Ini Dia Perkembangan Ekosistem Cloud Di Indonesia

Ini Dia Perkembangan Ekosistem Cloud Di Indonesia

MEDIAINI.COM – Pendekatan strategi proaktif dibandingkan pendekatan reaktif pada bisnis akan sangat membantu perusahaan untuk tetap bertahan dan menjadi yang terdepan di tengah ketatnya persaingan. Mengadopsi pendekatan proaktif juga dapat membantu bisnis bergerak gesit dan tangguh dalam menghadapi setiap hambatan serta kondisi yang sedang terjadi di dunia.

CIO (Chief Information Officer) perlu melakukan inisiatif untuk modernisasi dan melakukan konsepsi ulang sistem bisnis agar beralih ke pendekatan strategi proaktif. Tidak hanya dengan memaksimalkan kerja remote, tetapi secepat mungkin meningkatkan produktivitas sekaligus merampingkan proses bisnis secara keseluruhan. Salah satunya dengan pemanfaatan infrastruktur IT yang mampu menghadirkan komputasi dengan performa tinggi dalam rangka meningkatkan efisiensi, fleksibilitas, dan skalabilitas.

Seberapa pentingkah migrasi cloud dalam proses transformasi digital?

Sebelum membahas peranan migrasi cloud dan transformasi digital, hal pertama yang harus dipahami adalah pemahaman soal “transformasi digital”. Proses transformasi digital melibatkan pemanfaatan dan penggabungan aplikasi, teknologi, analisa big data, IoT, dan machine learning. Penggabungan tersebut melibatkan sebaran data yang cukup besar serta membutuhkan sumber daya yang bisa mengakomodasi seluruh proses termasuk pembaharuan standar keamanan. Hadirnya layanan cloud memungkinkan sebuah organisasi untuk mengolah beban kerja yang berat tanpa perlu melakukan membeli, memiliki, ataupun mengelola infrastruktur fisik.

Proses migrasi ke cloud mendorong fleksibilitas, skalabilitas, penghematan biaya, serta efisiensi sumber daya. Dengan investasi yang tepat melalui teknologi cloud, proses transformasi digital serta proses integrasi termasuk beban kerja berjalan dapat berlangsung tanpa hambatan. Sehingga perusahaan akan menikmati keuntungan signifikan yang berasal dari proses komputasi yang optimal baik dari segi efisiensi beban kerja, fitur keamanan canggih, serta efisiensi biaya dan sumber daya yang tepat. Dengan tersedianya prosesor bertaraf internasional dari AMD EPYC™ pada layanan public cloud, beban kerja yang paling berat pun bisa ditampung dan menghadirkan transformasi infrastruktur yang hemat biaya.

Organisasi di seluruh dunia pun sadar akan hal ini. Adopsi cloud semakin pesat dikarenakan seluruh lini bisnis terlibat dalam transformasi digital. Faktanya, menurut IDC, “total pengeluaran di seluruh dunia untuk layanan cloud akan melewati $1,3 triliun pada tahun 2025 dengan memperhitungkan compounding annual growth rate (CAGR) sebesar 16,9%.”

Meskipun demikian, cloud bukanlah sebuah solusi untuk segala hal, beberapa sistem bisnis mungkin belum cocok untuk mengadopsi cloud. Ada berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan misalnya beban kerja. Faktor lainnya yang perlu dipertimbangkan adalah volume data dan tingkat informasi rahasia/hak milik yang dapat mempengaruhi seberapa efisien dan tepat cloud bagi perusahaan. Dengan melakukan analisa risiko/manfaat yang menyeluruh serta mempelajari cara kerja hybrid cloud dan edge akan membantu mengidentifika

Exit mobile version