MEDIAINI.COM – Kisah bocah berumur 8 tahun yang bermimpi jadi fotografer satwa liar jadi bagian cerita inspiratif dan menggugah hati. Dilansir dari situs Good Morning America, kemunculan kisah Oban (8) sebagai bocah yang terdiagnosis mengidap kanker langka, Burkitt Lymphoma jadi perhatian. Sebab, keinginannya sungguh kuat untuk capai cita-cita menjadi fotografer satwa.
Kanker ini dikaitkan dengan sistem kekebalan tubuh. Sel limfosit merupakan jenis sel darah putih yang berfungsi untuk melindungi tubuh melawan infeksi. Namun ketika mengidap limfoma, akan terbentuk limfosit yang abnormal. Sel-sel kanker pada limfoma Burkitt ini dapat merangsang ke semua bagian tubuh, terutama bagian tubuh yang vital, seperti otak, kelenjar getah bening, serta sumsum tulang belakang. Menurut National Cancer Institute, terbentuknya limfosit secara abnormal bisa terjadi dengan sangat cepat sehingga memungkinkan hanya sedikit kesempatan untuk melawan kanker tersebut.
Namun demikian, Oban yang divonis sejak 2020 lalu terus menunjukkan semangatnya menjalani hidup terlebih mengingat harapannya jadi fotografer satwa liar. Ia bahkan mengatakan bahwa ia ingin membawa dirinya menuju cita-cita yang dia inginkan. Karena tertarik dengan kehidupan satwa liar, Oban berkomitmen untuk menjadi seorang petualang dan memulai karirnya sebagai fotografer kehidupan satwa di alam liar. Semangat Oban dalam menggapai impian sangat menginspirasi bagi banyak orang.
Modal jadi Fotografer Satwa Liar, Oban Bersahabat dengan Alam
Ketertarikan Oban terhadap kehidupan satwa liar telah membawanya bermimpi untuk mengejar karier sembari bersahabat dengan alam bebas. Berkat kerja sama antara Make-A-Wish Conneticut dan Make-A-Wish Florida Utara, Oban berhasil mewujudkan mimpinya untuk bertemu dengan Carlton Ward Jr. dari acara populer, National Geographic.
National Geographic sendiri merupakan sebuah acara dokumentasi satwa-satwa liar di berbagai macam wilayah alam bebas. Namun tidak hanya itu, National Geographic juga memiliki visi untuk melakukan eksplorasi, edukasi, dan juga berkontribusi terhadap ilmu pengetahuan untuk melindungi satwa liar serta kelangsungan hidup bumi.
National Geographic memang paling banyak menarik minat anak-anak kecil. Bersama National Geographic, mereka dapat mengetahui hal-hal terkait bumi beserta isinya. National Geographic juga memproduksi majalah yang bisa dinikmati anak-anak. Mereka bisa menemukan beberapa fakta yang belum pernah diketahui sebelumnya melalui majalah itu. Majalah ini dikemas sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran anak-anak mengenai ilmu pengetahuan menjadi lebih menyenangkan.
Menurut Ward, ketika mereka berdua bertemu, Oban memberikan impresi yang menakjubkan. Sebelumnya, Ward tidak pernah bertemu dengan seorang anak kecil dengan wawasan seluas itu. Selain itu, Oban juga menunjukkan bahwa ia merupakan penggemar dari Ward. Hal tersebut terbukti dengan Oban yang sempat mengatakan runtunan kalimat dari sebuah artikel mengenai fakta-fakta seekor harimau kumbang. Saat itu, Ward sempat berkontribusi dalam pembuatan artikel tersebut. Ward sangat senang atas antusiasme yang ditunjukkan oleh bocah berumur 8 tahun tersebut.
Dalam kunjungannya ketika itu, Oban diajak berkeliling habitat harimau kumbang. Selain itu, ia juga dipersilakan untuk memotret beberapa foto dari rusa, rakun, serta berbagai macam koleksi spesies flora dan fauna lainnya yang menyusun ekosistem alam bebas di wilayah Florida, Amerika Serikat. Hal itu merupakan kesempatan langka dan tidak terlupakan bagi keduanya.
Ward menyatakan bahwa ia sangat menunggu-nunggu kesempatan untuk memberikan orang lain sebuah pengalaman dan terlibat secara langsung dalam sebuah acara dokumentasi satwa liar seperti National Geographic, sebagaimana yang ia lakukan dengan Oban beberapa pekan lalu. Pengalaman ini tentu saja menjadi pengalaman berharga yang tidak bisa dilupakan oleh Ward. Tentunya, kunjungan Oban ini semakin meningkatkan komitmennya untuk menjadi seorang petualang. (Sekar)
Sumber Gambar : ilustrasi Pixabay






















