JEPANG, MEDIAINI.COM — Olimpiade Tokyo telah bergulir sejak 23 Juli 2021 dengan mempertandingkan banyak cabang olahraga dan nomor pertandingan.
Tidak terkecuali cabang olahraga balap sepeda nomor BMX Race yang dipertandingkan pada Rabu-Jumat 29-30 Juli 2021 dihelat di Ariake Urban Sports Park, Tokyo Bay Zone dengan mempertandingkan nomor kategori Men dan Women BMX Race.
Dua rider asal Latvia dan Perancis yakni Vinetta Petersone dan Axelle Etienne adalah dua orang rider yang menggunakan sepeda pabrikan asal Gresik, Jawa Timur, Indonesia yakni Thrill seri Havoc XL untuk bertanding.
Setelah mendapat akumulasi poin yang mendukung, keduanya lolos dan berhak tampil di Tokyo. Pada Kamis 29 Juli 2021 Vinetta dan Axelle tampil di babak Quarter Final dengan hasil yang cukup impresif.
Axelle yang merupakan rider rangking 8 dunia saat ini, berhasil lolos ke tahap selanjutnya yaitu babak final.
Namun hasil sebaliknya mengandaskan ambisi Vinetta untuk tampil ke babak selanjutnya karena tersingkir setelah melakoni Heat ketiga dengan finish di urutan keenam.
Jumat, 30 Juli 2021 pukul Sembilan pagi waktu setempat harusnya menjadi jam mulai pertandingan semifinal BMX Race, namun kendala cuaca di sekitar Venue karena hujan deras dan petir membuat panitia harus menunda pertandingan hingga satu jam. Pukul 10.00 waktu setempat, Race di babak semifinal di helat.
Hasilnya Axelle berhasil menorehkan prestasi dengan menduduki peringkat ketiga pada heat kedua dan berhak melaju ke final bertemu rider BMX asal Kolombia yang juga peringkat pertama dunia sekaligus unggulan terkuat di race kali ini, Mariana Pajon.
Final race berlangsung pukul 12:35 dengan starting list Axelle berada di gate kedelapan, begitu starting gate diturunkan rider mulai memacu sepedanya melewati lintasan BMX sejauh 250 meter dan dengan posisi ketat membawa rider asal Inggris, Bethany Shriever menjadi yang terbaik sekaligus membawa Inggris untuk pertama kali meraih emas Olimpiade di nomor BMX, disusul unggulan pertama Mariana Pajon dan Merel Smulder dari Belanda meraih perak dan perunggu.
Axelle Etienne harus puas menduduki posisi ketujuh dengan terpaut jarak hampir dua detik dibelakang Bethany. Namun apapun hasilnya, Axelle mampu memberikan hasil terbaik untuk negara dan dirinya karena bisa lolos sampai babak final dan ini juga menjadi torehan manis untuk pabrikan sepeda asal Gresik, PT Indonesia Bike Works yang menjadi sepeda andalan Axelle dan Vinneta saat berada di Olimpiade Tokyo.
Terlebih Axelle yang berhasil menorehkan peringkat ketujuh dan terbaik sejauh ini bagi Thrill, setelah hasil pada gelaran sebelumnya di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 lalu belum mampu meloloskannya sampai babak final.
Seperti yang kita tahu, Thrill menjadi satu-satunya pabrikan sepeda di Indonesia bahkan Asia Tenggara yang tampil di Olimpiade Tokyo, Thrill BMX Havoc XL alloy merupakan hasil riset pabrikan yang berdiri sejak 2012 yang menggabungkan stiffness atau kekakuan dan bobot ringan namun tangguh.
Dengan salah satu spesifikasi sepeda terbaik di kelasnya, Thrill BMX Havoc XL alloy seringkali dipakai oleh para rider BMX Eropa sebagai senjata andalan mereka menghadapi kejuaraan-kejuaraan BMX, termasuk beberapa seri UCI World Cup dan World CHampionship yang merupakan kasta kompetisi tertinggi bagi rider BMX dunia.
Selamat untuk Axelle dan Vinneta! (AD/FD)























Discussion about this post