JAKARTA, MEDIANI.COM – Sekumpulan driver, mitra ojek online (ojol) GoTo untuk layanan GoKilat atau GoSend Same Day melakukan aksi mogok besar-besaran sejak Selasa (8/6). Aksi mogok dengan cara mematikan aplikasi atau off bid itu juga tersebar di beberapa kelompok grup whatsapp Ojol.
Driver GoSend Same Day mogok massal karena pihak GoTo telah mengubah insentif para kurir atau driver secara sepihak.
Dari pesan berantai yang beredar, diketahui inisiatif mogok masal diklaim akibat merger Gojek dan Tokopedia atau GoTo dengan perubahan penerimaan insentif pada driver ojol. Ajakan mogok massal difokuskan di Bandung dan Jabodetabek.
Perubahan Insentif Driver Ojol Demo
Driver ojol menyoroti perubahan insentif yang baru bertentangan dengan UU nomor 20 tahun 2008 dan Permenhub nomor 12 tahun 2019.
Perubahan insentif GoTo berubah dari yang semula insentif Rp 10 ribu untuk 5 kali pengantaran menjadi Rp 1.000 untuk pengantaran pertama hingga kesembilan.
Rinciannya insentif sebelumnya yang diperoleh yaitu untuk 8 pengantaran mendapatkan Rp 30 ribu. Sementara untuk 10 pengantaran akan mendapatkan bonus sebesar Rp 45 ribu. Lalu, sejumlah 13 pengantaran akan mendapatkan Rp 60 ribu dan paling banyak 15 kali pengantaran mendapatkan bonus mencapai Rp 100 ribu.
Jika dibandingkan dengan perhitungan insentif yang baru, yakni untuk pengantaran ke-9 sampai ke-14 sebesar Rp 2.000, sementara pengantaran di atas 15 kali mendapat insentif Rp 2.500 per pengantaran. Perwakilan pengemudi GoSend SMD Jabodetabek, Yulianto mengatakan perubahan insentif tersebut dianggap sangat merugikan. Alasan manajemen untuk pemerataan dan menyejahterakan mitra ojol dinilai tidak masuk akal.
Driver Ojol Ancam Demo
Yulianto berharap Gojek maupun Tokopedia bisa memberikan solusi saat ada pengurangan insentif. Misalnya sebagai penggantinya, perusahaan bisa menaikkan pendapatan pokok atau tarif per jarak tempuh yang saat ini sebesar Rp 2.000/km.
“Jadi harapan kita diadain tarif dasar kayak GoRide misalnya 1-5 km tetap Rp 8.000 gitu lho. Kalau kita enggak, kalau tingkatnya 0 km berarti gratis, kalau kita ngantarnya 2 km berarti 2×2.000, yang kita dapat cuma Rp 4.000,” terang Yulianto.
Hingga saat ini, mengenai tarif mitra driver GoSend Same Day mendapat penghasilan utama dari pendapatan tarif pokok per jarak tempuh, kemudian baru dapat insentif jika mendapat performa minimum 80%. Nah besaran insentif ini yang mengalami penyesuaian.
Yulianto juga menilai pihak Gojek dan Tokopedia belum merespons atau menunjukan itikad baik untuk membahas tuntutan driver ojol. Jika tidak ada respons kemungkinan akan dilakukan aksi mogok lanjutan besar-besaran pada 12-15 Juni mendatang.
Namun, Ketua Umum Indonesian Digital Empowering Community (IDIEC) M. Tesar Sandikapura menyebutkan, penurunan insentif ini dinilai berhubungan dengan langkah efisiensi Gojek sebagai konsekuensi merger dengan Tokopedia. Dalam kasus GoTo, efisiensi berada di sisi Gojek karena beban tambahan dari hasil merger.
Masalah ini dianggap merugikan driver mitra, terlebih tidak ada perundingan antara perusahaan dan mitra dalam memutuskan penyesuaian. Namun di sisi lain, pihak Gojek berupaya memberikan peluang lebih besar kepada lebih banyak mitra dalam memperoleh insentif. (Ken)
























Discussion about this post