JAKARTA, MEDIAINI.COM – Setelah laman melayani penerbangan charter, Pelita Air Service (PAS) berencana melakukan penerbangan niaga berjadwal. Konon, maskapai penerbangan ini bakal menjadi pengganti Garuda Indonesia. Berdasarkan laporan dari para direksi, Komisaris Utama Pelita Air Michael Umbas mengatakan bahwa izin penerbangan berjadwal Pelita Air tengah diurus.
“Untuk penerbangan berjadwal dari laporan direksi masih berproses,” papar Michael singkat.
Meski demikian, Michael masih menutup rapat perihal tanggal pembukaan rute maskapai ini beserta layanan terbang berjadwalnya. Menurutnya, target operasional terbang berjadwal belum bisa disampaikan saat ini. “Untuk target kapan belum bisa disampaikan, nanti pasti kami akan launching dan umumkan resmi ke publik,” imbuhnya.
Sebagai persiapan, Pelita Air sudah mengumpulkan sumber daya manusianya untuk melakukan penerbangan berjadwal. Diketahui, maskapai saat ini sedang membuka lowongan kerja untuk tiga posisi sekaligus, yakni kapten pilot (captain), kopilot (first officer), dan pramugari atau pramugara (flight attendant).
Diintip melalui laman resminya, ketiga posisi tersebut akan diisi untuk operasional jenis pesawat Airbus A320. Sekader informasi, pesawat Airbus A320 memang dikenal sebagai salah satu pesawat yang digunakan untuk kebutuhan angkutan penumpang.
Dalam web yang sama, maskapai ini juga sudah memajang foto pesawat penumpang besar yang nampaknya Airbus A320 berlogo Pelita Air dan Pertamina pada banner halaman lowongan kerja untuk pilot, kopilot, dan pramugari.
Soal kabar akan menggantikan Garuda Indonesia, menurut Michael itu adalah wewenang Kementerian BUMN. Hanya saja, dia mengatakan pihaknya melihat kesempatan bisnis yang bagus pada penerbangan reguler, sehingga pihaknya bersiap membuka penerbangan berjadwal. “Kalau hal tersebut (menggantikan Garuda) itu ranah kementerian BUMN. Pelita Air murni sejauh ini melihat adanya peluang bisnis di penerbangan berjadwal,” kata Michael.
Persiapan Pelita Air
View this post on Instagram
Di sisi lain, maskapai ini disebut bakal membuka layanan di kelas medium service. Saat ini, maskapai merupakan pemegang Surat Izin Usaha Angkutan Udara Niaga (SIUAUN) untuk penerbangan tidak berjadwal maupun yang berjadwal. Hanya saja yang sudah beroperasi cuma untuk penerbangan tidak berjadwal.
Soal kelayakan menggelar layanan penerbangan berjadwal, Pelita Air tercatat sudah mengantongi sertifikat AOC (Air Operator Certificate) 121 dengan jumlah armada 26 pesawat. Namun untuk penerbangan dengan armada baru dan berjadwal, Pelita Air memang butuh sertifikasi lagi.
Garuda Indonesia Merespon
Kondisi keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tengah tidak baik. Selain terlilit utang besar, maskapai plat merah ini juga dikabarkan akan pailit dan digantikan maskapai Pelita Air.
Menanggapi kabar ini, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra angkat bicara untuk memberikan penjelasan. Dia mengatakan, pemegang saham melakukan berbagai upaya untuk memastikan restrukturisasi Garuda berhasil. Tapi di sisi lain, pemerintah punya kewajiban bila restrukturisasi gagal.
“Kan pemerintah pada posisi harus punya flag carrier. Jadi idenya Pelita monggo, mau bikin lagi monggo. Itu haknya pemerintah, masa manajemen mempertanyakan pemegang saham,” ujar Irfan seperti dikutip dari Youtube Kementerian BUMN, Jumat lalu (5/11).
Kendati demikian, dia tak melihat adanya indikasi dari pemerintah untuk meniadakan Garuda. Dia mengatakan, langkah yang dilakukan pemerintah wajar sebagai bentuk antisipasi.
Selain itu, dia tidak melihat sedikit pun niat pemerintah untuk membuat susah Garuda dan menggantikannya dengan Pelita Air, seperti yang dirumorkan akhir-akhir ini. Menurutnya, membangun sebuah maskapai baru memerlukan lebih banyak usaha dan tentunya dana yang tidak sedikit.
“Saya juga nggak melihat setetes pun indikasi bahwa ini memang mau dibikin susah dan menghidupin Pelita. Menghidupkan Pelita itu untuk menjadi sebesar sama Garuda butuh banyak effort, duit yang bayak sekali. Dan satu yang nggak bisa Pelita gantikan, brand kita gila,” pungkasnya.(Tivan)






















