Melirik Bisnis Nail Art, Hobi Melukis Kuku yang Bisa Berujung Jadi Cuan

Share artikel ini

MEDIAINI.COM – Banyak orang mengisi waktu luang mereka dengan hobi. Ada yang memancing, bersepeda, atau melukis. Hobi tak hanya bisa berakhir sebagai aktivitas senang-senang semata. Jika dijalankan dengan serius, hobi bisa jadi ladang bisnis yang menjanjikan. Sudah banyak sekali contoh pelaku bisnis sukses yang mengawali usahanya dari hobi.

Ragam hobi di sini bisa bermacam-macam. Sebenarnya, hampir semua hobi bisa dijadikan peluang bisnis. Salah satu contohnya, jika memiliki hobi melukis, Anda bisa terjun ke dalam bisnis nail art alias melukis kuku.

Nail art merupakan seni melukis atau menghias kuku agar terlihat lebih indah. Kini nail art sedang digemari oleh berbagai kalangan karena tampilan kuku yang tadinya polos kini jadi lebih memiliki nilai seni.

Ubah Hobi jadi Bisnis

Bisnis kecantikan memang memiliki prospek yang cerah. Terlebih di wilayah perkotaan, dimana setiap orang dituntut untuk selalu tampil maksimal. Pengertian cantik pun bergeser, bukan hanya soal wajah dan riasan, namun hingga ke hal-hal terkecil sekalipun, seperti kuku. 

Kebutuhan tampil mempesona di bagian terkecil seperti kuku membuat bisnis nail art naik daun. Ini adalah kabar gembira bagi orang yang hobi melukis di media kuku. Tapi, rupanya ada serangkaian prosedur tertentu yang harus dilewati untuk mengubah hobi jadi bisnis.

Sebab dunia hobi, pastilah berbeda sekali dengan dunia bisnis. Ketika hobi menjadi bisnis, maka pehobi harus bisa membuktikan kualitasnya, tak hanya main-main semata. Salah satu caranya adalah dengan cara memiliki sertifikat nail art.

Sertifikat tersebut berguna sebagai bukti nyata bahwa pehobi adalah orang yang profesional di bidangnya. Dengan demikian, pelanggan akan percaya dengan skill yang dimiliki oleh pehobi. Untuk mendapatkan sertifikat, pehobi harus mengikuti kursus nail art.

Kursus Nail Art

Menurut penelusuran Mediaini.com, salah satu kursus yang bisa diikuti adalah Mejiku Nail. Rinny Nawi, pemilik dari Mejiku Nail menyebut bahwa setiap tahunnya peserta kursusnya selalu meningkat. Pada awalnya, ia hanya membuka salon kuku biasa, namun karena meningkatnya animo masyarakat terhadap nail art, kini ia membuka kursus nail art.

Ada beberapa paket yang bisa dipilih di sini, ada paket basic and advance nail art dan paket advance nail art. Harga paket di sini dimulai dari Rp10 juta.

Rinny mengakui, sebagian besar orang yang mengikuti kursusnya memang pehobi yang ingin terjun ke dunia bisnis. Untuk mengakomodir hal tersebut, dirinya juga membuka paket konsultasi bisnis dengan harga Rp40 juta. Di paket ini Rinny akan membongkar seluk beluk bisnis nail art, mulai dari sistem, konsep, harga, hingga promosi.

Raih Cuan dengan Bisnis Nail Art

Mengubah hobi jadi bisnis adalah impian semua orang. Impian itu, rupanya telah menjadi kenyataan bagi Felicia Irene. Perempuan yang sudah tertarik dengan nail art sejak SMA ini kini telah menjadikan hobinya jadi bisnis yang benderang.

Sejak tahun 2012 lalu, dirinya menamai jasa nail art-nya dengan nama Felize Nail Art. Modal awalnya waktu itu hanya Rp5 juta. Uang itu dipakai untuk membeli berbagai perlengkapan nail art. Ia mematok harga sekitar Rp90 ribu per set. Namun, harga bisa lebih tinggi jika ada permintaan khusus. Intinya, semakin rumit desain maka harga akan semakin mahal.

Kini di tengah maraknya nail art, omzetnya naik berkali-kali lipat. Dalam kurun waktu satu bulan, ia bisa mendapatkan pendapatan hingga Rp20 juta. Menurutnya, paling banyak pelanggannya datang dari pasangan pengantin, model yang akan pemotretan, hingga peserta catwalk.

Hal serupa juga dialami Natalia Karakhati, General Manager C’S Nail Academy and Store. Ia menyebut bisnis nail art masih memiliki prospek yang cerah. Terlebih sekarang ini, masyarakat Indonesia mulai menyadari peran penting kuku dalam menunjang kecantikan.

Di saat yang sama, harga perawatan kuku juga memiliki harga yang baik. Satu kali perawatan bisa dihargai Rp50 ribu hingga Rp300 ribu. Namun, jika sudah berbicara tentang event khusus, misalnya nail art untuk pesta, harganya melambung tinggi di kisaran Rp1,5 juta per perawatan.

Membuka Nail Art di Rumah

Bagi pehobi yang ingin terjun ke dunia bisnis, tak perlu terburu-buru untuk langsung memiliki toko. Apalagi jika memang modal yang terkumpul belum terlalu banyak. Nyatanya, nail art juga bisa dilakukan dari rumah, tanpa menyewa lahan khusus.

Siapkan terlebih dahulu berbagai perawatan dalam pembuatan nail art, terutama variasi warna untuk kuteksnya. Variasi ini penting agar pengunjung bisa leluasa memilih warna yang disukainya. Bisnis boleh rumahan, namun soal kelengkapan harus bisa diadu.

Siapkan pula base coat. Fungsinya untuk menghindari nail polish langsung terkena kuku. Sebab, jika tak dilapisi oleh base coat terlebih dahulu, kuku akan jadi bermasalah. Seperti berjamur atau muncul noda kekuningan.

Nah, jika di bagian bawah sudah dilapisi, tak ada salahnya juga melapisi bagian atas. Maka, persiapkan pula top coat. Top coat berfungsi untuk membuat nail art lebih tahan lama. Cara ini juga biasa dipakai untuk menentukan finishing dari nail art, apakah berkonsep matte atau glossy.

Terakhir, perbanyaklah belajar. Tonton semua referensi bentuk dan kreativitas nail art yang ada di internet. Tak ada salahnya juga untuk berdiskusi dengan para pelaku nail art yang sudah berkecimpung cukup lama. Karena berjejaring dan berkomunitas, akan menambah banyak ilmu. (Chelsea Venda)

Baca juga : Mengenal Sejarah Cat Kuku dan Brand Kuteks Termahal di Dunia Seharga 3,3M