JAKARTA, MEDIAINI.COM – SCG kembali menegaskan komitmen jangka panjangnya dalam mengembangkan generasi muda Indonesia melalui program SCG Sharing the Dream 2026. Memasuki tahun ke-14, program yang diluncurkan sejak 2012 tersebut telah memberikan dukungan pendidikan kepada lebih dari 5.200 penerima beasiswa di seluruh Indonesia.
Pada tahun ini, SCG menganugerahkan 412 beasiswa yang terdiri atas 400 beasiswa bagi siswa SMA/sederajat dan 12 beasiswa bagi mahasiswa jenjang Sarjana (S1). Penganugerahan tersebut dilakukan dalam Awarding Day SCG Sharing the Dream 2026 yang diselenggarakan di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen).
Mengusung tema “Green Active Generation: Empowered to Act, Driven to Change,” SCG Sharing the Dream 2026 tidak hanya berfokus pada dukungan pendidikan, tetapi juga mendorong pengembangan kepemimpinan, kemampuan beradaptasi, keterampilan praktis, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
Upaya tersebut dinilai semakin penting di tengah persiapan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, sebanyak 19,44% penduduk berusia 15–24 tahun berada di luar kategori pendidikan, pekerjaan, maupun pelatihan atau dikenal sebagai NEET (Not in Education, Employment, or Training).
Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan sumber daya manusia (human capital gaps) yang perlu mendapat perhatian. Karena itu, perluasan akses pendidikan sekaligus penguatan kompetensi dan karakter generasi muda menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mereka menghadapi perubahan dunia kerja dan tantangan masa depan.
Dari Keyakinan Menjadi Aksi Nyata
President Director PT SCG Indonesia, Pattaraphon Charttongkum, mengatakan investasi terhadap generasi muda tidak cukup hanya melalui pemberian akses pendidikan. Menurutnya, generasi muda juga perlu dibekali pola pikir, keterampilan, dan kepercayaan diri agar mampu menjadi pemimpin serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Di SCG, kami percaya bahwa kekuatan terbesar suatu bangsa terletak pada sumber daya manusianya. Seiring dunia terus berkembang, mempersiapkan generasi muda untuk masa depan tidak lagi hanya tentang memberikan akses terhadap pendidikan. Hal ini juga berarti membangun pola pikir, kemampuan, dan kepercayaan diri agar mereka mampu memimpin, berinovasi, dan berkontribusi kepada masyarakat,” ujar Pattaraphon.
Ia menambahkan, pengalaman SCG selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa dampak yang bermakna dan berkelanjutan lahir dari investasi terhadap manusia, bukan semata-mata pendidikan.
“Karena itu, SCG Sharing the Dream terus berkembang melampaui program beasiswa menjadi sebuah platform jangka panjang yang memberdayakan generasi muda untuk mengembangkan potensi dan menciptakan dampak positif di komunitas mereka,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, SCG bekerja sama dengan Ancora Foundation, yang telah menjadi mitra resmi sejak program tersebut pertama kali diluncurkan pada 2012. Selain beasiswa, penerima manfaat juga mendapatkan berbagai pelatihan pengembangan kompetensi.
Sejak 2024, SCG turut memberikan kuota khusus bagi anak pekerja bangunan dan anak penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan yang inklusif.
Melalui program tahun ini, para penerima beasiswa mengikuti rangkaian pengembangan kapasitas, pembelajaran berbasis pengalaman, serta Community Project. Rangkaian tersebut dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu mengaplikasikan pembelajaran untuk menjawab persoalan nyata di lingkungan mereka.
Menjadi Platform Pengembangan Generasi Muda ASEAN
SCG Sharing the Dream juga menjadi bagian dari komitmen SCG dalam pengembangan generasi muda di kawasan ASEAN. Selain Indonesia, program ini telah memberikan puluhan ribu beasiswa kepada pelajar di sejumlah negara, termasuk Vietnam, Kamboja, Laos, dan Filipina.
Komitmen tersebut diperkuat melalui berbagai pengalaman pembelajaran regional, seperti ASEAN Camp dan ESG Experience Trip. Melalui kegiatan tersebut, peserta berkesempatan berinteraksi dengan generasi muda dari berbagai negara ASEAN, bertukar gagasan, belajar lintas budaya, serta memperoleh pengalaman langsung mengenai kepemimpinan dan penerapan prinsip keberlanjutan.
Vice President of Corporate Administration SCG, Paramate Nisnagornsen, mengatakan tantangan yang dihadapi generasi muda memiliki banyak kesamaan di berbagai negara ASEAN.
“Meskipun pembahasan hari ini berfokus pada generasi muda Indonesia, kami melihat aspirasi dan tantangan yang serupa di berbagai negara ASEAN. Seiring kawasan kita semakin terhubung, mempersiapkan generasi muda untuk masa depan bukan lagi menjadi tanggung jawab satu negara saja,” ujar Paramate.
