JAKARTA, MEDIAINI.COM – Menjadi produsen peralatan rumah tangga premium terkemuka di dunia sejak 1899, Miele selalu berkomitmen untuk menciptakan kreasi baru dalam urusan dapur.
Baru Miele meluncurkan rangkaian produk terbaru Generation 7000 (Gen 7000) untuk menyempurnakan alat memasak dengan inovasi yang ditambahkan untuk menambah esetetika.
Sejak hadirnya di Indonesia pada tahun 2005, Miele terus berinovasi hingga tercetusnya Gen 7000 yang baru diperkenalkan di tanah air dengan memadukan kecanggihan teknologi serta kesempurnaan desain ala masyarakat urban Indonesia.
Ester Theresia Tika, Marketing Manager PT. Bloomfils Internationa distributor resmi Miele di Indonesia memaparkan dalam rangka memperkenalkan rangkaian produk teranyar serta mendekatkan brand Miele dengan konsumen di Indonesia.
“kami melakukan sejumlah terobosan seperti mempresentasikan rangkaian produk Gen 7000 pada wajah baru showroom Miele serta menggandeng Nicholas Saputra dalam kampanye Miele di Indonesia. Salah satu wujud kampanye adalah memproduksi video yang dibintangi oleh Nicho.” Tambah Ester
Inisiasi untuk bekerjasama dengan Nicholas Saputra tentu dengan alasan yang kuat, “Kami telah mengenal Nicho jauh sebelum kampanye ini berlangsung, kami mengenal Nicho sebagai salah satu pelanggan setia Miele dan merupakan sosok sempurna untuk mempresentasikan brand Miele di Indonesia.
Kami ingin membuat brand Miele dekat dengan masyarakat urban Indonesia, oleh karenanya, kami menggandeng Nicho mulai dari proses brainstorm ide pembuatan video bertajuk My Cooking Experience with Miele Generation 7000,” Imbuh Ester.
“Saya senang sekali ketika diajak bekerjasama dengan brand Miele, karena saya sudah menjadi pengguna setia Miele sejak lama. Beberapa nilai unggul yang membuat saya jatuh hati dengan brand Miele diantaranya, secara secara visual, Miele memiliki desain yang seamless, modern dan everlasting, sehingga dapat berpadu selaras dengan interior dapur kita. Kemudian, tidak hanya cantik secara visual, namun produk Miele juga mudah digunakan.Jadi, ya semua orang bisa jadi koki di rumahnya sendiri. Tadinya kita berpikir, bahwa produk ini hanya mendukung resep-resep western, ternyata engga, Miele bisa mempertegas cita rasa sajian Nusantara ketika digunakan untuk mengolah resep-resep tanah air. Inilah yang menjadi inspirasi saya ketika diajak kerjasama untuk memproduksi video My Cooking Experience with Miele Generation 7000. Terakhir, Miele memiliki daya tahan yang luar biasa, bisa dibilang ketika kita memilih Miele sama saja kita sudah melakukan investasi yang terbaik,” papar Nicholas Saputra, figur publik sekaligus pengguna setia Miele.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Pusat Studi Pangan dan Gizi UGM bersama dengan Asosiasi Profesi Keamanan Pangan Indonesia (APKEPI) menyatakan bahwa selama pandemi, masyarakat lebih senang memasak dan makan di rumah karena ada mandat stay at home, social distancing, PSBB dan sebagainya.
Perubahan pola ini didorong oleh sejumlah faktor seperti menjauhi keramaian, konsumsi makanan sehat, makanan steril dan konsumsi makanan lokal.
Sesuai dengan kampanye “Chef at Home” Miele mendukung konsumennya untuk menjadi koki di rumah sendiri.
Video yang berdurasi 120 detik ini menjelaskan bagaimana Miele memadukan desain interior dengan pengalaman memasak hidangan nusantara yang kaya akan cita rasanya dan juga lebih sehat.
Untuk menghasilkan masakan yang pas, oven dari Miele ini terdapat fitur Taste Control agar menjaga masakan matang dengan sempurna.
“Kadang kita berpikir bahwa makanan sehat kurang ramah di lidah, padahal kalau dipikir masakan nusantara seperti pepes, atau ayam woku tuh bisa dikategorikan sebagai makanan yang relatif sehat, karena metode masaknya minim minyak. Berangkat dari situ, kami mengangkat sejumlah hidangan nusantara yang tergolong sehat dihardikan dalam video Miele. Selain itu, selama ini kita juga berpikir bahwa proses masak hidangan nusantara cukup rumit, nah di video ini digambarkan sebaliknya dengan demikian kita dapat mendorong masyarakat Indonesia untuk menjadi koki di rumahnya sendiri,” tutup Ester. (Wahyu Septiadi Hutomo/AD)
























Discussion about this post