Laju Bisnis Shoes and Care Milik dr. Tirta, Berkah Mempekerjakan Anak Jalanan

Share artikel ini

MEDIAINI.COM – Di masa-masa awal pandemi ada satu nama yang kerap kali jadi perbincangan hangat. Sosok ini dikenal sangat vokal dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memakai masker dan menaati protokol kesehatan. Ialah dr. Tirta, pria lulusan Fakultas Kedokteran di UGM Yogyakarta.

Relawan Covid-19 ini viral karena sering membuat video edukasi Covid-19 dengan nada yang keras. Seruannya yang cenderung vokal dan berani, membuat banyak orang penasaran dengan kepribadian dan aktivitas harian dari sosok dokter yang ngegas dan nyentrik ini.

Fakta-Fakta Menarik dr. Tirta

Nama lengkapnya adalah Tirta Mandira Hudhi, namun lebih akrab disapa dr. Tirta. Pria nyentrik ini mulai dikenal publik seiring dengan video edukasinya yang ngegas tersebar di media sosial. Tak lama setelah itu, ia dipanggil oleh salah satu stasiun televisi untuk jadi pembicara di acara talkshow.

Rupanya sosoknya tak jauh berbeda dari apa yang ditampilkan di video viralnya. Ia memang sosok yang tegas dan berani. Kesempatan tampil di televisi itu ia maksimalkan dengan baik. Di acara tersebut ia mengkritisi banyak hal tentang penanganan pandemi, dari Atta Halilintar hingga juru bicara pemerintah untuk Covid-19.

Tak pelak, nama dr. Tirta semakin melambung tinggi. Lalu, seperti apa fakta-fakta menarik dari dr.Tirta? Berikut rangkuman dari Mediaini.com.

1. Sempat Jatuh Sakit

Tidak hanya berhenti sampai di televisi. Lepas dari acara talkshow tersebut, dr. Tirta semakin giat jadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat. Dalam perkembangannya ia tak hanya menangani edukasi, tetapi juga menggalang dana untuk membeli berbagai keperluan APD bagi tenaga medis.

Di tengah kesibukannya, dr.Tirta sempat jatuh sakit. Di akun Twitternya, ia mengabarkan kondisinya dalam keadaan demam dan batuk. Gejala yang mirip dengan Covid-19 ini membuatnya harus rehat dari dunia relawan. Kendati demikian ia tetap memimpin penggalangan dana dan distribusi APD ke berbagai daerah.

2. Lika-Liku Dunia Kampus

Dunia perkuliahan dr.Tirta memiliki lika-liku yang menarik. Ia rupanya punya jiwa bisnis sejak masa kuliah, dimana ia pernah berjualan gorengan saat masih menempuh pendidikan di UGM. Hal ini lantaran ia melihat mahasiswa kuliah pagi sering kali tak sempat sarapan. Atas dasar itu, ia berjualan gorengan sebagai pengganjal sarapan.

Masih di masa kuliahnya, dr.Tirta juga membuat bisnis cuci sepatu bernama Shoes and Care. Hingga kini bisnisnya masih bertahan. Lalu, bagaimana dengan akademiknya? Ia juga memiliki prestasi akademik yang baik. Dokter Tirta bahkan pernah mendapat tawaran beasiswa S2 di luar negeri oleh Guru Besar Universitas Gadjah Mada, almarhum Prof. Iwan Dwiprahasto. Namun, tawaran itu ia tolak.

3. Sempat Jauh dari Dunia Kedokteran

Sibuk dengan dunia bisnis membuat dr.Tirta jauh dari dunia kedokteran. Ia pun sempat beberapa kali ingin mengambil spesialis namun selalu tertunda. Akhirnya, pada bulan Juni kemarin, melalui postingan Instagramnya, dr.Tirta memutuskan untuk kembali terjun ke dunia kedokteran.

Dalam postingan tersebut, ia mengungkapkan bahwa sudah 1,5 tahun tidak bekerja di meja praktik. Terakhir dirinya di meja praktik saat masih berada di Rumah Sakit UGM dan PKM Turi. Tak lupa ia juga menyampaikan terima kasih kepada IDI Jakarta Pusat dan akan langsung membuat SIP alias Surat Izin Praktik bagi dokter.

Pekerjakan Anak Jalanan

Shoes and Care, bisnis yang dimulainya sejak kuliah ini, rupanya cukup spesial. Tak hanya dari omzet, namun juga konsep. Dalam bisnis Shoes and Care miliknya, dr.Tirta mempekerjakan anak-anak jalanan dan anak-anak kurang mampu yang terpinggirkan. Ada alasan khusus di balik ini semua. Konon katanya, dr.Tirta hanyalah ingin balas budi terhadap anak jalanan.

Di usia muda dr.Tirta memang memiliki kedekatan dengan dunia jalanan. Ia mengaku sempat ditampung oleh preman dan hidup di lingkungan jalanan. Pengalaman itu membuatnya bisa hidup dan menjadi sosok seperti sekarang ini.

Ia menolak bahwa setiap kacang lupa akan kulit. Buktinya, ia tak meninggalkan dunia jalanan begitu saja pada saat sudah meraih sukses. Shoes and Care yang kini telah memiliki 19 cabang, dipakainya sebagai wadah untuk membalas kebaikan anak-anak jalanan. Tirta menyebut, sekitar 60 persen pekerjanya merupakan anak-anak jalanan, anak putus sekolah, dan anak punk. (Chelsea Venda)

Baca juga : Bisnis Cuci Sepatu Makin Diminati, Yuk Cek Modal dan Kiat Suksesnya