JAKARTA, MEDIAINI.COM – Layanan jaringan operator seluler Smartfren, siap menyusul kompetitor dalam pengujian jaringan 5G.
Smartfren berkerja sama dengan Kominfo turut menguji jaringan 5G yang berfrekuensi 26 GHz atau setara kecepatan unduhan hingga 1,85 gbps.
Pengujian ini bertujuan untuk memperlihatkan kinerja dan kemampuan teknologi telekomunikasi terbaru.
Dalam acara Kominfo 5G trial with Smartfren pada kamis (17/6), membagikan pengujian pada tayangan YouTube yang beresolusi paling tinggi menggunakan jaringan 5G terbarunya. Hasilnya terlihat jelas bahwa tayangan tidak mengalami lagging dan jernih.
Direktur Standarisasi Perangkat Pos dan Informatika, Mulyadi dalam pembukaan acara 5G Trial Kominfo bersama Smartfren di Galeri Smartfren Jakarta mengatakan bahwa hasil uji coba ini tentu saja ditunggu bersama, karena dari Kominfo ingin melihat seberapa efektif penggunaan frekuensi tinggi untuk layanan 5G sehingga Kominfo bisa me-review merencanakan kembali bagaimana pita frekuensi tinggi ini digunakan untuk layanan 5G di masa depan.
“Di samping untuk melihat efektivitas penggunaan frekuensi tinggi untuk layanan 5G, pemerintah juga berharap uji coba ini dapat dilaksanakan untuk mendorong inisiatif ekosistem baru, use case baru, atau aplikasi layanan baru yang bisa digunakan di layanan 5G.” tambah Mulyadi.
Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys melalui trial bersama kominfo berharap dapat melangkah lebih jauh dengan sifat mmWave (milimeter wave) tersebut untuk layanan umum maupun industri dari layanan 5G.
“Secara teknologi layanan 5G bukan sekedar layanan hanya digunakan melihat film maupun chatting, sangat disayangkan karena teknologi ini menjanjikan banyak hal dari kapasitas hingga letensi untuk kemajuan dan perkembangan bangsa” tegas Merza.
Uji coba 5G tahap kedua ini juga didukung oleh ZTE dan Qualcomm ini diadakan di Galeri Smartfren Sabang, Jakarta Pusat.
Hasil dari uji coba memperlihatkan kecepatan hingga lebih dari 1,8 Gbps di berbagai perangkat Customer Premise Equipment (CPE) seperti modem dan MiFi 5G.
Uji coba tahap kedua ini menggunakan Mifi yang terhubung ke headset VR dan AR, kemudian pada headset VR ditayangkan video VR Wonderful Indonesia milik Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, video feed dari kamera 360, streaming game VR dengan laptop gaming serta headset AR terkoneksi dengan jaringan 5G.
Warren Huang, Chief Marketing Officer, ZTE Indonesia mengatakan, pihak TE percaya bahwa 5G mampu menciptakan inovasi dan mendorong pengembangan yang lebih baik di berbagai perangkat dan teknologi.
“Kami sangat senang dapat mendukung Kementerian Komunikasi dan Informatika yang bekerja sama dengan Smarftren dalam uji coba 5G untuk memberikan gambaran tentang manfaat 5G. Kedepannya, kami akan terus bekerja sama dengan Smartfren untuk membawa kemampuan terbaik kami dalam meningkatkan manfaat 5G untuk kehidupan kita.” Tambah Warren.
Menurut Shurish Subbramaniam, Chief Technology Officer Smartfren mengatakan bahwa penggunaan 5G untuk mewujudkan kecepatan, keamanan, dan koneksi berlatensi rendah sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan perusahaan.
Shannedy Ong, Managing Director Qualcomm Indonesia menambahkan bahwa Qualcomm menyambut baik kerja sama Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan Smartfren dalam mendukung Indonesia mencapai Industri 4.0.
“Dimana 5G memainkan peran penting dalam industri dan pengalaman konsumen. Kami sangat berkomitmen dalam mendukung Indonesia untuk meningkatkan berbagai inovasi 5G serta mendapatkan bermacam-macam manfaatnya.” Lanjut Shannedy (Sheila R/WSH)























Discussion about this post