JAKARTA, MEDIAINI.COM – Vaksin Sinovac yang berasal dari China dikabarkan akan memasuki masa kedaluwarsa pada tanggal 25 Maret 2021 mendatang. Kabar tersebut sudah ramai beredar di masyarakat lantaran dalam kemasan Sinovac tercatat vaksin Covid-19 ini akan kadaluarsa sampai 2023, namun dipercepat menjadi 25 Maret 2021 atau hanya berlaku selama enam bulan.
Mengenai masa kedaluarsa vaksin Sinovac, Pelaksana Tugas Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu membenarkan. Pihaknya juga sudah mendapatkan informasi tersebut dari BPOM dan Bio Farma.
Namun vaksin kedaluarsa tersebut merupakan vaksin Sinovac pengiriman pertama dan kini vaksin tersebut seluruhnya sudah terpakai, disuntikkan pada tenaga kesehatan sebagai sasaran awal vaksinasi. “Untuk vaksin tahap pertama, itu dua kali yah (datangnya)1,5 juta dosis itu bulan Desember 2020 dan 1,5 juta dosis pada bulan Januari 2021, itu untuk tenaga kesehatan,” ujar Maxi Rein Rondonuwu.
Untuk diketahui, pada tahap pertama Indonesia mendapatkan 3 juta dosis vaksin Sinovac jadi. Vaksin ini diperuntukkan kepada tenaga kesehatan. Selanjutnya Indonesia akan mendapatkan vaksin Sinovac dalam bentuk bahan baku yang akan diproduksi Bio Farma menjadi vaksin jadi.
Vaksin yang Digunakan Masih Aman Hingga Enam Bulan
Juru Bicara Vaksinasi Siti Nadia Tarmizi menambahkan saat ini vaksin Sinovac yang digunakan untuk vaksinasi merupakan vaksin CoronaVac yang diproduksi Bio Farma. Vaksin ini diluncurkan pada Februari lalu dan masa kedaluarsanya enam bulan kemudian.
Menurut Nadia, vaksin Sinovac yang akan memasuki masa kedaluwarsa tersebut sudah diberikan kepada 1,45 juta tenaga kesehatan dan 50.000 petugas pelayanan publik.
Dia pun mengungkapkan, vaksin yang akan kedaluwarsa itu merupakan vaksin CoronaVac berbentuk botol kecil atau vial yang berisi satu dosis. Atau untuk satu kali penyuntikan.
Sedangkan saat ini vaksin Sinovac yang digunakan untuk menyuntik kelompok lanjut usia dan petugas pelayanan publik lainnya adalah kemasan botol besar.
Ketua Tim Uji Klinis Nasional Vaksin Covid-19 Kusnandi Rusmil mengatakan, vaksin Covid-19 asal Sinovac, China, memiliki masa kedaluwarsa dua tahun. Oleh karenanya, kata Kusnandi, vaksin Covid-19 yang saat ini siap suntik harus segera dihabiskan.”Vaksin ini secepat-cepatnya dipakai karena udah hampir 2 tahun. Jadi dipakai dulu sekarang ini, yang baru nanti dibikin lagi,” kata Kusnandi.
Kusnandi memastikan, vaksin Covid-19 yang ada masih bisa melawan mutasi virus corona B117 asal Inggris sehingga produsen belum perlu mengganti vaksin yang sedang dikembangkan.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui, proses vaksinasi COVID-19 saat ini belum optimal. Salah satu alasannya karena dosis nya masih terbatas. Namun, ia bilang mulai semester II-2021, dipastikannya vaksinasi akan cepat.
Budi menyebut, hingga semester I tahun ini, dosis vaksin yang dimiliki Indonesia baru sebanyak 70-80 juta. Untuk itu, supaya mencapai target 363 juta dosis akan bisa dilakukan mulai semester II-2021.
Dengan kapasitas vaksin hanya 70-80 juta maka masyarakat yang divaksin baru bisa sebanyak 24 persen nya dari target 181,5 juta. “Akibatnya, sisanya yang kira-kira 75 persen akan tersedia mulai Juli,” ungkap Budi Gunadi.(Ken)
Sumber Gambar : ilustrasi Pixabay























Discussion about this post