SEMARANG, MEDIAINI.COM — Upaya meningkatkan literasi keuangan generasi muda terus dilakukan oleh civitas akademika Universitas Semarang (USM). Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Tim Fakultas Ekonomi USM memberikan edukasi dasar-dasar investasi pasar modal kepada pemuda Karangtaruna Wiradiranda, Kelurahan Meteseh, Kota Semarang, pada 17 November 2025.
Kegiatan PKM ini dipimpin oleh Citra Andriani K, S.E., M.M., bersama anggota tim Dr. Asih Niati, S.E., M.M., Tri Rinawati, S.E., M.M., serta Naini Rizka Amalia, S.E., M.Ak. Edukasi berlangsung di sekretariat Karangtaruna Wiradiranda, Perumahan Bukit Kencana Jaya, dengan suasana yang hangat, interaktif, dan penuh semangat kebersamaan.
Meski jumlah peserta yang hadir hanya 10 orang dari target 20 pemuda, kegiatan tetap berjalan efektif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, terutama terkait cara memulai investasi yang aman, legal, dan sesuai dengan kemampuan finansial pemula. Diskusi aktif tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk belajar mengelola keuangan secara lebih cerdas.
Citra Andriani K menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman pemuda Karangtaruna terhadap dunia investasi. Padahal, investasi sejak dini menjadi salah satu kunci penting dalam membangun kemandirian finansial dan meningkatkan kesejahteraan di masa depan. “Pemuda perlu dibekali pemahaman yang benar agar tidak mudah terjebak pada investasi bodong,” ujarnya.
Materi edukasi diawali dengan pengenalan konsep dasar investasi pasar modal, termasuk pemahaman risiko dan manfaat investasi. Tim PKM juga mengenalkan berbagai platform investasi yang legal dan terdaftar secara resmi. Tidak hanya teori, peserta diajak mempraktikkan simulasi investasi melalui ponsel, sehingga mereka memperoleh gambaran nyata tentang proses transaksi dasar di pasar modal.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya perencanaan keuangan dan investasi. Para pemuda menjadi lebih memahami langkah awal sebelum berinvestasi, mulai dari mengenali profil risiko hingga menentukan tujuan keuangan. Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan sikap bijak dan bertanggung jawab dalam pengelolaan keuangan pribadi.
Selain edukasi, tim PKM juga memberikan dorongan agar Karangtaruna Wiradiranda membuka ruang belajar berkelanjutan, salah satunya melalui kegiatan edukasi di Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi USM. Pemuda juga disarankan untuk mulai mencoba investasi dengan modal kecil sebagai langkah awal membangun budaya investasi yang sehat.
Melalui kegiatan PKM ini, Fakultas Ekonomi USM berharap pemuda Meteseh semakin melek literasi keuangan dan memiliki keberanian untuk mengambil keputusan finansial yang tepat. Edukasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan positif, sekaligus menyiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.






















