SEMARANG, MEDIAINI.COM – Memasuki bulan April, terdapat program pendataan keluarga yang dilaksanakan di seluruh kota yang ada di Indonesia.
Pendataan yang dilaksakanakan mulai dari 1 April merupakan pendataan pertama di tahun 2021. Tidak ketinggalan Kota Semarang juga mulai dilakukan pendataan.
Di Semarang pendataan diawali dengan keluarga dari Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, hal ini tidak lepas dari jabatannya sebagai orang nomor satu di Kota Semarang.
Pendataan dilakukan oleh dua orang kader pendata yang menyambangi Kantor Walikota Semarang untuk melaksakanan pendataan.
Pendataan dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan, keduanya ditemui langsung oleh Hendi di ruang kerja.
Satu per satu pertanyaan diajukan untuk orang nomor satu di Kota Semarang.
Beberapa pertanyaan diantaranya mengenai data kependudukan umum seperti jumlah anggota keluarga, kondisi dan aktivitasnya hingga data yang terkalin dengan keharmonisan, kemandirian, dan kebahagiaan keluarga.
Untuk kelengkapan data dan kebenarannya Hendi diminta untuk membawa data dukung seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Jadi saya rasa semua warga yang kedatangan kader pendata ini wajib, wajib untuk bisa memberikan informasi yang terkait tentang keluarga mereka”, ujar Hendi.
Informasi dan data yang terkini dan benar dari warga Kota Semarang menurutnya akan menjadi big data yang dapat diolah pemerintah sehingga sangat membantu dalam mengambil kebijakan dan menyusun program – program pembangunan yang tepat sasaran.
Ia juga berpesan kepada seluruh jajaran yang ada dibawahnya, seperti camat dan lurah untuk turun langsung ikut membantu pelaksanaan Pendataan Keluarga ini hingga usai di tanggal 31 Mei.
“Bismillah, insya Allah pendataan sukses, demi terwujudnya Kota Semarang yang semakin hebat”, tambah Hendi.
Pendataan Keluarga ini sendiri merupakan kegiatan rutin 5 tahunan, dan pada tahun ini diselenggarakan serentak di seluruh wilayah di Indonesia mulai 1 April hingga 31 Mei 2021.
Petugas pendata berasal dari unsur pemerintah (petugas lapangan KB) dan masyarakat (kader KB/kesehatan). Setidaknya, ada sekitar 53 pertanyaan yang akan ditanyakan kepada keluarga. Informasi yang didapat nantinya akan diolah menjadi data yang bersifat mikro rinci, primer mutakhir, operasional lapangan, segmentatif hingga riil (Wahyu Septiati Hutomo)























Discussion about this post