MEDIAINI.COM-Dinamika dunia internasional akhir-akhir ini menyoroti sebuah nama yang mulai banyak dikagumi, yakni Volodymyr Zelensky, seorang presiden Ukraina. Zelensky dipuji sebagai sosok pemimpin yang memiliki karakter pemberani, patriotis, sekaligus menginspirasi masyarakat Ukraina di situasi sulit.
Latar Belakang Volodymyr Zelensky
Zelensky lahir dari keturunan Yahudi yang tidak terlepas dari pengalaman traumatis masa lalu di Eropa, termasuk di Uni Soviet. Ketika Uni Soviet runtuh di tahun 1990-an, kelompok Yahudi diberikan keleluasaan untuk beremigrasi ke negara lain. Akan tetapi, keluarga Zelensky memutuskan untuk tetap bertahan di dunia pasca-Soviet. Setelah dua dekade berlalu, kelompok Yahudi kini mulai diakui di dalam kehidupan bermasyarakat. Sebagai seorang pemimpin sekaligus simbol negara, Zelensky dijadikan sebagai representasi kelompok yang memberikan segelintir harapan baru terhadap penerimaan kelompok Yahudi di Ukraina.
Sebelum terjun ke dunia politik, Volodymyr Zelensky sempat menempuh karir di industri hiburan sebagai seorang aktor dan komedian. Beberapa acara yang pernah dibintangi olehnya ialah Evening Quarter, sebuahacara satir yang banyak membahas mengenai kebebasan berbicara yang pernah menjadi isu di Ukraina. Ia juga pernah menjadi pengisi suara di film populer Paddington versi Ukraina yang digemari oleh masyarakat. Puncak karirnya adalah ketika ketika ia membintangi acara Servant of the People di tahun 2015. Saat itu ia mengkritik status quo di negaranya. Keahliannya dalam game of performance yang ditunjang dengan karakter berani dan sensitif terhadap isu-isu di Ukraina membuat sosok Zelensky terkenal luas di tengah-tengah masyarakat Ukraina. Ia kemudian terjun ke dunia politik dan berhasil memenangkan 73% suara dari masyarakat pada saat pemilihan presiden di tahun 2019.
Volodymyr Zelensky Menginspirasi Dunia di Tengah-Tengah Situasi Sulit
Merespons situasi yang terjadi saat ini, presiden berumur 44 tahun itu beberapa kali menyampaikan pidato di berbagai forum secara tenang, namun tetap penuh percaya diri. Volodymr Zelensky meyakinkan masyarakatnya bahwa Ukraina merupakan negara yang kuat, merdeka, dan bebas sehingga tidak perlu takut menghadapi ancaman. Hal ini bahkan dibuktikan dengan mengunggah selfie clip dirinya yang sedang berdiri di depan bangunan di ibu kota Kiev ketika invasi terjadi. Pada tanggal 26 Februari, video yang diunggah di akun sosial media pribadinya yakni Instagram telah diputar sebanyak 14 juta kali. Melalui video yang menarik perhatian publik ini, ia menyampaikan suatu pesan otentik, “I am here. We are here. Our soldiers are here. The citizens of our country are here. We are in Kyiv. We are protecting the independence of our country. And it will continue to be this way. Glory to our defenders. Glory to our heroes. Glory to Ukraine!” menurut terjemahan dari kanal berita Euronews.
Seiring dengan meningkatnya penggunaan sosial media, kini sosial media juga sekaligus menjadi elemen penting yang dapat memengaruhi opini masyarakat. Apalagi, didukung dengan arus informasi yang sangat cepat, masyarakat lintas batas banyak terbantu untuk memahami apa yang sedang terjadi di dunia luar sana. Melalui video yang diunggah tersebut, keberanian Volodymyr Zelensky menarik engagement dari audiens mancanegara yang ikut mengekspresikan dukungan terhadap pemimpin Ukraina tersebut. Pemberitaan mengenai orang nomor satu di Ukraina tersebut membuat popularitasnya semakin meningkat. Ia bahkan banyak dijuluki sebagai national hero di tengah-tengah situasi konfrontasi yang kian memanas. Apa yang disampaikan oleh Zelensky atas nama warganya memberikan pesan solidaritas dan kebersamaan. Semangat Volodymyr Zelensky sebagai seorang pemimpin sekaligus aktor vital dalam situasi saat ini membangkitkan semangat masyarakat Ukraina untuk tetap bersikap optimis dan berjuang bersama-sama membela keamanan dan kedaulatan negaranya sendiri. (Sekar)
Sumber gambar: ilustrasi pixabay






















