JAKARTA, MEDIAINI.COM – Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan bahwa waktu penggunaan toilet umum di rest area yang berada di jalan tol dibatasi hanya 10 menit.
Hal itu disampaikan saat dirinya bersama Sekretaris BPJT Triono Junoasmono, Direktur Jalan Bebas Hambatan Budi Harimawan S, Direktur Bisnis Jasa Marga Reza Febriano, Direktur Utama Waskita Toll Road Septiawan Andri Purwanto, dan Direktur Operasi ASTRA Tol Cipali Agung Prasetyo, dan Kabid Operasi & Pemeliharaan BPJT Ali Rachmadi melakukan pengecekan langsung dengan pantauan udara menggunakan helikopter, Sabtu lalu.
Untuk menegakkan aturan ini, Danang mengatakan bahwa pihaknya akan menerjunkan utusan untuk mengawasi para pemudik yang menggunakan toilet di setiap rest area. Tujuannya agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di rest area, yang disinyalir menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan saat arus mudik Lebaran 2022.
“Terkait penggunaan toilet di rest area kita juga pantau dan kita sampaikan ke masing-masing Badan Usaha Jalan Tol untuk dapat memastikan orang yang menggunakan toilet maksimal 10 menit. Diharapkan terus diperhatikan manajemen pengelolaan mobilitasnya dalam penggunaan toilet sementara yang telah dibuat juga,” kata Danang, sebagaimana dikutip dari laman resmi BPJT pada Selasa (3/5/2022).
Sistem One Way dan Contra Flow Efektif
View this post on Instagram
Pada kesempatan yang sama, Danang juga menyebut bahwa secara umum kondisi lalu lintas sangat terkendali. Kemudian saat diamati secara detail dari helikopter, ia juga mengamati kinerja rest area di jalan tol, terutama ketika Korlantas Polri menerapkan sistem one way, yang menurutnya sangat efektif untuk melancarkan perjalanan.
“Kita lihat pelaksanaan mudik sudah berjalan lancar, dan tetap masih perlu ada perbaikan. Terdapat dua hal yang kita fokuskan karena adanya kepadatan lalu lintas di beberapa ruas ditemukan kendaraan pemudik yang berhenti di bahu jalan, sehingga rangkaian kendaraan lain dibelakangnya mengalami hambatan. diharapkan para pemudik tidak berhenti di bahu jalan tapi di rest area,” kata Danang.
Dikatakan Danang, untuk yang kedua yaitu fokus di rest area, seperti di pintu masuk rest area jalan aksesnya banyak antrean kendaraan sehingga menutup jalan dan melebar ke jalan utamanya, selain itu manajemen parkir di rest area juga harus tetap diperhatikan.
“Terkait pengaturan manajemen lalu lintas kendaraan di Jalan Tol selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2022 ini diserahkan sepenuhnya kepada teman-teman di Kepolisian, Korlantas, maupun Kepolisian Kewilayahan,” jelasnya.
“Mereka saya yakin akan bekerja keras sebaik-baiknya untuk bisa memastikan para pengguna jalan tol ini untuk mudik lancar, mudik aman, mudik sehat, dan mudik yang membahagiakan,” lanjut Danang.
Sementara itu, Direktur Bisnis Jasa Marga Reza Febriano mengatakan bahwa pihak kepolisian punya andil besar dalam pengaturan lalu lintas contra flow dan one way di Km 47 sampai Km 70 yang dilakukan hingga Gerbang Tol Kalikangkung.
“Bila mana tidak bisa mengakomodasi ada diskresi kepolisian juga. Hal tersebut juga sangat membantu dalam mengurai lalu lintas kendaraan dan mencegah terjadinya kepadatan,” ujar Reza.
Sedangkan terkait infrastruktur, Direktur Operasi ASTRA Tol Cipali Agung Prasetyo menyiapkan beberapa skema untuk Jalan Tol Cikampek – Palimanan.
“Yang kami lakukan agak berbeda di tahun ini, kita mengubah transaksi Gate Tol Kalimanan kita lanjutkan di Gate Tol selanjutnya hingga Kalikangkung yang mana di arus mudik ini diterima di ruas tol selanjutnya. Kemudian untuk peningkatan arus lalu lintas mengalami kenaikan 30% volume kendaraan, sekitar 105 ribu kendaraan telah melintas,” pungkasnya. (Tivan)






















