JAKARTA, MEDIAINI.COM – Atlet Jonatan Christie meraih kemenangan di laga perdana GUP G Olimpiade Tokyo 2020. Pebulutangkis yang akrab disapa Jojo itu menang mudah dua set langsung atas pebulutangkis Suriah, Aram Mahmoud, 21-8, 21-14, di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo Jepang, Sabtu, (24/7).
Kemenangan Jojo disambut suka cita publik Tanah Air. Meski perjalanan menuju babak puncak masih cukup jauh, penampilan impresif yang diperlihatkan pria 23 tahun itu membuka peluang kontingen Indonesia untuk menambah perolehan medali. Tidak hanya mengharumkan nama bangsa, cuan para atlet pun bisa bertambah drastis jika berhasil menyabet kemenangan. Tak main-main, bonus dan hadiah yang diberikan berjumlah milyaran.
Rincian Bonus Jika Menang Olimpiade Tokyo 2020
Atlet Jonathan Christie memiliki peluang untuk mendapatkan bonus yang besar jika memenangkan dan membawa pulang emas di cabang olahraga bulutangkis. Pemerintah menjanjikan bonus bagi atlet Indonesia yang berhasil membawa pulang medali dari Olimpiade Tokyo 2020. Tujuannya tak lain agar para atlet lebih bersemangat dalam bertanding demi meraih gelar juara.
Berikut rincian bonus yang akan diterima Jonathan Christie jika berhasil membawa medali emas ke Tanah Air yaitu bonus Rp 5 miliar. Sementara bonus yang akan diberikan untuk medali perak bagi atlet jagoan bulutangkis Indonesia ini sebesar Rp 2 miliar. Terakhir apabila Jonathan Christie dapat mempersembahkan medali perunggu maka ia akan membawa uang bonus sebesar Rp 1 miliar.
Meskipun bonus pemerintah Indonesia terhitung cukup banyak di kalangan negara Asia Tenggara. Tapi, ternyata jumlah bonus untuk atlet Indonesia masih kalah banyak dari Filipina. Filipina menyediakan bonus 600.000 dolar AS setara dengan Rp 8,7 miliar untuk atlet peraih emas. Sementara untuk atlet yang mendapatkan dengan medali perak diberikan bonus 300.000 dolar AS atau Rp 4,3 miliar. Sedangkan peraih medali perunggu tersedia 120.000 dolar AS atau Rp 1,7 miliar.
Mengenang Kakak, Jonathan Christie Bawa Kemenangan
Jonatan Christie mempersembahkan kemenangan perdananya di Olimpiade Tokyo 2020 untuk mendiang kakaknya, Ivan, yang meninggal karena covid-19, pada Februari lalu.
Selain kakak, ayah dan ibu Jonatan juga sempat terpapar covid-19 hingga harus dirawat di rumah sakit. Jojo yang saat itu baru kembali dari ajang Thailand Open meluangkan waktu untuk merawat keluarganya. Apa mau dikata, ia harus merelakan sangat kakak pergi untuk selama-lamanya.
Seperti atlet lainnya, Jojo ingin setiap kemenangan bisa jadi kenangan dan penghargaan untuk keluarga. Dilansir dari situs resmi BWF, Jojo sempat merawat keluarga yang berjuang melawan covid-19. Sayangnya, Jojo harus merelakan Sang Kakak karena tak dapat bertahan. (Alfahri)























Discussion about this post