JAKARTA, MEDIAINI.COM – Grab menegaskan kembali komitmennya untuk mendorong digitalisasi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di pasar rakyat melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.
Nota kesepahaman ini merupakan bagian dari kemitraan strategis antara Grab dan Pemerintah untuk untuk mendorong program pasar rakyat digital yang dikembangkan oleh Kementerian Perdagangan RI.
Kemitraan ini sejalan dengan salah satu fokus Kementerian Perdagangan untuk terus mendorong pasar rakyat agar tetap beroperasi, khususnya di masa pandemi Covid-19. Kementerian Perdagangan RI menargetkan 1.000–2.000 pasar rakyat dan 1 juta pedagang pasar rakyat terdigitalisasi pada 2022.
“Saya sangat berharap nota kesepahaman ini akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi UMKM sehingga digitalisasi perdagangan dapat menjadi salah satu game changer untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan,” kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melalui siaran persnya yang dikutip pada Minggu (10/4/2022).
Lutfi mengatakan UMKM merupakan penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa pandemi Covid-19. Pada 2021, UMKM berkontribusi lebih dari 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap lebih dari 97 persen tenaga kerja.
“Dengan jumlah lebih dari 64 juta, UMKM Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengakselerasi transformasi digital sektor perdagangan dan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia,” kata dia.
Berdasarkan data otoritas perdagangan, hingga Maret 2022 sudah lebih dari 17 juta UMKM yang onboarding dan memanfaatkan platform digital. Pemerintah menargetkan 30 juta UMKM Go Digital pada 2024 dapat terwujud. Secara khusus, Kementerian Perdagangan pada 2022 menargetkan seribu pasar rakyat dan 1 juta UMKM serta pedagang pasar rakyat untuk Go Digital.
“Secara konsisten kami juga akan terus mendorong pedagang dan pengelola pasar rakyat serta UMKM untuk melakukan transformasi digital di segala aspek. Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan menyambut baik upaya dan kesepakatan kerja sama dengan PT Grab Teknologi Indonesia,” tuturnya.
Kolaborasi Kemendag dan Grab dengan Pasar Rakyat Berbasis Digital
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Grab Teknologi Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan kerja sama itu merupakan salah satu bentuk komitmen Grab dalam membuka akses digitalisasi bagi pelaku UMKM, khususnya pasar rakyat agar dapat naik kelas.
“Kerja sama ini merupakan bentuk dukungan kepada Pemerintah terutama dalam transformasi digital kepada UMKM, terutama perdagangan pasar rakyat. Diharapkan transformasi ini semakin menaikan UMKM menjadi tulang punggung ekonomi Indonesia. Terlebih, dalam momentum Indonesia sebagai Presidensi G20,” kata Ridzki.
Di bawah naungan kerja sama strategis ini Grab dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia akan berkolaborasi untuk mendukung percepatan pelaksanaan pembinaan dan fasilitasi digitalisasi bagi pelaku UMKM di sektor perdagangan dan berfokus pada pasar rakyat.
Pembinaan ini akan meliputi upaya offline dan online untuk mendorong promosi dan distribusi barang dari para pelaku UMKM pasar rakyat kepada masyarakat melalui ruang promosi yang disediakan pada aplikasi Grab. Proses digitalisasi akan meliputi proses onboarding Pelaku UMKM pasar rakyat di layanan GrabMart.
Di sisi lain, Grab terus merealisasikan komitmennya dalam mendorong digitalisasi UMKM pasar rakyat. Baru-baru ini, Grab dan BNI berkolaborasi untuk memberikan fasilitas akses digital berupa pembayaran cashless, dukungan fitur Pesan Sekaligus di GrabMart, Onboarding Debitur Kredit Usaha Rakyat (KUR) BNI ke dalam GrabMart, serta pinjaman dari BNI ke mitra GrabMart, dengan implementasi yang salah satunya telah dijalankan di pasar Tomang Barat, Jakarta Barat. (Tivan)






















