JAKARTA, MEDIAINI.COM – Ketua Panitia Pelaksana (Organizing Committee) Formula E Jakarta Ahmad Sahroni mengaku sempat mendapatkan tawaran potongan harga atau diskon dari PT Pertamina (Persero), meskipun pada akhirnya dia tolak.
Lebih rinci, Sahroni menjelaskan bahwa potongan harga tersebut hanya diberikan pada saat pihaknya ingin membeli produk Pertamina untuk gelaran balap mobil listrik internasional itu.
Selain itu, Sahroni juga mengaku pasrah apabila tak mendapat sponsor dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk ajang Formula E Jakarta yang akan digelar esok hari, Sabtu, 4 Juni 2022.
“Sama sekali belum (menerima sponsor dari BUMN). Ada satu, Pertamina yang kita sebenarnya beli dengan harga normal tapi dia mem-provide dengan harga diskon, kita tolak, kita bayar. Tidak ada sponsor, kita bayar totally 100 persen,” kata Sahroni dalam dalam sebuah program televisi yang dikutip pada Jumat (3/6/2022).
Oleh karena iyu, Sahroni menilai bahwa penyelenggaraan Formula E seperti ‘anak tiri’ dibandingkan dengan dukungan pemerintah pada gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia yang dihelat 18-20 Maret lalu. Seperti yang diketahui, saat itu sejumlah perusahaan BUMN jor-joran turun tangan untuk membantu balapan MotoGP Mandalika 2022.
Hanya saja, ia memaklumi bahwa tidak adanya uluran tangan dari BUMN dinilai wajar karena saat ini banyak perusahaan pelat merah yang sedang mengalami kesusahan.
“Mungkin kasihan juga BUMN lagi pada kesusahan, Pertamina juga mungkin lagi kesusahan ya kita memaklumi lah, dalam kondisi yang cukup dengan demikian, kita mendapatkan sponsor dari swasta murni,” imbuhnya.
Sekadar informasi, panitia penyelenggara sebelumnya telah mengumumkan daftar sponsor gelaran Formula E yang terdiri dari 31 perusahaan swasta dalam negeri dan beberapa sponsor global.
Adapun Pemerintah DKI Jakarta bakal menggelar ajang balap mobil listrik Formula E pada 4 Juni 2022 mendatang. Ajang itu akan diselenggarakan di Ancol, Jakarta Utara. Balapan Ini merupakan seri kesembilan di kalender Formula E 2022.
Respons BUMN
Menanggapi pernyataan Sahroni, staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga memberi alasan mengenai perusahaan negara yang tidak masuk sebagai sponsor Formula E Jakarta 2022.
Arya menjalasan, alasan utama BUMN tidak jadi sponsor Formula E adalah karena proposal kerjasama yang ditawarkan panitia Formula E baru masuk ke meja BUMN sekitar sebulan sebelum ajang balapan, yang secara teknis terbilang mepet.
“Kementerian BUMN menerima informasi bahwa sebagian dari korporasi di bawah BUMN menerima proposal sponsorship dari panitia penyelenggara Jakarta E-Prix 2022 rata-rata sebulan sebelum event itu diselenggarakan,” sebut Arya dalam keterangan resminya, Jumat (3/6/2022).
Padahal, menurut dia, perusahaan pelat merah biasanya menerima proposal kerjasama sponsor paling telat tiga bulan sebelum acara. Arya juga membandingkan, terkadang panitia event harus memasukkan proposal sponsor setahun sebelum acara digelar.
“Dengan demikian, ada waktu yang cukup untuk melakukan kajian sebelum mengambil keputusan yang didasari oleh aspek bisnis dan kontribusi nilai sosial BUMN kepada masyarakat,” tutup Arya.
Tanpa Pawang Hujan
Terlepas dari minimnya dukungan BUMN untuk gelaran Formula E Jakarta 2022, wacana lainnya yang mendapatkan atensi dari masyarakat adalah keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memastikan gelaran Formula E Jakarta tak akan menggunakan jasa pawang hujan.
Terkait masalah cuaca, Anies menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan terus berkoordinasi dan memantau perkembangan cuaca bersama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan (BMKG).
“Dan pembalap sudah tahu mereka akan melakukan lomba balapan di tempat yang bisa terang, bisa basah. Kami dari Pemprov DKI Jakarta selalu menggunakan ilmu pengetahuan dan data dalam bekerja,” sebut Anies.
Seperti yang diketahui, cuaca memang menjadi satu kendala dari balapan apapun di dunia, termasuk gelaran Formula E Jakarta. Kendati demikian, Anies meyakini para pembalap sudah siap untuk menghadapi situasi cuaca apapun.
“Mereka semua adalah pembalap-pembalap yang berpengalaman, dan Formula E sudah menjalani ini di berbagai tempat jadi kita insyaallah bisa berjalan sesuai dengan rencana,” tutup mantan Menteri Pendidikan tersebut. (Tivan)























