JAKARTA, MEDIAINI.COM – Afgan Syahreza resmi merilis single terbaru berjudul ‘M.I.A’ pada Sabtu, 20 Maret 2021. Karya terbaru Afgan tersebut merupakan kolaborasi dengan artis K-Pop, Jackson Wang (GOT7). Peluncuran single duet dengan penyanyi ganteng asal Korea Selatan itu membuat nama Afgan trending di mesin pencarian Google. Meski namanya sudah populer sebagai penyanyi papan atas di Tanah Air, ternyata Afgan Syahreza juga dikenal pandai mengelola keuangan. Di usia muda, Afgan sudah memikirkan cara untuk berinvestasi.
Pilih Investasi Properti
Investasi tersebut selain untuk menambah penghasilan, juga menjadi ladang pendapatan baru untuk bekal di hari tua. Saat ini, pelantun Bukan Cinta Biasa itu berinvestasi di properti, seperti rumah dan apartemen. Afgan berivestasi di properti karena meyakini bahwa investasi di properti cukup menguntungkan dan presentasi menguntungkan lebih besar dibanding kerugian.
Pria yang identik dengan kacamatanya ini memiliki lebih dari lima apartemen, terdiri dari empat kelas premium dan dua kelas menengah. Selain itu, Afgan juga punya dua rumah.”Sekarang udah mulai investasi di properti, apartemen, itu udah paling suka. Semua saya sewain, kecuali ada satu yang saya tinggali sekarang,” kata Afgan Syahreza.
Selain itu, Afgan juga diketahui melebarkan sayap investasi properti di Bali. Penyanyi kelahiran Jakarta, 27 Mei 1989 itu membangun sebuah villa di Pulau Dewata.
Tampaknya, penyanyi kelahiran 27 Mei 1989 ini juga berinvestasi pada dunia bisnis untuk mempersiapkan masa depan finansial yang lebih baik. Berdasarkan penelusuran Mediaini, berikut bisnis yang dibangun Afgan dan masih terus berkembang :
1. Bisnis Karoke De’Tones
Salah satu bisnis pilihan para penyanyi Ibukota adalah tempat karaoke. Seperti Inul Daratista, Maia Estianty dan Rossa, Afgan pun tak ketinggalan. Membuka bisnis tempat karaoke dengan mengusung nama De’Tones by Afgan Family Karaoke. Ia menjadi pemegang saham dan pemilik usaha karaoke yang sedang agresif menggaet investor melalui sistem waralaba.
De’Tones membuka gerai pertama di Mal Summarecon Serpong, Tangerang. Kemudian, gerai lainnya dibuka di Palembang (Kompleks Ruko Palembang Square), Prabumulih Timur-Sumatera Selatan, Medan (Mal Centre Point), Pontianak-Kalimantan Barat, dan Jambi.
Di tengah persaingan bisnis karaoke, Afgan menyuguhkan konsep dan nuansa baru yang diklaim berbeda dengan bisnis sejenis lainnya. De’Tones mengusung konsep utama Around The World, menghadirkan keindahan kota-kota di dunia, antara lain Las Vegas dan Athena, untuk setiap ruangan karaokenya sehingga lebih menarik.
2. Clothing Line Arez
Berawal dari bisnis kecil-kecilan, clothing line milik Afgan berhasil menembus pasar Singapura dan Malaysia. Bisnis fashion bergaya urban ini menggunakan singkatan namanya, Arez selaku brand produknya.
Ternyata bisnis yang ia lakukan bareng beberapa temannya sudah dirintis sejak masih kuliah. Setelah merampungkan pendidikan di jurusan Ekonomi, Universitas Indonesia. Afgan melanjutkan kuliah di Monash University Malaysia jurusan Bisnis Marketing. Alhasil, bisnisnya pun makin berkembang karena Afgan bisa mengimplementasikan semua pengetahuannya.
3. Tahu Kriuk Galak
Tak banyak kesibukan menyanyi membuat Afgan membidik bisnis yang berbeda. Ternyata, pilihan Afgan jatuh untuk menggeluti bisnis kuliner. Bukan tanpa alasan Afgan menggeluti bisnis dan berinvestasi di bisnis kuliner tahu goreng, ia menilai, dengan usahanya bisa membuka lapangan pekerjaan bagi yang membutuhkan.
Bisnis bernama Tahu Kriuk Galak ini rupanya merupakan inspirasi Afgan dari kesukaan masyarakat mengonsumsi tahu goreng sebagai camilan.(Ken)






















Discussion about this post