JAKARTA, MEDIAINI.COM – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Diperpanjang hingga 16 Agustus 2021. PPKM Level 2, 3, dan 4, di wilayah Jawa dan Bali dengan aturan baru ini akan dimulai dari 10 Agustus hingga 16 Agustus 2021. Berbeda dari sebelumnya, pengumuman perpanjangan PPKM tidak disampaikan presiden Joko Widodo atau Jokowi, melainkan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam jumpa pers virtual, Senin (9/8) malam.
Luhut mengatakan jumlah kasus aktif Covid-19 di Jawa dan Bali mengalami penurunan dalam masa PPKM Level 2, 3, dan 4. Namun penurunan tersebut belum terjadi secara drastis atau masih sangat perlu diwaspadai. Total penambahan kasus positif Covid-19 dari 3 sampai 9 Agustus mencapai 223.940 kasus. Jumlah tersebut turun dibandingkan tujuh hari sebelumnya, 27 Juli-2 Agustus, yang mencapai 268.067 kasus.
Paparkan Data Evaluasi PPKM Sebelumnya
Penurunan jumlah kasus positif Covid-19 sejalan dengan jumlah tes swab PCR maupun antigen yang minim dalam enam hari terakhir. Selain itu, tambahan kasus positif juga belum bisa ditekan sampai 10 ribu per hari. Sementara itu, kasus kematian mulai menurun pada PPKM kali ini. Sepanjang 3-9 Agustus, total kematian Covid-19 sebanyak 11.280. Jumlah tersebut turun dibanding sepekan sebelumnya, 27 Juli-2 Agustus, yang mencapai 12.525 kasus.
Kabar baik lainnya, kasus sembuh naik sepanjang 6 hari terakhir. Total pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh dari 3-9 Agustus mencapai 242.357. Namun, jumlah tersebut masih lebih rendah dari enam hari sebelumnya, 27 Juli-2 Agustus, yang mencapai 334.444.
PPKM Diperpanjang, 24 Kota/Kabupaten Turun ke Level 3
Penurunan terhadap kasus dan tingkat keterisian rumah sakit terjadi dan tersebar di aglomerasi Jawa-Bali. Diperkuat dengan jumlah kasus kematian yang juga menurun di wilayah Jawa-Bali. Meskipun belum terlihat tapi pemerintah terus mengupayakan. Salah satunya dengan memperhatikan mobilitas masyarakat, maka hal ini akan dipantau hingga Minggu depan.
Dalam penerapan PPKM yang sudah dilaksanakan terdapat hasil yaitu terdapat 24 kota dan kabupaten yang turun ke level 3. Menurut Luhut, cara pengukurannya melalui data yang menjadi indikator terutama beberapa minggu kebelakang. Salah satu yang dilakukan saat pemerintah membentuk tim khusus menangani wilayah yang mengalami lonjakan kasus meninggal, yaitu kota Yogyakarta.
Luhut juga menyampaikan jika pelaksanaan 3M, 3T dan vaksinasi berjalan dengan baik. Kerjasama seluruh eleman mulai dari, TNI/Polri, Pemerintah Daerah, Mahasiswa yang terlibat membuat kondisi menjadi lebih baik “Dalam menangani pandemi mengedepankan kehati-hatian, sehingga semua tidak menjadi sia-sia. Semua sudah lelah, bukan hanya petugas, masyarakat pun lelah. Maka jangan sia-siakan kelelahan karena tidak disiplin. Pemerintah tak bisa berdiri sendiri, masyrakata diharapkan berperan penuh utamanya penggunaan masker agar keluar dari pandemi,”tegas Luhut mengingatkan.
Mal dan Tempat Ibadah Dibuka Secara Bertahap
PPKM Diperpanjang membuat pemerintah akan melakukan uji coba membuka mal atau pusat perbelanjaan secara bertahap di wilayah yang masuk PPKM level 4. Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan uji coba bakal dilakukan di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, dengan kapasitas 25 persen selama sepekan ke depan. Selama masa uji coba, akan ada pembatasan usia yang boleh dan tidak boleh masuk ke mal atau pusat perbelanjaan. “Anak umur di bawah 12 tahun, dan di atas 70 tahun akan dilarang untuk masuk ke dalam mal, pusat perbelanjaan sementara ini,” terang Luhut.
Luhut juga mengatakan proses screening pada pengunjung mal dan pusat perbelanjaan akan segera diberlakukan melalui aplikasi peduli lindungi. Hanya mereka yang sudah melakukan vaksinasi yang diperbolehkan masuk. Selain pusat perdagangan, protokol kesehatan juga akan diberlakukan di lima aktivitas utama masyarakat lainnya, yakni kantor dan kawasan industri, transportasi, pariwisata (hotel, pariwisata, dan event), keagamaan, dan pendidikan.
Dalam jumpa pers tersebut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan contoh pemberlakuan protokol kesehatan di Bandara. Nantinya, menurut Budi, status vaksinasi calon penumpang akan diketahui saat proses check in. “Kalau sudah vaksin, akan dibolehkan masuk dengan protokol lebih longgar. Sama seperti di restoran itu ada daerah merokok dan tidak merokok. Yang sudah divaksin mungkin satu meja bisa berempat, dan yang belum vaksin satu meja berdua dan ditaruh di tempat terbuka,” terangnya.
Pandemi Masih Jauh dari Kata Selesai
Di akhir jumpa pers, Luhut kembali mengingatkan PPKM diperpanjang agar masyarakat tetap waspada. Meski jumlah kasus aktif sudah mulai menurun, Luhut menyebut Covid-19 akan tetap ada dan bisa sewaktu-waktu bisa mengalami lonjakan. “Kita semua rakyat Indonesia harus super hati-hati, tidak perlu jumawa, pandemi masih jauh dari selesai. Hasil studi pakar ahli dunia, 70 persen dari mereka mengatakan kasus ini masih akan terjadi beberapa tahun ke depan. Gaya hidup, cara hidup kita harus berubah, harus sesuaikan dengan kondisi,” kata Luhut.
Untuk bisa beraktivitas di tengah pandemi, lanjut Luhut, masyarakat harus terbiasa dengan berbagai protokol. Termasuk penerapan digitalisasi dalam berbagai aspek kehidupan. “Semua makin banyak digitalisasi. Kita akan lebih banyak mengandalkan kartu vaksinasi. Untuk pembayaran kita semua kurangi secara cash dan bisa lebih banyak menggunakan aplikasi. Cuci tangan, menjaga jarak, juga harus tetap ditetapkan”. (Alfahri)






















