuteks Termahal di Dunia Seharga 3,3M

Share artikel ini

MEDIAINI.COM – Bisnis kecantikan adalah bisnis yang tak pernah sepi dan tak mungkin mati. Karena wanita sudah memuja kecantikan sedari dulu, dari zamannya Cleopatra, hingga kini.

Karena merupakan pasar yang selalu ramai, maka teknologi di lini ini terus berkembang. Inovasi demi inovasi terus dilakukan. Dari perawatan rambut hingga perawatan ujung-ujung kuku.

Khusus untuk kuku saja misalnya, banyak inovasi dan tren yang telah berkembang dari tahun ke tahun. Dari yang hanya berbekal cat kuku standar, hingga masuk era nail art yang indah juga menggoda.

Sejarah Cat Kuku 

Kapankah inovasi cat kuku terlahir di dunia? Konon katanya, cat kuku dan tradisi merawat kuku sudah berlangsung sejak 3000 SM di Tiongkok sana. Menurut penelusuran Mediaini.com, di waktu itu, perawatan cat kuku menggunakan tiga bahan utama yaitu putih telur, lilin dari rumah lebah dan gelatin.

Tradisi merawat kuku ini tentu saja tak dilakukan oleh semua wanita di Tiongkok. Hanya para bangsawan saja yang punya waktu dan modal untuk melakukan perawatan ini secara rutin.

Cerita ini didukung dengan sebuah bukti yaitu potret diri dari pemimpin perempuan Tiongkok yang berkuasa selama 43 tahun dari tahun 1861 hingga 1908. The Emperor Dowager Cixi, atau yang biasa disebut Cixi, memiliki potret diri yang lengkap dengan busana kebesarannya. Di situ nampak jelas terlihat, bahwa ia mengenakan sejenis aksesoris kuku panjang terjuntai dengan panjang sekitar 15cm. 

Pada masa Dinasti Chou, ditemukan pula bukti bahwa para wanita bangsawan memiliki tradisi mengecat kuku dengan warna emas dan abu-abu. Warna pada kuku ini digunakan sebagai penanda atau pembeda, antara golongan bangsawan dan rakyat jelata.

Di masa purba tersebut, cat kuku memang sudah mulai digunakan. Bahkan uniknya, tak hanya wanita yang mengaplikasikannya. Para tentara di Babilonia, mengecat kukunya dengan warna hitam dan hijau untuk menakuti musuh-musuhnya.

Cat Kuku Terus Berevolusi

Seiring berkembangnya zaman, cat kuku tak hanya masuk ke kamar para bangsawan saja, namun juga masuk ke dalam kamar-kamar rakyat biasa. Pembeda yang kentara di keduanya adalah, warna merah dan warna-warna menyala lain, hanya bisa digunakan oleh para darah bangsawan. Seperti halnya Cleopatra dan Nefertiti, yang menyukai warna merah menyala. Sedangkan wanita dari kalangan jelata, hanya boleh mengaplikasikan warna-warna tanah natural saja.

Pada awal abad ke-19, tepatnya di jaman Victoria, lahirlah salon kuku pertama di Paris. Bisa jadi, ini juga salon kuku pertama yang pernah ada di dunia. Perawatan kuku di salon tertua ini menggunakan perpaduan krim, bedak dan minyak.

Teknik tersebut, akhirnya dicontoh Mary E.Cobb, wanita Amerika, yang mendirikan salon Mrs. Cobb’s Manicure Parlors di Manhattan pada tahun 1878. Selepas budaya manicure merebak, Amerika terus menjadi pusat berkembangnya inovasi perawatan dan segala jenis hiasan kuku. 

Inovasi yang dilakukan pengusaha kecantikan di sana beragam. Inovasi menggunakan bahan cat mobil, ditengarai adalah yang menjadi cikal bakal lahirnya cat kuku khas milik Revlon.

Perkembangan Pesat Industri Kecantikan Kuku

Meski hampir seluruh wanita di dunia pernah dan terus jatuh cinta pada cat kuku atau kuteks, namun penyumbang keuntungan paling signifikan di industri ini adalah negara Inggris, Jerman dan Amerika. Penjualan cat kuku naik dari tahun ke tahun. Pada 2007 sendiri, penjualan ini mencapai angka 3 miliar dollar, dan naik terus menjadi 45 miliar dolar pada kwartal akhir 2012.  

Naiknya angka penjualan cat kuku berbanding lurus dengan naiknya industri pendampingnya, yaitu nail art. Teknik yang merebak sejak tahun 1981 ini terus mengalami pembaruan-pembaruan hingga kini. Dalam nail art, cat kuku dipadukan dengan ragam ornamen lain seperti bebatuan hingga berlian. Tentu saja, nail art menggunakan berlian hanya mampu dilakukan oleh selebritis kelas dunia seperti Rihanna atau Lady Gaga. 

Baca juga : Melirik Bisnis Nail Art, Hobi Melukis Kuku yang Bisa Berujung Jadi Cuan

Sensasi Kuteks Termahal Dunia

Inovasi cat kuku dan nail art ini terus berkembang dari waktu ke waktu. Hingga akhirnya lahirlah inovasi istimewa yaitu cat kuku yang berharga sangat mahal, menjangkau angka miliaran rupiah.

Berikut adalah cat kuku atau kuteks termahal di dunia menurut penelusuran Mediaini.com :

1. Chanel Feu De Russie

Kuteks ini dibanderol dalam harga Rp96 juta dan dirilis pada tahun 2007. Karena merupakan satuan koleksi Chanel dalam Moscow Fashion Weeks, maka kuteks ini mampu dilelang dalam harga gila-gilaan.

2. The Ice Manicure by Cherish Angula

Cherish Angula melepas produk kuteksnya dalam harga Rp676 juta. Kuteks ini memiliki harga selangit lantaran mengandung berlian 10 karat yang dipadukan dengan cat kuku warna putih. 

3. Gold Rush Couture by Models Own

Cat kuku ini dibanderol dalam harga Rp1,8 miliar. Beda dengan kuteks lain yang mengandung berlian, Models Own mengandung efek glitter dari emas asli. Botol cat kukunya sendiri, juga terbuat dari emas dan bertahtakan lebih dari 1100 berlian.

4. White Diamond by Azature

Yang menduduki peringkat atas sebagai kuteks termahal adalah cat kuku dari Azature. Cat kuku ini dirilis pertama kali pada 2013, hingga kini harganya sudah mencapat Rp3,3 miliar. Cat kuku ini mahal lantaran sesuai namanya, ia menggunakan 98 karat berlian putih. Tutup botol kuteksnya sendiri, bertahtakan lebih dari 1400 berlian putih. Azature sendiri juga mengeluarkan kuteks dengan campuran berlian hitam, yang dikabarkan memiliki harga jual jauh lebih tinggi. (Inten Esty).