JAKARTA, MEDIAINI.COM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, perusahaan telekomunikasi dan digital terbesar di Tanah Air, terus menggenjot pengembangan bisnis layanan digital agar makin berkontribusi terhadap total pendapatan. Saat ini, bisnis layanan digital perseroan baru berkontribusi belasan persen dan ditargetkan naik menjadi 20% dari total pendapatan dalam beberapa tahun ke depan.
Bisnis layanan digital Telkom terdiri atas layanan platform/aplikasi digital (digital platform) dan layanan digital (digitial services). Beberapa platform yang dimiliki, antara lain Pasar Digital untuk Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (PaDI UMKM) untuk pengadaan barang dan jasa bagi UMKM. Melalui Telkomsel, perseroan juga punya platform Kunci untuk pengembangan talenta digital, Fita untuk pola hidup sehat, dan platform tSurvey untuk survei berbasis responden.
Telkom punya tiga strategi utama untuk mendongkrak pertumbuhan pendapatan layanan bisnis digitalnya. Pertama, pengembangan produk-produk digital untuk menjadi sumber pendapatan baru.
Selanjutnya, Telkom mengembangkan inovasi dengan menggandeng mitra global, misalnya sudah dengan Microsoft dan Google. Ketiga, perusahaan juga investasi dan mengakusisi terhadap perusahaan teknologi, terutama usaha rintisan (startup).
“Itu menjadi strategi utama kami untuk menggaet revenue dari sisi bisnis digital. Saat ini juga, kami sudah investasi melalui MDI Ventures dan TMI Telkomsel kepada 60-70 startup dengan nilai ratusan juta dolar AS,” ungkap Direktur Digital Business Telkom Muhamad Fajrin Rasyid di Jakarta, Kamis (3/8/2023).
Dia menyampaikan, saat ini, pendapatan (revenue) bisnis layanan digital Telkom Group baru berkontribusi belasan persen. Namun, tren kontribusinya terus meningkat pesat selama beberapa tahun terakhir dan masih akan terus berkembang.
“Bukan berarti karena revenue connectivity berkurang, tetapi pertumbuhan revenue digital lebih cepat pertumbuhannya. Kita pun berharap dalam waktu yang enggak terlalu lama, itu bisa mencapai 20% kalau tren ini terus berlanjut,” imbuhnya.
PaDI UMKM
Sementara itu, salah satu bisnis layanan digital Telkom khusus untuk segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yaitu platform PaDI UMKM berhasil mencatat total nilai transaksi Rp 7,5 triliun dari 340 ribu transaksi yang melibatkan 100 ribu UMKM pada semester I-2023. Transaksi yang berkontribusi 10,2% terhadap total pendapatan ini berasal dari BUMN dan swasta yang terdaftar di platform PaDi UMKM.
Nilai transaksi itu naik sangat sigmifikan. Karena, tahun 2022, total transaksi di PaDi UMKM sekitar Rp 5 triliun, jauh meningkat dibandingkan Rp 1,8 triliun pada 2021 dan masih Rp 172 miliar tahun 2020.
“PaDi UMKM menjadi upaya Telkom bagi para pelaku UMKM dapat lebih sejahtera sekaligus mendorong adopsi digital yang berimbas kepada peningkatan kemampuan digital masyarakat,” ujar Fajrin.
CEO PaDi UMKM Jimmy Karisma Ramadhan menambahkan, tidak hanya untuk peningkatan transaksi secara online, PaDi UMKM juga menyelenggarakan kegiatan offline, seperti Business Matching, Bazar UMKM Untuk Indonesia, maupun PaDi Expo.
“Business Matching kami selenggarakan berkala dengan lokasi berbeda. Sedangkan Bazar UMKM biasanya kami selenggarakan sebulan sekali dan telah melibatkan lebih dari 600 UMKM. Sementara itu, PaDi Expo yang didukung oleh setiap BUMN telah melibatkan hampir 400 UMKM di tahun ini saja,” tegas Jimmy.
Bisnis dan Kinerja
Sebagai perusahaan telekomunikasi dan digital terbesar di Tanah Air, Telkom punya banyak bisnis, mulai dari menara telekomunikasi (telko), data center, SMS, jasa suara (voice), hingga menawarkan berbagai solusi digital bagi koorporasi hingga konsumen ritel.
Beberapa di antaranya, pada bisnis menara telko, melalui Mitratel, Telkom kini menjadi tower provider terbesar di Asia Tenggara karena punya 36.719 menara pada akhir semester I-2023 dengan tenancy ratio 1,49 kali. Mitratel juga punya bisnis kabel serat optik sepanjang 27.269 kilometer.
Melalui anak usaha Telkomsel, Telkom pun punya 228.377 unit base transceiver station (BTS), sebanyak 178.945 unit merupakan BTS 4G. Masih di bawah konsolidasi Telkomsel, IndiHome juga melayani 9,5 juta pelanggan internet kabel pada akhir Juni 2023.
Pada semester I-2023, Telkom pun mencatat kinerja keuangan yang cukup solid. Perseroan membukukan total pendapatan konsolidasi Rp 73,5 triliun, tumbuh 2,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year on year/YoY).
Pencapaian tersebut utamanya dikontribusi dari pendapatan layanan data, internet, teknologi informasi (IT services) Rp 41,6 triliun, IndiHome yang menjadi pemimpin pasar layanan internet kabel Rp 14,4 triliun, SMS, fixed, dan cellular coice Rp 7,5 triliun, network and other telecommunication services Rp 5,5 triliun, serta interconnection Rp 4,5 triliun.
Secara berurutan, kelimanya masing-masing tumbuh 6,1%, 4,0%, 19,4%, 1,8%, dan 5,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jika dilihat kontribusinya terhadap total pendapatan, layanan data, internet, dan TI berkontribusi 56,59%, IndiHome 19,59%, SMS, suara kabel, dan seluler 10,2%, jaringan dan layanan telko lain 7,48%, serta interkoneksi 6,12%.




















