JAKARTA, MEDIAINI.COM – Kamis, 10 Juni 2021 terjadi fenomena alam Gerhana Matahari Cincin (GMC) di beberapa wilayah belahan bumi bagian Utara, terutama kawasan lingkar kutub seperti Kanada, Greenland, dan Rusia. Tak hanya Gerhana Matahari Cincin, ada juga fenomena alam fase bulan baru.
Di Kanada fenomena itu terlihat selama tiga menit. Sedangkan di Greenland bisa melihatnya saat puncak. Siberia dan Kutub Utara juga bisa melihat fenomena Gerhana Matahari.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Negara atau LAPAN menyebutkan fenomena tersebut bisa disaksikan di Pulau Ellesmere dan Baffin di Kanada. Lalu juga Gerhana Matahari Sebagian dapat disaksikan di Greenland, Islandia, Eropa, Rusia, negara di Asia Tengah dan China bagian barat.
Siaran Langsung YouTube Fenomena Alam GMC
Sayangnya untuk negara bagian Indonesia dan sekitarnya, tidak dapat menyaksikan fenomena Gerhana Matahari Cincin. Namun bagi masyarakat Indonesia yang tudak ingin melewatkan fenomena alam tersebut bisa menyaksikan secara live di beberapa channel YouTube resmi.
Setidaknya, ada tiga tautan yang bisa ditonton untuk mengobati rasa penasaran menyaksikan fenomena ini yaitu:
1. Virtual Telescope – The 10 June 2021 Annular Solar Eclipse.
2. Time and Date – Solar Eclipse Live Stream June 10, 2021.
3. YouTube CosmoSapiens- Solar Eclipse 2021: Live stream of June 10.
Gerhana Matahari Cincin, Dampak dan Cara Melihat
Ada 3 jenis Gerhana Matahari yaitu total, parsial dan cincin. Untuk Gerhana Matahari Cincin posisi bulan menghalangi sinar matahari dan bayangannya berada di atas bumi. Bulan tidak sepenuhnya mengaburkan matahari karena letak bulan lebih jauh dari biasanya.
Akibatnya, matahari tidak mengalami gerhana total, namun tampak membentuk ‘cincin api’ mengelilingi. Fenomena ini terjadi bersamaan dengan fase bulan baru dengan jarak 404,245 km dari bumi (geosentrik) dan terletak di konstelasi Taurus, pada hari ini.
Jika disesuaikan dengan waktu Indonesia bagian barat penampakan GMC terjadi mulai pukul 15.21.20 WIB hingga pukul 20.11.19 WIB. Yang harus diperhatikan, fase Puncak atau maksimumnya GMC terjadi pada pukul 17.43.05 WIB. Kemudian fenomena tahap tengah atau ‘cincin api’ berlangsung selama maksimal 3 menit 51 detik.
Jangan salah, fenomena alam ini bisa memengaruhi parameter cuaca di bumi, seperti radiasi matahari, suhu, tekanan udara, kelembapan relatif dan angin. Adanya radiasi matahari akibat Gerhana Matahari cincin akan berkurang dan menyebabkan suhu udara menurun dan tekanan udara meningkat dan berdampak pada bertambahnya kecepatan angin.
Meski fenomena alam ini jarang terjadi, namun para ilmuwan melarang orang-orang melihat langsung ke arah matahari saat GCM terjadi. Untuk menghindari dampak kebutaan, disarankan menggunakan kacamata khusus. Tapi jika melihatnya paling aman adalah saat Gerhana Matahari berada di fase total.
Teknik paling aman untuk melihat gerhana Matahari adalah melihat secara tidak langsung. Misalnya, kita dapat dengan mudah memproyeksikan gambar matahari ke layar atau kita dapat melihat streaming langsung di TV atau online.
Penggunaan yang aman dari kacamata ini bergantung pada kemampuan penyaringan lensa dan desain bingkai. Meskipun lensa disertifikasi untuk memenuhi standar yang berlaku, penggunaan kacamata yang tidak tepat masih dapat menyebabkan kerusakan mata yang serius. (Ken)
Sumber Gambar : Tangkapan layar YouTube akun CosmoSapiens
























Discussion about this post