JAKARTA, MEDIAINI.COM – Jelang Idul Fitri 1443 H, aktivitas arus mudik mulai terlihat bahkan tingkat okupansi atau keterisian tempat duduk bus mulai terisi penuh. Bahkan, sejumlah pengelola bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) mengonfirmasi bahwa tingkat keterisiannya sudah mencapai 70 persen.
Direktur PT Gunung Harta Transport Solution I Gede Yoyok Santoso mengatakan bahwa untuk keberangkatan bus di atas tanggal 28 April 2022, tingkat keterisian bus melebihi 70 persen, bahkan nyaris mencapai 80 persen.
“Di atas 28 itu penumpang sudah ramai,” ujar Yoyok, sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia pada Sabtu (23/4/2022).
Sedangkan untuk tarif tiket bus, Yoyok membenarkan adanya kenaikan tarif bila dibandingkan dengan hari biasa di luar musim mudik. Hanya saja, dia tidak menyebutkan besaran kenaikan tarif bus saat mudik Lebaran 2022.
“Iya ada kenaikan, beda-beda ya untuk tiap rutenya,” katanya.
Secara terpisah, Managing Director Eka Sari Lorena Dwi Ryanta Soerbakti mengklaim bahwa tiket Bus Lorena telah terjual di atas 70 ribu tiket untuk angkutan Lebaran 2022. Dibandingkan dengan hari biasa, Dwi menerangkan bahwa pihaknya akan menaikan tarif tiket bus sekitar 40 hingga 50 persen.
Sedangkan untuk tingkat keterisian tempat duduk, Dwi mengatakan bahwa Bus Lorena sudah melebihi dari 80 persen.
Di sisi lain, pemilik PO Sumber Alam Anthony Steven Hambali bahkan menyebut okupansi bus miliknya selalu penuh alias 100 persen saat memasuki musim Lebaran. Namun, ia punya trik tersendiri agar masyarakat masih bisa menggunakan jasa transportasi di perusahaannya.
“Okupansi tiap bus 100 persen ya karena terisi full. Kalau satu bus penuh, kami suplai lagi bus berikutnya,” sambung Anthony.
Kemudian untuk tiket, Anthony menyebut bahwa pihaknya berhasil menjual 3.500 tiket untuk tanggal keberangkatan 28 sampai 30 April 2022. Sedangkan untuk kenaikan tarif tiket, PO Sumber Alam menerapkan kenaikan sebesar 100 persen dari tarif bus di hari biasa.
“Kenaikannya 100 persen dari tarif biasa, karena kami mengerahkan bus kosong ke Jakarta untuk menjemput pemudik,” ujar pemilik perusahaan bus yang biasa melayani perjalanan di Pulau Jawa itu.
Antisipasi Kemacetan untuk Arus Mudik 2022
Sementara itu, kepolisian bakal menerapkan aturan one way sejak pukul 07.00 hingga 24.00 WIB pada 29 dan 30 April 2022 untuk mengantisipasi adanya lonjakan trafik kendaraan di sejumlah ruas tol.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Firman Shantyabudi mengatakan, pihaknya akan menerapkan beberapa upaya mengatasi penumpukan kendaraan saat arus mudik Lebaran 2022 di ruas Tol Jakarta-Cikampek hingga Palimanan pada tanggal 23-27 April 2022, sebagai bagian dari upaya mencegah kemacetan.
Di salah satu tol terpadat tersebut, kepolisian bakal melakukan pengalihan arus bagi kendaraan sumbu 3 ke atas atau truk, trailer dan sejenisnya mulai dari Exit Gerbang Tol Cikarang Barat hingga Exit Gerbang Tol Karawang Barat.
“Melakukan pengalihan arus kendaraan bermotor sumbu 3 ke atas agar keluar jalan tol mulai Exit GT Cikarang Barat hingga Exit GT Karawang Barat,” kata Firman dalam keterangan tertulisnya.
Jika cara pertama belum efektif untuk mengurai kemacetan, Korlantas Polri juga akan menerapkan contra flow apabila terjadi kepadatan di Kilometer (KM) 48 jalur A tol Jakarta-Cikampek.
“Apabila terjadi kepadatan di KM 48 jalur A maka dilakukan rekayasa lalu lintas contra flow mulai dari KM 47 sampai dengan KM 70 GT Cikampek Utama menggunakan 1 lajur,” sambung Firman.
Dan apabila penumpukan kendaraan sudah mencapai ambang batas maksimal maka Korlantas Polri langsung menerapkan one way atau sistem satu arah dari KM 47 hingga KM 188 Gerbang Tol Palimanan.
“Apabila sudah melampaui batas maksimal kepadatan akan dilakukan rekayasa lalu lintas one way dari KM 47 sampai dengan KM 188 Gerbang Tol Palimanan,” tutup Firman. (Tivan)






















