JAKARTA, MEDIAINI.COM – Dilihat dari prosesnya, perawatan wajah bukan hanya sebatas membersihkan wajah setelah beraktivitas, melainkan banyak tahapan yang melibatkan berbagai jenis skincare yang digunakan.
Misalnya saja penggunaan serum, pelembap, dan yang paling penting mengakhirinya dengan mengenakan sunscreen. Sebagai langkah terakhir dalam perawatan kulit wajah, sunscreen sangat penting digunakan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Medical Innovation Expert BeautyHaul, dr. Claudia Christin menjelaskan bahwa sunscreen merupakan fondasi dari penggunakan skincare. Pasalnya, sunscreen merupakan lapisan terluar dari produk perawatan kulit wajah yang dapat melindungi atau mencegah masalah pada wajah akibat paparan radiasi sinar matahari yang bisa memicu hiperpigmentasi, penuaan dini, hingga kanker kulit.
“Permasalahan seperti flek hitam, kusam, hingga garis halus sumber karena sinar UV matahari yang langsung terkena wajah kita. Kita juga bisa delay garis wajah dengan sunscreen, jadi percuma menggunakan skincare tanpa menggunakan sunscreen,” terang dr. Clauida dalam webinar yang diselenggarakan BeautyHaul pada Jumat (13/5/2022).
Pada kesempatan yang sama, dr. Claudia juga membantah mitos yang mengatakan bahwa sunscreen hanya digunakan oleh wanita dewasa aja. Menurutnya, penggunaan sunscreen bersifat universal. Artinya, baik pria maupun anak-anak bisa menggunakannya.
“Anak berusia di atas enam bulan sudah boleh menggunakan sunscreen apalagi jika anak sudah mulai terekspos sinar matahari. Sebab manfaatnya bukan hanya mengatasi masalah wajah, melainkan bagi kesehatan yaitu mencegah kanker kulit. Anak enam bulan ke atas disaranan untuk menggunakan sunscreen,” ujarnya.
Terkait cara menggunakan sunscreen yang benar, dr. Claudia menjelaskannya secara detail.
Cukup Dua Ruas Jari
dr. Claudia menegaskan bahwa takaran penggunaan sunscreen yang hanya sebatas dua ruas jari pada wajah dan leher bukan hanya strategi marekting saja. Dunia medis memang menganjurkan volume sunscreen sekitar 2ml per-cm atau sama dengan dua ruas jari orang dewasa.
“Dua ruas jari itu bisa menutupi semua permukaan wajah, dibandingkan dengan hanya menggunakan satu ruas jari tidak bisa menutupi semua wajah jadi kurang maksimal. Dua ruas jari pun sudah tebal,” tambahnya.
Lalu jika menggunakan sunscreen berbentuk stick, gunakan 4 kali garisan di setiap satu area wajah. Kemudian jika berbentuk spray, cukup semprotkan hingga memenuhi wajah dengan merata.
Poles Ulang Secara Berkala
Istilah touch up atau re-apply juga diperlukan saat menggunakan sunscreen, apalagi jika aktivitas yang dilakukan cukup panjang. Bahkan meski di dalam ruangan, keringat dan produksi minyak dapat mengurangi proteksi sunscreen.
Oleh sebab itu, dr. Claudia menyarankan untuk memoles ulang sunscreen setiap jam 12:00 siang, apalagi ketika mudah berkeringat. Namun jika aktivitas yang dilakukan di luar ruangan atau menguras keringat, sebaiknya dicek berkala dengan jangka waktu yang lebih pendek. Pasalnya, meski sunscreen memiliki kandungan water resistant, namun re-apply masih harus dilakukan agar lebih optimal.
“Biasanya water resistant hanya 40-80 menit saja, menit berikutnya tidak optimal lagi. Jadi, harus dire-apply lagi,” jelas dr. Claudia.
Sesuaikan dengan Kondisi Kulit
Saat memilih sunscreen, Anda perlu menyesuaikannya dengan kondisi atau karakter kulit sendiri, misalnya untuk kulit berminyak memiliu sunscreen yang bisa digunakan untuk kulit kering agar tidak menyumbat pori-pori.
dr. Claudia menyarankan, mereka yang memiliki kulit berminyak dianjurkan menggunakan sunscreen bertekstur gel yang cepat menyerap di kulit wajah. Memang pada awal digunakan cenderung berminyak, tapi lama-kelamaan kulit akan beradaptasi hingga pori-pori tersumbat.
Pakai Sunscreen Buatan Lokal
Secara garis besar, dr. Claudia menggarisbawahi bahwa fungsi sunscreen pada dasarnya adalah untuk melindungi dari sinar matahari. Hanya ada sedikit perbedaan produk luar negeri dan lokal, yaitu pada teksturnya.
Namun karena sunscreen buatan lokal telah disesuaikan dengan karakteristik cuaca dan tipikal kulit orang Indonesia, dr. Claudia menganjurkan untuk memilih produk dalam negeri.
“Indonesia hanya punya dua musim, sedangkan ada negara dengan empat musim. Misalnya saja negara empat musim punya sunscreen untuk musim dingin yang sangat melembapkan. Jadi keunggulan produk lokal dari tekstur yang menyesuikan cuaca Indonesia,” pungkas dr. Claudia. (Tivan)




















