JAKARTA, MEDIAINI.COM– Nama Adhisty Zara kembali jadi pembicaraan hangat di media online dan media sosial. Pasalnya, aktris muda ini lagi-lagi mendapatkan pemberitaan karena mengumbar kemesraannya. Namun dibalik masalah pribadinya yang terungkap, Zara panggilan akrab dara yang baru genap 18 tahun ini ternyata laris diajak bermain film.
Berdasarkan penelusuran Mediaini, Zara sudah membintangi 9 film layar lebar dan memiliki bayaran yang terus naik. Diperkirakan, banyak produser yang rela membayar dara kelahiran 21 Juni 2003.
Adhisty Zara termasuk Kriteria Pemain Film yang Berhonor Tinggi?
Dilansir dari Loka data, ada beberapa ukuran dalam menentukan bayaran dan harga pemain film layar lebar. Pertama, daya jual pemain film yang diajak bahkan sebelum film dirilis. Kedua, proyeksi keuntungan yang akan didapatkan jika menggunakan pemain film terpilih. Ketiga, pemain film yang memiliki potensi nilai untuk jangka waktu yang lama.
Pengamatan Mediaini, Zara memiliki proyeksi bayaran yang mahal. Pasalnya, artis muda ini beberapa kali memenangkan penghargaan dan selalu masuk dalam nominasi berkat aktngnya. Mulai dari Piala Maya di tahun 2018 dan menyabet penghargaan Indonesia Movie Award 2020 untuk kategori Pemeran Wanita Terfavorit. Di tahun yang sama, Zara juga mendapatkan penghargaan sebagai Aktris Perempuan pada agenda Golden Gate International Festival.
Menghitung Bayaran Pemain Film Layar Lebar
Sudah bukan rahasia lagi, jika setiap film yang mendapuk nama Zara selalu memiliki jumlah penonton yang fantastis. Bahkan semua film yang dibintangi berhasil menjadi film box office. Salah satu produser film di Indonesia pernah membocorkan jika perkiraan honor pemain film dibagi menjadi tiga kategori.
Menurutnya, pemain kelas satu sudah mematok honor sekitar Rrp 250 juta hingga Rp 500 juta. Kemudian, ada yang meminta honor mulai dari Rp 100 juta hingga Rp 200 juta. Sementara pemain baru memiliki standar yang nilai kontraknya hampir sama yaitu di bawah angka Rp 100 juta tapi masih puluhan juta. Jika dihitung dengan honor batas bawah dengan honor Rp 50 jutaan maka uang yang dapat dikumpulkan Zara lewat 9 filmnya tersebut bisa berjumlah hingga Rp 500 juta. Sementara angka ini bisa didapatkan Zara hanya dalam waktu 2 tahun karena 9 film layar lebarnya diproduksi tahun 2018 hingga 2020.
Dibayar Mahal karena Miliki Jumlah Penonton yang Besar
Banyak yang sudah mengetahui, bahwa film pertama yang mengawali karir Zara adalah Dilan 1990. Dirilis pada awal 2018, film ini laku keras dengan jumlah penonton 6.315.664 orang. Mendapatkan penobatan sebagai film terlaris pada tahun 2018 sekaligus menjadi film terlaris kedua sepanjang masa.
Lanjut, Zara saat terlibat dalam film Keluarga Cemara besutan Yandy Laurens menarik 1.701.498 pasang mata. Film Zara lainnya yang mencetak hits, yaitu Dilan 1991 (5.253.411 penonton), Dua Garis Biru (2.538.473 penonton) dan Mariposa dengan jumlah penonton di hari pertama mencapai sekitar 140 ribuan. Ini merupakan box office kedua setelah Milea: Suara Dari Dilan yang mengumpulkan 3 juta penonton lebih. Ada cara sederhana yang bisa dilakukan untuk menghitung jumlah pendapatan produksi film Indonesia.
Dilansir dari Kompas.com, Triawan Munaf saat menjabat sebagai Kepala Bekraf sempat membeberkan cara menghitung pendapatan para produser film layar lebar. Menurutnya, pendapatan bisa dicek dari angka jumlah penonton. Produser mendapatkan Rp 15 ribu dari satu penonton. Maka, produser pun akan mengantongi keuntungan ratusan miliar jika berhasil membuat jutaan penonton datang. Tak heran jika banyak pemain film yang dibayar dengan harga mahal karena industri film mampu mendatangkan cuan yang besar. (Arlin Laras)























Discussion about this post