JAKARTA, MEDIAINI.COM – Pemilik mobil listrik, wajib tahu lokasi stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) alias “spbu” di Jakarta. Pasalnya, kehadiran mobil listrik di Indonesia memang semakin jadi pilihan. Maka, peningkatan minat masyarakat tentu saja harus dibarengi oleh ketersediaan stasiun pengisian mobil listrik
Merespons hal ini, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) bersama PT Pertamina (Perseroan) meluncurkan dua SPKLU di Lenteng Agung dan MT Haryono, Jakarta.
Kepala BPPT Hamam Riza mengatakan peluncuran SPKLU tersebut untuk membangun ekosistem kendaraan bermotor listrik di Indonesia yang sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk transportasi jalan.
“BPPT terus memberikan kontribusi positif guna mendukung perkembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai,” katanya melalui konferensi pers virtual, Kamis (5/8).
Cek Lokasi Pengisian Mobil Listrik lewat Aplikasi
Kedua SPKLU tersebut bertipe fast charging yang dapat mengisi baterai mobil listrik sekitar 30 menit. Pengoperasian SPKLU bersifat self-service dan cashless dengan tetap mengedepankan kemudahan pengisian bagi pemilik kendaraan melalui aplikasi SPKLU yang tersedia pada paltform digital My Pertamina.
Lewat aplikasi digital itu konsumen dapat mengetahui lokasi SPKLU yang available, tipe kendaraan listrik, melakukan booking sesuai ketersediaan dan kenyamanan waktu konsumen saat pengisian hingga pembayaran.
Selama melakukan pengisian, konsumen dapat memonitor progres pengisian kendaraan dan mendapatkan notifikasi ketika pengisian kendaraan selesai.
BPPT mengungkapkan SPKLU yang berlokasi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina lebih banyak digunakan oleh konsumen karena akses yang mudah dan beroperasi hampir 24 jam. Dari enam SPKLU yang dimiliki BPPT, total transaksi mencapai 3.023 kali dengan total konsumsi listrik mencapai 71,89 megawatt terhitung sejak 2019-2021. Pelanggan yang banyak menggunakan fasilitas tersebut adalah pengendara taksi luring dan taksi daring listrik.
Target 190 SPKLU di 2021
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mendorong pengoperasian Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia.
Direktur Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Ida Nuryatin Finahari, mengatakan SPKLU merupakan peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan, baik oleh produsen dalam negeri maupun badan usaha.
“Melalui kerja sama antarinstansi dan badan usaha, penyediaan dan pengoperasian secara komersial SPKLU di seluruh Indonesia dapat diakselerasi, sehingga semakin mudah masyarakat pengguna kendaraan listrik mengisi ulang baterai kendaraannya,” ujar Ida, dikutip dari laman resmi Ditjen Ketenagalistrika.
Sebagai upaya pemerintah mewujudkan transisi energi menuju ekonomi rendah karbon dan mengurangi ketergantungan terhadap impor produk BBM, Kementerian ESDM terus mendorong infrastruktur pengisian listrik untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) berupa instalasi listrik privat maupun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).
Menurut Ida, belum banyaknya SPKLU yang beroperasi secara komersial menjadi tantangan yang harus dijawab badan usaha SPKLU maupun pemerintah dalam upaya mendorong percepatan KBLBB. Pada 2021 ini, ditargetkan sebanyak 190 unit SPKLU beroperasi dengan target KBLBB adalah sebanyak 1.865 unit. (Alfahri)























Discussion about this post