Jual Emas Tetap Untung, Begini Caranya untuk Hindari Rugi

emas

Foto : Pexels

JAKARTA, MEDIAINI.COM – Sedari dulu, emas dikenal sebagai salah satu jenis investasi yang paling populer dan menjanjikan, bahkan hingga saat ini. Selain nilainya yang kebal terhadap inflasi, logam mulia juga dengan cepat dapat dijual kembali saat sedang dibutuhkan.

Dengan keuntungan tersebut dan minimnya risiko, tidak heran bila jenis investasi yang satu ini masih menjadi primadona, apalagi di kalangan ibu-ibu. Sayangnya, saat menjual emas, terkadang ada beberapa biaya potongan dari toko emas yang dibebankan kepada penjual emas, yang tentunya bisa merugikan penjual.

Lantas, bagaimana cara menjual emas agar tidak rugi? Kabar baiknya, ada beberapa tips menjual emas agar tetap cuan dengan meminimalkan risiko kerugian, sebagaimana dikutip dari laman Sahabat Pegadaian pada Sabtu (14/5/2022).

Pahami Kadar Emas dan Harga Jualnya

Perlu dipahami, nilai jual emas akan tergantung pada besar karat dan bobot emas itu sendiri. Bisa dipastikan, harga jual emas 18 karat tentu akan berbeda dengan 24 karat.

Nilai jual emas 24 karat pasti akan lebih mahal ketimbang emas ‘muda’ yang karatnya rendah. Kemudiam, teliti dan pastikan nominal uang yang Anda terima sesuai dengan takaran emas yang dijual.

Cari Tempat Jual Emas yang Tepat

Tips menjual perhiasan emas berikutnya adalah mencari tempat atau toko emas yang tepat. Pasalnya, tidak semua toko perhiasan mau membeli emas dengan harga mahal, karena setiap toko akan memiliki kriteria harga emas yang berbeda-beda, begitu juga dengan potongan biaya yang biasanya dibalut dengan keterangan biaya sepuh atau peleburan ulang.

Lalu, di mana seharusnya Anda menjual emas? Memang ada beberapa opsi. Tapi kalau bicara keamanan dan kenyamanan, salah satu tempat bagus yang biasa masyarakat pilih untuk menjual emas adalah Pegadaian.

Pasalnya, Pegadaian bisa membeli emas dengan harga relatif mahal, sekitar 97 persen dari nilai jual di pasaran. Selain itu, ada juga beberapa tempat jual emas dengan harga bagus, yang bersedia memberikan 95 persen dari harga pasar lainya adalah unit Antam dan butik emas di berbagai mall.

Intinya, kalau tidak dijual ke perusahaan yang dikelola oleh negara, lego saja emas Anda ke toko atau tempat yang punya track record baik, atau sudah lama berdiri.

Jual di Tempat yang Sama Saat Membeli Emas

Apabila Anda tidak menemukan toko atau tempat yang dirasa cocok untuk menjual emas, sebaiknya jual kembali perhiasan emas di toko atau tempat Anda membeli emas. Pada umumnya, toko emas saat Anda membeli emas itu akan bersedia menerimanya kembali.

Namun harus disadari, tentu harganya akan lebih rendah, jika dibandingkan saat Anda melakukan pembelian. Biasanya, nominal yang diterima hanya 70-80 persen dari harga beli.

Periksa Keaslian Emas

Tips selanjutnya, hal yang diperhatikan saat menjual emas adalah memeriksa status keaslian emas dengan jenis alat yang digunakan. Beberapa toko perhiasan biasanya akan memberikan syarat pengecekan emas untuk mengetahui keaslian emas tersebut.

Misalnya saja, toko perhiasan yang jujur akan memakai alat avometer atau X-Ray Fluorescence untuk melihat keaslian emas. Namun, jika pihak toko perhiasaan meminta emasnya digosok, sebaiknya hal ini perlu Anda hindari. Pasalnya, penggosokan emas akan berakibat pada penurunan kadar emas, sehingga uang yang Anda terima dari penjualan emas akan turut berkurang.

Pakai Surat Pembelian Emas

Seperti kebanyakan nota lainnya, surat pembelian emas adalah bukti keaslian emas. Secara umum, surat pembelian emas akan berbentuk nota resmi dari toko di mana kita membeli emas tersebut.

Hanya saja, sebagian orang banyak yang lupa bahwa surat pembelian tersebut merupakan hal yang penting, untuk itu Anda perlu berhati-hati saat menyimpannya. Apabila surat pembelian emas hilang, maka hal tersebut akan jauh mengurangi harga jual emasnya karena bisa diasumsikan sebagai barang ilegal. (Tivan)

Exit mobile version