JAKARTA, MEDIAINI.COM – Raksasa elektronik asal Jepang, Sony masih mendominasi inovasi dalam teknologi. Bahkan ikut berkontribusi pada industri kreatif di Tanah Air. Inovasi yang selalu dihadirkan justru smendorong produsen gadget lainnya. Tak hanya terdorong untuk menghadirkan produk yang memiliki kemampuan ‘hybrid’, yakni fotografi dan videografi, yang sama baiknya tetapi juga mendorong pelaku industri kreatif makin produktif.
Untuk memudahkan para pembuat konten dalam berkarya, Sony Indonesia resmi memperkenalkan lensa terbarunya, G Power Zoom Wide-Angle F4 FE PZ 16-35mm F4 G, yang diklaim mampu memaksimalkan kreativitas kreator konten.
“FE PZ 16-35mm F4 G dirancang dengan sempurna untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang menuntut serta menghilangkan hambatan kreativitas mereka sebagai power zoom wide-angle F4 konstan teringan di dunia,” kata President Director PT Sony Indonesia Koji Sekiguchi kepada awak media di kawasan Senayan, Jakarta, pada Kamis (14/4/2022).
Kelahiran FE PZ 16-35mm F4 G sekaligus menandai koleksi E-Mount Sony yang kini berjumlah 66 lensa. Sedikit membicarakan teknis, lensa kamera terbaru Sony ini dilengkapi dengan jalur optik yang mencakup dua elemen AA (advanced aspherical), elemen aspherical standar, satu Super ED (Extra-low Dispersion) dan satu elemen kaca ED serta satu elemen aspherical ED.
Satu catatan unik, ini adalah pertama kalinya dalam jajaran lensa Alpha, FE PZ 16-35mm F4 G menggunakan enam XD (extreme dynamic) Linear Motors asli Sony untuk fokus dan zoom drive. Selain itu, lensa terbaru ini dilengkapi dengan teknologi lensa paling mutakhir dari perusahaan asal Jepang tersebut, yang dipercaya efektif untuk mengurangi focus breathing serta focus dan axial shift saat melakukan zoom.
Sedangkan saat ditakar dengan mata telanjang, lensa Sony FE PZ 16-35mm F4 G memiliki bobot 353 gram atau sekitar 30 persen lebih ringan ketimbang seri SEL1635Z. Lensa ini juga hanya berukuran 80,5 mm x 88,1 mm dan diameter filter 72 mm.
Fitur lainnya yang terdapat pada lensa ini mencakup Iris Lock Switch yang dapat diaktifkan untuk mencegah aperture ring berpindah secara tidak sengaja antara pengaturan [A] dan F4 -F22, lalu ada tombol tahan fokus yang dapat disesuaikan untuk penggunaan di luar ruangan.
Tak kalah menarik, lensa kamera untuk Sony Alpha series ini memiliki desain yang tahan terhadap debu dan kelembaban. Selain itu, FE PZ 16-35mm F4 G juga memiliki lapisan elemen depan fluorine agar tetap bersih dan andal untuk digunakan di luar ruangan.
Dengan segudang kemampuan yang dimiliki perangkat tersebut, harga lensa Sony FE PZ 16-35mm F4 G dibanderol Rp 19,999 juta dan akan segera tersedia di berbagai Sony Authorised Dealer di berbagai wilayah Indonesia. Untuk menarik minat konsumen, Sony menggelar program pre-order mulai 14 April hingga 8 Mei 2022. Selama periode tersebut, konsumen berhak mendapatkan special gift berupa wrapping cloth.
Sony Indonesia Ikut Terpengaruh Kenaikan PPN 11 Persen
Di sisi lain, Sony Indonesia terang-terangan terpengaruh oleh kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10 persen menjadi 11 persen. Imbasnya, perusahaan ini melakukan penyesuaian harga untuk seluruh produknya sejak tanggal 1 April 2022 lalu.
“Mengenai dampak dari pajak yang dinaikkan hingga 11 persen, tentunya Sony juga mulai mengikuti peraturan ini dengan menaikkan ke 11 persen pajak di bulan April ini,” terang Koji Sekiguchi, President Director PT Sony Indonesia, saat ditanya Mediaini.com.
Lebih jauh, hal ini dilakukan perusahaan ini agar bisnis mereka bisa menjaga kelangsungan bisnisnya di Tanah Air, meskipun selama pandemi, bisnis mereka mengalami tren positif.
“Untuk harga produk jadinya kita mengikuti. Kami adjust dengan kenaikan 11 persen ini. Jadi semua produk kami per satu April sudah naik ya harganya,” tambahnya.
Tapi saat ditanya apakah kenaikan PPN 11 persen tersebut berdampak pada penurunan omzet, Koji menjelaskan bahwa perusahaannya masih berada pada jalur yang tepat. Bahkan, saham perusahaan juga masih berjalan dengan semestinya.
“Namun untuk penjualan produk sendiri, dari Sony seperti yang kita tahu, saham dari Sony sendiri masih tetap berjalan dengan baik,” pungkas Koji. (Tivan)





















