Strategi Kominfo Selamatkan Startup dari Kebangkrutan

Kominfo

JAKARTA, MEDIAINI.COM – 2022 menjadi tahun yang berat bagi beberapa startup. Bahkan belakangan ini, banyak startup yang terpaksa gulung tikar karena tidak bisa menghasilkan cuan bagi para investor yang memodali perusahaan rintisan tersebut.

Tak ingin fenomena ini terus berlanjut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membuka pendaftaran program inkubasi intensif Startup Studio Indonesia (SSI) Batch ke-5.

Startup Studio Indonesia merupakan inisiatif program Kominfo yang memiliki tujuan untuk mendampingi dan membina para startup digital tahap awal (early stage) tanah air secara intensif agar bisa menemukan product market fit dan berkembang semakin pesat. Program inkubasi ini pertama kali digelar pada September 2020 lalu.

Pendaftaran SSI Batch 5 terbuka untuk semua startup Indonesia yang memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Sudah memiliki Minimum Viable Product (MVP) minimal tiga sampai enam bulan terakhir
  2. Pendiri startup terlibat secara penuh waktu dalam operasional
  3. Telah memiliki badan hukum
  4. Startup sedang berada pada tahap pendanaan bootstrap atau maksimal pendanaan Seri A
  5. Startup menunjukan potensi menuju product-market fit, dilihat dari grafik traksi pengguna aktif dan retensi.

Startup yang tertarik bisa mendaftarkan diri di situs resmi SSI (https://startupstudio.id/) paling lambat sebelum tanggal 1 Agustus 2022.

Program Kominfo untuk Startup dan Tahapan SSI

Ada beberapa program bagi startup yang lolos, salah satunya Founder’s Camp. Ini merupakan rangkaian mentoring atau brainstorming dengan para founder startup berpengalaman serta pelaku industri lainnya.

Program ini untuk mendiskusikan ilmu praktis yang harus dikuasai para founder untuk mencapai product-market fit sehingga berdampak positif terhadap perkembangan skala usahanya.

Lalu ada juga program 1-on-1 Coaching mencakup sesi privat per-startup untuk mendapatkan sesi konsultasi dan supervisi eksekusi bersama founder startup berpengalaman dan juga para ahli di bidang spesifik, dengan fokus utama strategi pengembangan produk product-market fit, business model, dan market implementation, juga strategi branding/marketing dan user journey, serta pengembangan teknologi.

Salah satu dari dewan kurator Startup Studio Indonesia Batch 5 saran Italo Gani mengatakan, selama ini, penyelenggaraan program SSI dari tahun ke tahun selalu diikuti oleh ribuan pendaftar dari seluruh penjuru Indonesia, yang kemudian akan diseleksi menjadi 15 startup terpilih utama.

Nantinya, setiap startup yang mendaftar akan dinilai berdasarkan 4 faktor, yaitu analisa laporan bisnis, profil para founder, local defensible factors, pertumbuhan dari bulan ke bulan, serta market size dalam proposal mereka. Karena itu, untuk memperbesar kemungkinan terpilih, masing-masing startup harus mempersiapkan diri dengan baik.

“Melihat semakin kompetitifnya persaingan peserta SSI, kami terus berupaya untuk memilih dan memilah startup yang benar-benar siap untuk dibimbing ke level yang lebih tinggi. Salah satu indikatornya adalah, kami ingin melihat founder startup yang berfokus pada satu masalah yang ingin diselesaikan, dan fokus mengembangkan satu produk digital (baik B2B maupun B2C) untuk memecahkan hal tersebut,” ujar Italo Gani dalam siaran persnya yang dikutip pada Rabu (15/6/2022).

“Dengan sumber daya yang masih terbatas di tahap awal, kami ingin melihat dedikasi para founder dalam mengembangkan model bisnis mereka dan memperpanjang retensi pengguna,” imbuhnya.

Setelah lolos melalui proses presentasi dan wawancara, nantinya 15 startup terpilih dapat mengikuti serangkaian pelatihan eksklusif selama 4 bulan, diantaranya adalah sesi Founder’s Camp, sesi 1 on 1 tentang product market fit dengan coach, workshop marketing dan user journey, serta dukungan pengembangan teknologi (tech dev) selama 2 bulan sesuai kebutuhan.

Puncak dari rangkaian program Startup Studio Indonesia adalah Milestone Day. Lada tahap ini, para finalis berkesempatan memaparkan model bisnis dan pencapaiannya di depan para stakeholders industri startup.

Saat ini, penyelenggaraan Startup Studio Indonesia Batch 4 yang tengah berlangsung hingga bulan Juli 2022 pun telah memasuki sesi 1 on 1 Coaching.

Nantinya para startup finalis berkesempatan dibina langsung oleh para fasilitator yang terdiri dari praktisi startup ternama, seperti Dimas Harry Priawan (Co-founder dan CEO Dekoruma), Moses Lo (Co-Founder & CEO Xendit), Christopher Madiam (Co-founder dan President Sociolla), Arip Tirta (Co-Founder & President Evermos), Gibran Huzaifah (Founder & CEO eFishery), dan masih banyak lagi.

Sementara itu Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan berharap melalui program ini, bisa terus membentuk ekosistem startup digital yang kondusif, berkelanjutan, dan suportif, dimana para pelaku startup memiliki wadah untuk berkumpul dan saling berbagi pengalaman serta best practices untuk bersama-sama memajukan ekonomi Indonesia.

“Kami sangat senang melihat semakin tingginya antusiasme startup terhadap program SSI dari tahun ke tahun. Ada banyak sekali startup alumni dari inkubasi intensif SSI yang telah berhasil mencapai product-market fit dan mengembangkan bisnisnya secara pesat, setelah mendapatkan pembinaan yang tepat sasaran,” pungkasnya. (Tivan)

Exit mobile version