Menurutnya, inisiatif seperti SCG Sharing the Dream dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk memperluas perspektif dan mengembangkan kemampuan yang relevan dengan perubahan dunia.
“Aspirasi ini sejalan dengan ASEAN Community Vision 2045. Pada akhirnya, ambisi kami bukan hanya mendukung keberhasilan individu, tetapi juga membentuk generasi pemimpin masa depan yang mampu berkolaborasi lintas budaya, mengedepankan keberlanjutan, serta berkontribusi terhadap ASEAN yang lebih kuat dan tangguh,” katanya.
WANOJA Green Academy, Contoh Dampak di Tingkat Komunitas
Salah satu contoh nyata dampak program SCG Sharing the Dream adalah WANOJA Green Academy, sebuah Community Project yang diinisiasi oleh Lulita Sauman, alumni SCG Sharing the Dream 2025, di Ciwidey, Jawa Barat.
Berangkat dari berbagai persoalan yang ditemui di lingkungan sekitarnya, Lulita bekerja sama dengan komunitas pariwisata lokal untuk memberdayakan lebih dari 60 anak muda melalui pengembangan keterampilan di bidang ekowisata.
Inisiatif tersebut tidak hanya membuka peluang pengembangan keterampilan dan ekonomi, tetapi juga berupaya menjawab sejumlah persoalan lokal, seperti terbatasnya prospek ekonomi, pernikahan dini, serta akses terhadap pendidikan.
“Community Project menjadi ruang bagi saya untuk mengubah kepedulian menjadi aksi nyata. Program ini mengajarkan saya bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, dan memahami kebutuhan nyata masyarakat,” kata Lulita.
Ia menilai pengalaman tersebut turut meningkatkan kepercayaan dirinya untuk mendorong perubahan di lingkungan sekitar.
“Yang lebih penting, pengalaman ini memberi saya kepercayaan diri untuk meyakini bahwa tindakan kecil sekalipun dapat menciptakan perubahan yang berarti. Kini, saya berharap dapat menginspirasi lebih banyak anak muda untuk menyadari bahwa mereka juga mampu membuat perubahan positif di komunitas masing-masing,” ujarnya.
Mendorong Perubahan Mindset Generasi Muda
Dampak SCG Sharing the Dream juga terlihat dari perubahan pola pikir dan kepedulian para penerima beasiswa terhadap persoalan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Berdasarkan survei internal SCG terhadap 151 alumni program berusia 18–22 tahun, lima tantangan yang paling mengkhawatirkan bagi mereka dalam 10 tahun ke depan adalah persoalan ekonomi dan kemiskinan, disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (AI), kesenjangan pendidikan, pencemaran lingkungan, serta kesehatan mental.
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 75% responden merasa program meningkatkan kepedulian mereka terhadap lingkungan. Sementara itu, 55% responden mengaku semakin percaya diri dalam memimpin perubahan di komunitas masing-masing.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa program tidak hanya berkontribusi terhadap pengembangan akademis, tetapi juga membantu membangun pola pikir, kepemimpinan, dan kepercayaan diri generasi muda untuk menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan.
Kepala Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, S.E., M.Si., mengatakan kemampuan beradaptasi dan berpikir kritis menjadi kompetensi penting yang perlu terus dikembangkan pada generasi muda Indonesia.
“Kita perlu mendorong anak-anak Indonesia dari sisi kemampuan beradaptasi serta kemampuan berpikir kritis. Anak-anak Indonesia memiliki resiliensi atau daya juang dan kemampuan belajar yang tinggi,” ujarnya.
Ia menilai pengembangan konsep Green Active Generation melalui SCG Sharing the Dream dapat membantu memperkuat kemampuan adaptasi generasi muda sehingga mereka dapat tumbuh menjadi talenta unggul Indonesia.
“Resiliensi dan kemampuan belajar ini akan didukung dengan penyiapan dari SCG untuk menjadikan mereka lebih adaptif melalui pengembangan Green Active Generation. Tentunya, mereka akan menjadi talenta-talenta unggul dari Indonesia. Jadi, anak-anak ini perlu terus dikembangkan prestasinya,” katanya.
Sebagai bagian dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG), SCG Sharing the Dream turut mendukung pendekatan Inclusive Green Growth melalui perluasan akses pendidikan, penguatan kapasitas generasi muda, serta pengembangan berbagai inisiatif berbasis komunitas.
Melalui komitmen jangka panjang tersebut, SCG berupaya berkontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia berkualitas dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang mampu mengembangkan potensi, beradaptasi terhadap perubahan, dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat serta lingkungan.























