JAKARTA, MEDIAINI.COM – Mencatat nomor telepon darurat menjadi salah satu persiapan mudik yang jarang dilakukan orang-orang. Padahal, nomor-nomor tersebut bisa menjadi salah satu langkah antisipasi awal seandainya perjalanan mudik Anda mengalami kendala atau gangguan, yang bisa berakibat pada kondisi darurat.
Misalnya jika mobil mogok saat mudik, tentu Anda memerlukan mobil towing untuk menderek mobil ke bengkel, atau ketika membutuhkan pertolongan medis secepatnya (serangan jantung, sesak atau kesulitan bernapas), hingga kecelakaan, kebakaran, kekerasan, kriminalitas, dan bahkan bencana alam yang memerlukan bantuan pihak kepolisian dan tim SAR.
Saking banyaknya nomor-nomor penting saat mudik tersebut, tentu pemudik wajib mencatatnya. Berikut ini nomor-nomor darurat yang berguna saat mudik:
- Call Center: 112
- Polisi: 110
- Ambulans: 118 dan 119
- Pemadam Kebakaran: 113 atau 1131
- Perusahaan Listrik Negara (PLN): 123
- Basarnas atau SAR: 115
- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) = 117
- Posko bencana alam = 129
- Posko Kewaspadaan Nasional: 122
- Nomor darurat telepon seluler dan satelit: 112
- Keracunan: (021) 4250767 atau (021) 4227875
- Sentra Informasi Keracunan BPOM: 1500-533
- Palang Merah Indonesia (PMI): 021-7992325
- Pencegahan bunuh diri: (021)7256526, (021) 7257826, (021) 7221810
- Konseling masalah kejiwaan Direktorat
- Bina Pelayanan Kesehatan Jiwa
- Kemenkes RI: Hotline 500-454
- Call Center Jasa Marga = 14080
Call Center Pusat Krisis Kementerian Kesehatan = 0812-1212-3119 - Call Center Pertamina untuk Pembelian BBM = 1-500-000, 135 atau website pds135.com
- SMS Center Informasi Jalan Tol = 0813-8006-8000
- Call Center BPJS Kesehatan = 1-500-400
- SMS Direktorat Lalu Lintas Polri = 9119
Bagaimana Jika Nomor Telepon Darurat Tidak Terdaftar?
Apabila kontak nomor telepon darurat yang Anda cari tidak ada dalam daftar sebelumnta, maka Anda disarankan untuk menghubungi Call Center 112.
Panggilan darurat ke nomor 112 sendiri diluncurkan oleh Kemenkominfo melalui Direktorat Pengembangan Pitalebar, Ditjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika.
Fungsinya sama seperti 911 di Amerika Serikat. Indonesia sendiri menggunakan nomor 112 ini karena nomor Default Emergency pada smartphone yang dipasarkan di Indonesia. Selain itu, hal ini juga sesuai dengan standar International Telecommunication Union (ITU).
Tips Aman Saat Mudik Lebaran
Selain mencatat nomor-nomor telepon penting untuk kondisi darurat, pemudik juga harus menjaga keselamatan selama perjalanan mudik. Berikut ini tips aman saat mudik Lebaran:
Membawa Kartu Indentitas
Salah satu hal yang penting dibawa saat mudik adalah kartu identitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Paspor, Surat Izin Mengemudi (SIM), Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dan lain-lain.
Lebih bagusnya lagi Anda membawa salinan atau fotocopy kartu identitas tersebut. Takutnya akan dibutuhkan selama perjalanan mudik.
Karena masih di masa pandemi, Anda disarankan untuk mengunduh aplikasi PeduliLindungi.
Tipiskan Dompet
Tanpa bermaksud melakukan pemborosan, maksud menipiskan dompet ini adalah dengan tidak mengisi dompet dengan uang tunai terlalu banyak agar tidak mencolok.
Seperti yang diketahui, pemudik berdompet tebal basanya menjadi target favorit para pencuri. Seandainya akan mengeluarkan uang, saat ini tersedia beragam metode pembayaran non tunai, misalnya melalui e-wallet dan aplikasi penbayaran lainnya.
Periksa Kendaraan yang Akan Digunakan
Bagi Anda yang mudik dengan kendaraan pribadi, akangkah baiknya jika Anda melakukan perjalanan mudik, periksa kembali ulasan-ulasan terkait kendaraan yang akan Anda pilih untuk mudik. Hal tersebut supaya Anda bisa meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan sekaligus membuat mudik menjadi lebih aman.
Tampil Biasa Saja
Para perantau biasanya terlihat tampil mentereng saat mudik dari kota-kota besar. Padahal, dandanan seperti itu mudah untuk memancing tindak kriminal.
Prediksi Cuaca
Memeriksa cuaca adalah salah satu tips yang sangat penting untuk dilakukan sebelum mudik. Apalagi jika Anda mudik dengan menggunakan motor, usahakan menghindari cuaca hujan karena bisa menghambat perjalanan. (Tivan)






















